fbpx

Push Marketing: Pengertian, Perbedaan dan Contoh

Jika Anda baru memulai usaha, maka sangat penting mengenalkan produk baru agar diketahui oleh banyak orang. Ingin tahu caranya? Anda bisa menggunakan strategi push marketing. Push marketing adalah strategi umum yang digunakan oleh pengusaha untuk mencapai tujuannya yaitu keuntungan bisnis. 

Push marketing sering disamakan dengan pull marketing karena sama-sama menguntungkan bagi bisnis. Namun, keduanya ternyata berbeda, lo. Penasaran seperti apa perbedaanya, peranan, sampai contoh dari push marketing? Yuk, kenalan dengan strategi push marketing berikut. 

Apa Itu Push Marketing?

Anda dapat memahami definisi push marketing ini dari bahasanya. Secara sederhana push marketing adalah metode yang digunakan untuk mendorong produk (menjual produk) ke customer yang mulanya  belum punya keinginan untuk membeli produk tersebut. 

Langkah yang dilakukan untuk push marketing ada berbagai cara mulai dari upselling, pemasangan iklan, penempatan produk, cold calling, dsb. Dengan teknik-teknik ini, pemilik bisnis dapat menawarkan produk ke calon pelanggan untuk mengetahui keberadaaan produk sehingga tertarik membelinya. 

Tujuan utama dari push marketing adalah untuk membuat produk diketahui oleh masyarakat luas atau mudahnya mendapatkan product exposure. 

Peranan Push Marketing Untuk Bisnis 

Manfaat dari adanya push marketing untuk bisnis ini bisa menaikkan product exposure. Dengan adanya product exposure yang lebih tinggi ini akan menguntungkan bagi produk perusahaan baik itu yang lama maupun baru. 

Kesempatan untuk penjualan produk menjadi lebih besar dengan push marketing ini. Peranan strategi ini juga berguna untuk membuat perusahaan bertahan dari kompetitor lainnya yang menjual produk sama. Pasalnya, push marketing ini mendorong produk agar lebih dikenal dengan satu kali tindakan. 

Dengan demikian, akan mencuri perhatian pelanggan secara besar-besaran sehingga demand menjadi naik dengan cepat. Alhasil, penjualan produk bsia meningkat drastis dibandingkan menggunakan strateg lainnya seperti pull marketing. 

Oleh sebab itu, pemilik bisnis harus memikirkan strategi ini dan disarankan untuk menerapkannya juga untuk kepentingan perusahaan. Strategi push marketing ini juga cocok diterapkan untuk perusahaan yang baru merintis. 

Dengan demikian, pengenalan produk menjadi lebih mudah ke calon customer sehingga nantinya aka nada brand awareness. Banyak perusahaan start up yang melakukannya karena jika masih baru dibuka banyak orang yang tidak mengenal produk tersebut. Jadi, untuk mengenalkannya bisa menggunakan push marketing. 

Kelebihan dan Kekurangan Push Marketing 

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari strategi marketing ini yang harus Anda pahami. Anda harus mempelajarinya untuk dapat menerapkan push marketing dengan baik. Adapun kelebihan dan kekurangan push marketing adalah sebagai berikut: 

1. Kelebihan 

Pertama, kita akan bahas kelebihan push marketing dulu, ya. Penerapan strategi push marketing ini akan menguntungkan untuk pemilik bisnis karena bisa meningkatkan permintaan pelanggan. 

Selain itu, product exposure juga semakin meningkat berkat push marketing yang tepat. Pelanggan juga akan lebih mudah untuk mengenali produk Anda dengan iklan yang diberikan sehingga menambah brand awareness. 

Nantinya, permintaan pelanggan yang didapatkan dari push marketing adalah mudah dibuat forecast karena mudah dianalisis. 

Penyebabnya karena pemilik bisnis atau pihak produsen dapat menentukan banyaknya produk yang dibuat untuk pelanggan. Untuk memaksimalkan pemasaran, Anda bisa menggunakan platform Utas yang kredibel dan terpercaya. 

2. Kekurangan 

Selain memperhatikan kelebihannya, penting mengetahui kekurangan dari taktik ini untuk dapat melakukan evaluasi. Strategi push marketing adalah teknik yang memerlukan tim ahli untuk penjualan atau sales yang handal dan sigap. 

Tim penjualan yang dipilih untuk push marketing harus punya kemampuan komunikasi dan koneksi yang bagus. Dengan begitu, negosiasi dengan para distributor juga akan semakin mudah dan menguntungkan penjualan. Itulah yang menjadi tantangan dari push marketing.

Kekurangan lainnya dari push marketing adalah butuh biaya yang mahal untuk menyediakan SDMnya. Selain itu fokus dari strategi ini hanya untuk sekali pembelian jadi tidak untuk jangka panjang. 

Selanjutnya, Anda perlu memikirkan strategi baru untuk menjaga interaksi dengan konsumen dan mendapatkan pembelian. 

Contoh Push Marketing Merek Terkenal 

Berikut ini adalah contoh push marketing: 

1. Nintendo 

Brand video game ini sudah tidak asing didengar oleh masyarakat karena menyediakan berbagai permainan menarik dan sudah hadir sejak lama. Perusahaan Nintendo ini pernah menerapkan teknik pemasaran ini. Caranya dengan mengajak 250 BA untuk melakukan kerja sama dalam sebuah event. 

Dalam acara tersebut, para BA (Brand Ambassador) ini menjelaskan berbagai game yang ada, lalu ada diskusi interaktif juga dengan penonton. Hal ini digunakan sebagai marketing untuk pengenalan sistem Nintendo yang terbaru. 

Push marketing yang dilakukan Nintendo ini tergolong agresif sehingga bisa menghasilkan penjualan banyak dan produknya menjadi populer dengan cepat. 

2. Dunkin Donuts 

Contoh kedua dari push marketing adalah Dunkin Donuts. Brand ini menggunakan strategi dengan memberikan kupon ke pengguna smartphone untuk area Boston Amerika Serikat. Kupon ini diperuntukkan kepada pelanggan yang sudah memberikan respon terhadap iklan brand tersebut baik online maupun lewat radio. 

Dari strategi ini, banyak orang tertarik untuk memberikan respon terhadap iklan tersebut agar mendapatkan kupon yang menguntungkan. Lalu, dari kupon tersebut bisa untuk membeli produk baru dari brand tersebut. Menarik bukan? 

Perbedaan Push Marketing dan Pull Marketing 

Meski namanya mirip, push marketing dan pull marketing memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan push marketing dan pull marketing adalah sebagai berikut: 

1. Dalam Hal Strategi 

Push marketing memiliki strategi untuk “mendorong” produk secara langsung agar mudah diketahui oleh khalayak. Sedangkan untuk strategi pull marketing adalah “menarik” customer untuk membeli produk dengan cara soft selling. 

2. Dalam Hal Riset Produk 

Dari segi riset produk yang dilakukan pelanggan, push marketing menerapkannya sehingga pelanggan bisa mencari tahu terlebih dahulu mengenai produk tersebut. Sedangkan untuk push marketing umumnya pelanggan tidak perlu melakukan riset untuk membeli produk tersebut. 

3. Dalam Hal Jangka Waktu

Jika dilihat dari jangka waktunya, push marketing memiliki tujuan jangka pendek yaitu menghasilkan pembelian secara cepat. Selanjutnya, pemilik bisnis perlu memikirkan cara selanjutnya untuk mempertahankan penjualan. 

Lalu, untuk pull marketing hasilnya didapatkan dalam jangka panjang karena perlu membangun brand awareness secara kokoh lewat pembuatan konten berkualitas serta memerlukan teknik yang matang. 

Selanjutnya, pelanggan lama-kelamaan akan tertarik terhadap produk yang ditawarkan sehingga dapat melakukan pembelian tidak hanya sekali. Tidak hanya membuat relasi dengan customer, pull marketing juga membangun relasi dengan klien perusahaan agar tetap bertahan dalam jangka panjang. 

4. Dalam Hal Teknik Pemasaran 

Push marketing lebih mengarahkan pemasaran dengan penjualan secara langsung. Sedangkan khusus pull marketing pemasarannya lebih kompleks lagi sehingga hasilnya membutuhkan jangka panjang untuk mendapatkan tujuan tersebut. 

Demikian penjelasan lengkap dari push marketing. Push marketing adalah teknik yang dapat membantu Anda untuk memaksimalkan pembelian dan pengenalan produk. Untuk pemasarannya, Anda dapat menggunakan platform Utas supaya dapat menjangkau masyarakat luas dan mempermudah penerapan push marketing. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *