fbpx

Brand Loyalty: Pengertian, Cara, Contoh, Indikator

Pemasaran atau marketing adalah hal yang penting untuk meningkatkan omset perusahaan. Oleh sebab itu, meningkatkan kesadaran pelanggan saja masih dinilai kurang. Anda harus meningkatkan brand loyalty untuk mendapatkan kesetiaan pelanggan. Brand loyalty adalah unsur penting dalam bisnis untuk membuat hubungan erat dengan pelanggan. 

Brand loyalty ini tidak hanya membuat pelanggan mengenali produk tetapi juga melakukan pembelian bahkan tidak hanya satu kali. Pelanggan sampai rela mengeluarkan harga mahal dan tetap setia memilih produk brand tersebut jika sudah loyal. Lalu, bagaimana cara melakukannya? 

Tanpa berlama-lama lagi, kita bahas bersama tentang brand loyalty, cara meningkatkan, contoh, indikator, sampai bedanya dengan customer loyalty. Mari kita simak bersama. 

Apa Itu Brand Loyalty? 

Sebelum membahas cara meningkatkan brand loyalty dan contohnya, Anda perlu mengetahui pengertian terlebih dahulu. Brand loyalty adalah tingkah laku pelanggan dimana pelanggan tersebut konsisten terhadap produk Anda. 

Selain itu, brand loyalty adalah perilaku dimana pelanggan melakukan pembelian bisa lebih dari satu kali atau berulang. Jadi, tidak heran jika disebut dengan loyalitas brand. Brand loyalty ini memiliki kecenderungan pelanggan setia terhadap produk Anda dan mengesampingkan produk lain yang sejenis. 

Dengan adanya istilah ini, para pebisnis harus meningkatkan brand loyalty untuk mendapatkan keuntungan. Peranan dari brand loyalty ini sangat penting untuk memajukan perusahaan karena dapat meningkatkan pembelian. 

Jika konsumen sudah loyal, meski dijual harga tinggi konsumen tersebut tetap akan membeli produk Anda. Hal ini karena pelanggan sudah percaya sehingga tercipta loyalitas yang tinggi. Bahkan, pelanggan bisa memberikan rekomendasi ke orang lain sehingga mengajak lebih banyak pelanggan. 

Cara Meningkatkan Brand Loyalty 

Dalam menilai brand loyalty tidak hanya berpatokan pada tingginya penjualan, tetapi Anda harus menilai seberapa loyalnya pelanggan tersebut pada brand Anda. 

Jika sudah loyal, mereka tidak segan memberikan saran dan masukan yang membangun untuk kemajuan perusahaan. Lalu, bagaimana cara meningkatkan brand loyalty? Caranya adalah sebagai berikut: 

1. Naikkan Brand Engagement 

Penting diketahui bahwa brand loyalty adalah berhubungan dengan membuat pelanggan tetap setia terhadap produk Anda. Untuk itu, perusahaan harus membuat pelanggan tersebut terikat dengan brand yang sudah dibuat. 

Caranya dengan meningkatkan brand engagement agar pelanggan tersebut lebih dekat kepada produk Anda. Untuk melakukannya bisa dengan memberikan informasi terupdate terkait produk, promo, dsb. 

2. Cari Tahu Apa yang Membuat Pelanggan Loyal 

Cara kedua untuk meningkatkan brand loyalty adalah cari tahu apa yang membuat pelanggan loyal. Langkah awalnya, Anda perlu tahu siapa target pasar dari produk Anda. Selanjutnya, lakukan analisis apakah produk tersebut sesuai dengan keinginan dari customer dan bagaimana reaksi mereka.

3. Pastikan Membuat Brand Konsisten 

Pelanggan akan lebih mudah tumbuh loyalitas jika produk tersebut memberikan kualitas produk dan mempertahankannya. Oleh sebab itu, perlu konsistensi dalam menjalankan bisnsi agar tetap disukai oleh customer. 

4. Buat Logo yang Menarik 

Salah satu hal menarik yang dilihat oleh pelanggan adalah logo. Meski bentuknya simple, orang lebih mudah mengingat logo Anda sebagai brand tertentu. Dengan penggunaan logo untuk brand loyalty ini akan membedakan produk Anda dengan produk lainnya. 

Anda perlu membuat logo semenarik mungkin untuk membedakannya dengan kompetitor dan memberikan makna mendalam bagi bisnis. Jadi, jangan disepelekan, ya. Logo nyatanya elemen penting untuk memajukan bisnis. 

5. Kenali Brand Value 

Tips berikutnya untuk meningkatkan brand loyalty adalah memberikan edukasi ke pelanggan terkait brand value bisnis Anda. Hal ini penting karena nilai dari brand tersebut bisa membuat pelanggan paham produk Anda. Jadi, mereka bisa tahu makna dan manfaat yang bisa diambil dari brand Anda. 

Oleh sebab itu, tingkat kepercayaan pelanggan menjadi lebih tinggi sehingga dapat terus berlangganan pada brand tersebut. 

6. Buat Pelanggan Kembali 

Terakhir, Anda perlu membuat strategi agar pelanggan tersebut kembali. Jika sudah melakukan pengulangan pembelian maka pelanggan tersebut dapat dikatakan loyal. Dengan demikian, ini akan membantu omset perusahaan. Caranya dengan membuat promo, card member, dsb. 

Selain itu, Anda dapat menjual produk menggunakan platform terpercaya seperti Utas dengan memberikan kemudahan pelanggan untuk berlangganan konten premium atau produk lainnya. 

Contoh Brand Loyalty yang Sukses 

Sebagai inspirasi, Anda harus tahu bahwa perusahaan besar juga menerapkan brand loyalty ini dan memiliki value tinggi. Contohnya adalah perusahaan Apple. Brand ini sudah mendapatkan banyak pelanggan yang setia bahkan, mereka tidak membeli produk handphone lainnya kecuali dari brand tersebut meski ditawarkan oleh berbagai spesifikasi menarik. 

Mengapa ini terjadi? Hal ini karena kualitas yang diberikan iPhone dalam brand Apple ini punya keunggulan dibandingkan kompetitor.

Penggunaan iPhone dirasa lebih unggul dari segi teknologi yang diberikan serta mendukung kebutuhan pelanggan sehingga menjadikannya laku dipasaran. Jadi, tidak heran jika produk tersebut memiliki brand loyalty yang tinggi bahkan pelanggannya mencapai miliaran. 

Indikator Brand Loyalty 

Setelah mengetahui pengertian, cara, dan contoh brand loyalty, ada beberapa indikator brand loyalty yang harus diketahui. Kelima indikator brand loyalty adalah sebagai berikut: 

  • Customer Churn Rate (CCR): perhitungan seberapa banyak pelanggan stop melakukan pembelian terhadap produk Anda. Hal ini dinilai dengan persentase. 
  • Net Promoter Score (NPS): perhitungan tentang seberapa besar minat customer untuk memberikan rekomendasi terhadap brand Anda ke calon customer lain. 
  • Customer Lifetime Value (CLV): perhitungan total budget yang dikeluarkan customer ketika berinteraksi dengan produk Anda. 
  • Customer Retention Rate (CRR): pengukuran untuk mengetahui pelanggan yang melakukan repetisi pembelian dalam bentuk persentase. Pembelian yang dimaksud ini terjadi lebih dari satu kali karena pelanggan merasa puas. 
  • Purchase Frequency (PF): pengukuran terhadap customer yang membeli produk atau layanan pada jangka waktu tertentu. 

Perbedaan Brand Loyalty dan Customer Loyalty 

Anda juga harus tahu perbedaan dari brand dan customer loyalty. Perbedaan ini bisa Anda lihat dari cara mengembangkan interaksi antara customer dan brand tersebut. Khusus brand loyalty lebih menekankan pada koneksi pelanggan agar tetap berkembang sehingga terjadi loyalitas dan kesetiaan. 

Hal ini terjadi karena brand loyalty cenderung membuat pelanggan memiliki interaksi emosional dengan brand tersebut. Sedangkan untuk customer loyalty indikator yang dinilai bukan tentang interaksi emosional tapi dilihat dari banyaknya pelanggan tersebut membeli produk Anda. 

Customer loyalty lebih kepada menilai budget dari pelanggan. Sedangkan brand loyalty tidak demikian karena dinilai dari kecenderungan pelanggan memilih brand tersebut dibandingkan brand lain. Pelanggan rela membeli produk tersebut dengan tidak memperhatikan harga dari suatu produk atau jasanya. 

Demikian penjelasan lengkap tentang contoh brand loyalty, cara meningkatkan, sampai perbedaannya dengan customer loyalty. Brand loyalty adalah cara pandang pelanggan tersebut kepada suatu merek serta interaksi yang dimilikinya. Brand loyalty perlu ditingkatkan dengan mengacu pada kebutuhan pelanggan. 

Kenalkan produk Anda dengan baik untuk pemasaran terkait manfaat dan value dari brand Anda. Salah satu caranya dengan menggunakan Utas untuk solusi terbaik dalam menjual produk digital. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *