fbpx

Personal Branding: Tujuan, Cara Membangun dan Contohnya

Anda yakin bisa sukses sebagai content creator tanpa personal branding? Pikirkan lagi, ya. Personal branding adalah citra diri yang membuat Anda dikenal dan mampu bersaing dengan content creator lain.

Arti personal branding selalu erat dengan upaya yang terencana dan strategi yang jitu. Nah, apakah Anda makin penasaran apa itu personal branding?

Tenang, kami akan membahasnya di artikel ini. Mulai dari personal branding artinya apa, cara membangun personal branding bagaimana, dan berbagai contoh personal branding yang bisa menginspirasi Anda. Yuk, lanjut!

Apa Itu Personal Branding

Personal branding adalah proses membentuk identitas diri agar nama Anda dikenal baik di masyarakat. Fokus personal branding memang seputar reputasi, terutama di ranah online.

Tim Ferriss, seorang pengusaha, podcaster, dan penulis terkenal, menjelaskan bahwa personal branding adalah tentang bagaimana mengelola nama baik di jagat maya.

personal branding adalah cara mengelola nama baik di dunia online

Nah, yang dimaksud apa itu personal branding hanyalah seputar upaya pembentukan diri? Tentu tidak, secara umum ada dua hal yang menjadi inti dari arti personal branding.

Pertama, personal branding adalah tentang siapa diri Anda dan value apa yang bisa Anda berikan. Kedua, personal branding artinya upaya terus menerus untuk promosi diri sesuai dengan citra baik yang Anda inginkan.

Contoh personal branding adalah Raditya Dika dan Dodit Mulyanto. Keduanya sama-sama komika terkenal.

Tapi, personal branding Raditya Dika itu komedian yang cerdas, multitalenta, dan bijaksana. Sedangkan branding dari Dodit Mulyanto lebih ke komedian yang merakyat, logatnya kental, dan pandai merayu.

Oh ya, sudah ada jurnal khusus tentang beberapa komika ini, lho.

Jadi, personal branding adalah tentang mengenali diri Anda yang unik, memahami apa yang orang harapkan dari Anda, dan membangun reputasi yang konsisten terus-menerus.

Jika demikian, personal branding artinya untuk orang terkenal saja? Siapapun perlu paham tentang hal ini. Tujuan personal branding bisa untuk kepentingan pribadi, karir, atau bisnis.

Anda seorang profesional dengan keahlian khusus? Anda perlu personal branding. Anda tokoh masyarakat, influencer, atau content creator? Manfaat personal branding untuk Anda akan besar.

Tujuan Personal Branding

Jadi, kenapa Anda perlu melakukan personal branding? Tujuan dari personal branding adalah:

1. Membangun Kredibilitas

Kredibilitas itu tentang seberapa dipercaya Anda oleh orang lain. Bagi content creator, kredibilitas yang kuat berarti audiens percaya pada keahlian dan value yang Anda berikan.

Value itu berupa apa? Sesuai konten yang Anda buat. Jika Anda komika, value-nya adalah hiburan lucu dan segar. Jika penulis, valuenya adalah info terbaru dan bermanfaat.

Saat content creator punya personal branding yang kuat, mereka lebih mudah dapat follower. Alasannya, audiens yang percaya Anda akan lebih cenderung untuk memberikan like, komentar, dan membagikan konten Anda ke yang lain.

2. Menjadi Pribadi yang Unik

Masih ingat beda Raditya dan Dodit di atas? Nah, tujuan personal branding adalah membedakan diri Anda dengan orang lain, meskipun di niche yang sama.

Faktor pembedanya tidak perlu terlalu signifikan, kok. Sedikit perbandingan saja bisa membedakan Anda dari content creator lain. Misalnya, sikap, cara bicara, atau tagline.

apa itu personal branding? Berbagai upaya untuk membentuk citra diri, bisa dari sikap dan tagline seperti David Gadgetin

Tampil beda bagi content creator adalah keharusan, bukan hanya rekomendasi. Coba bayangkan, ada 45.000 content creator di Instagram di 2023, belum dari platform lain.

Bagaimana Anda bisa menonjol dari yang lain tanpa punya branding diri yang kuat?

Itulah kenapa personal branding itu penting. Ini bukan hanya soal siapa diri Anda, tapi juga bagaimana Anda mengkomunikasikan citra diri yang ingin Anda tunjukkan.

3. Membangun Networking

Jika Anda punya reputasi baik sebagai content creator, pasti banyak content creator lain yang mau Anda ajak berkolaborasi, bukan?

Nah, tujuan personal branding adalah mempermudah kolaborasi ini. Itulah kenapa banyak influencer, content creator, dan tokoh masyarakat serius membangun personal branding mereka.

Dengan kolaborasi, potensi untuk mendapatkan views atau follower menjadi lebih besar. Baik antar content creator maupun antara content creator dan brand.

personal branding adalah hal penting terutama karena dampaknya yang tinggi

Tak hanya itu, dengan personal branding yang kuat, saat Anda berada event offline di industri niche Anda atau komunitas online, Anda akan dilihat sebagai sosok yang spesial.

Ini bisa membuka pintu bagi Anda untuk peluang baru dan akses ke informasi berharga dari para profesional lainnya.

4. Punya Pengaruh yang Lebih Kuat

Seringkali, content creator menjadi influencer dan memiliki peran besar dalam mempengaruhi opini masyarakat.

Nah, personal branding artinya sangat vital dalam konteks ini. Itulah kenapa tujuan personal branding termasuk memperkuat pengaruh di masyarakat.

Bagaimana mencapai tujuan itu? Influencer kerap membangun personal branding dengan berbagi cerita, skill, dan wawasan yang nyata. Audiens jadi ingat dan percaya pada rekomendasi mereka.

Ini tidak hanya terjadi pada follower, tapi juga konsumen Anda. Contoh personal branding adalah Louis Rossman.

personal branding yang bisa mengatasi masalah pemirsa

Dia menjalankan bisnis jasa service MacBook dan sering live streaming di YouTube saat memperbaikinya. Ia jujur menunjukkan kelebihan dan kekurangan produk, meskipun produk itu sudah terkenal baik.

Baca: Cara Menjadi Influencer

5. Menapaki Karir yang Lebih Baik

Salah satu tujuan personal branding adalah peningkatan karir. Ini tidak hanya berlaku bagi profesional akan tetapi juga content creator maupun wirausaha.

Bagi profesional, branding diri membantu mendapatkan posisi lebih baik. Bagi content creator, manfaatnya terlihat dari meningkatnya follower. Bagi wirausaha, personal branding bisa membantu usaha berkembang.

Ketika Raffi Ahmad membangun personal brand sebagai artis, ia banyak mendapat tawaran di TV. Namun, saat membangun branding sebagai content creator di media sosial, namanya justru semakin berkibar bersama Rans Entertainment.

Cara Membangun Personal Branding dengan Tepat

Lalu, bagaimana cara membangun personal branding yang baik? Berikut adalah beberapa langkahnya:

1. Temukan USP Anda

Personal branding adalah tentang citra pribadi. Jadi, Anda bisa memulai cara membangun personal branding dengan menemukan apa saja USP atau unique selling point Anda.

Apa sih yang membuat Anda unik di niche Anda? Jika Anda YouTuber, personal branding itu juga tentang apa yang membedakan channel Anda dari yang lain.

Contohnya, di niche teknologi, sudah ada nama besar seperti David Gadgetin dan Sobat Hape. Anda bisa fokus pada keunikan sebagai content creator khusus produk Apple, seperti iTechLife, atau menjadi YouTuber untuk produk lama dan murah, seperti GadgetMax.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:

  • Refleksikan kemampuan dan keunikan Anda
  • Buat daftar kelebihan dan kekurangan Anda
  • Pelajari kelebihan dan kekurangan kompetitor, dan temukan gap yang potensial
    2. Tentukan Target Audiens
    Berikutnya, cara membangun personal branding adalah dengan memahami siapa target audiensnya.

Beda audiens, beda sifat dan kebutuhannya, jadi beda juga cara membangun personal branding untuk mereka. Ini bukan hanya tentang apa pesannya, tapi juga cara Anda menyampaikan pesan itu.

Kenapa? Karena personal branding adalah cara orang melihat diri Anda berdasarkan keunikan yang dimiliki. Meskipun fokusnya pada reputasi Anda, pendekatan yang tepat memudahkan upaya personal branding itu.

cara membangun personal branding adalah dengan konsisten terhadap kualitas konten sesuai target audiens

Misalnya, Anda ingin terlihat sebagai seorang content creator yang andal di dunia edukasi. Platform yang Anda gunakan adalah TikTok, yang sebagian besar digunakan oleh Gen Z.

Meskipun Anda bisa menyampaikan konten dengan santai, nada yang digunakan tidak boleh seperti seorang komika.

Nah, cara membangun personal branding di tahap ini adalah:

  • Pahami generasi audiens Anda, apakah mereka Gen Z, millennial, atau yang lainnya.
  • Cari tahu minat, gaya hidup, dan nilai-nilai yang mereka punya.
  • Lihat data dari audiens yang sudah Anda miliki di media sosial, seperti lewat YouTube analytics atau yang lainnya.
  • Cari informasi dari sumber lain seperti Statista atau WeAreSocial.

Baca: Cara Menjadi Content Creator

3. Buat Brand Message yang Pas

Personal branding adalah tentang ketepatan pesan. Setelah menemukan USP dan target audiens, cara membangun personal branding adalah dengan membuat brand message.

Gampangnya, inilah narasi utama yang paling pas dengan diri Anda dan menjadi panduan personal branding jangka panjang.

Apakah itu berarti harus ditulis dengan detail? Boleh saja. Ataukah cukup diingat sebagai komitmen untuk melakukannya? Sah-sah saja. Yang jelas, pesan brand Anda haruslah otentik, mudah diingat, dan konsisten.

Contoh personal branding adalah Faza Meonk. Dia seorang animator yang membuat karakter komik Si Juki. Di komik itu, humornya terasa sederhana, tapi pesan sosial yang disampaikan juga cukup kuat dan satir.

tujuan personal branding adalah membangun persepsi yang konsisten terhadap karya dan sosok content creator itu

Ini bisa menjadi personal branding yang dibangun. Dengan begitu, orang akan menantikan komik barunya dengan karakter yang tetap satir dan lucu.

Langkah personal branding dengan brand message adalah:

  • Cari pesan utama dari keunikan Anda dan konten yang dibuat
  • Sesuaikan pesan tersebut dengan target audiens, tanpa kehilangan jati diri Anda.
  • Gunakan brand message di semua platform yang Anda pakai.
  • Pantau keberhasilan pesan itu dan sesuaikan seiring perkembangan brand jika perlu.

4. Bangun Online Presence

Online presence adalah semua akun dan entitas online yang mendukung branding Anda. Jadi, saat membangun personal branding, jangan lupakan upaya membangun identitas online.

Anda merasa Anda hanya content creator yang fokus offline atau bisnis dengan target offline? Jangan salah, membangun identitas online tetap penting.

Alasannya, di era digital ini, banyak orang mencari informasi dan produk secara online sebelum memutuskan. Online presence yang kuat akan membantu Anda menjangkau audiens lebih luas, meningkatkan kredibilitas, dan menarik pelanggan baru.

manfaat personal branding adalah memberikan persepsi yang baik apapun media komunikasi yang digunakan

Platform media sosial dan website adalah alat efektif untuk berinteraksi dengan follower  dan konsumen serta membangun komunitas loyal.

Oh ya, website, blog, atau postingan media sosial berfungsi sebagai portofolio yang menunjukkan karya, keterampilan, dan kepribadian Anda. Calon klien dan audiens akan menilai kemampuan Anda.

Bahkan, brand seringkali lebih melihat seberapa jauh kiprah Anda di dunia maya sebelum mengajak kolaborasi atau menawarkan kontrak.

Cara membangun personal branding dengan online presence:

  • Temukan platform sesuai personal branding Anda, seperti Twitch untuk streamer dan blog untuk penulis.
  • Gunakan foto atau deskripsi yang sama di media sosial untuk konsistensi
  • Hanya posting konten berkualitas sesuai branding
  • Selalu tunjukkan branding Anda di setiap konten tersebut

5. Aktif Berkolaborasi

Beberapa orang percaya personal branding bisa dilakukan sendiri. Meskipun mungkin benar, kami kurang setuju. Di era online, kolaborasi aktif bisa menjadi cara membangun personal branding yang efektif, lho

Dengan kolaborasi dengan content creator di niche tertentu, Anda jadi bisa dikenal lebih luas dan mendapatkan peluang baru.

Oh ya, kolaborasi juga mencerminkan pandangan Anda. Misalnya, sering bekerja sama dengan content creator di bidang nutrisi sehat mendekatkan Anda dengan komunitas gaya hidup sehat juga, bukan? Nantinya, bisa menarik perhatian viewers yang peduli isu itu.

Kolaborasi juga bisa memperkuat personal branding dengan strategi baru. Misalnya, Jerome Polin sering bekerja sama dengan berbagai tokoh dalam tema “belajar bersama”.

personal branding adalah tentang upaya jangka panjang, jadi kolaborasi diperlukan

Namun, ia juga pernah berkolaborasi dengan TanBoy Kun, seorang content creator niche kuliner untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Lalu, bagaimana cara berkolaborasi untuk personal branding?

  • Buatlah konten terbaik agar layak diajak kerja sama dengan content creator lain.
  • Hubungi content creator lain atau lakukan pitch ke brand untuk kolaborasi.
  • Pelajari fitur terbaru media sosial untuk kolaborasi, seperti Stitch, Duet, atau live IG.
  • Fokus pada content creator di satu niche sebelum mengembangkan diri di niche lain.
  • Pastikan berkolaborasi dengan orang yang sesuai dengan tujuan personal branding Anda.

6. Monitor Perkembangan Personal Branding

Di awal, Anda perlu menetapkan personal branding dan membangunnya secara konsisten. Namun, apa yang ditentukan di awal tetap bisa diubah, lho.

Perkembangan apapun dari karir, termasuk personal branding, perlu disiasati. Perubahan tren konsumen, audiens, dan munculnya platform baru memerlukan strategi baru.

Banyak contoh di berbagai niche, terutama perubahan fokus content creator dan pebisnis dalam membangun online presence dari Facebook atau YouTube ke TikTok.

Sebagai platform baru yang ramah pemula, TikTok mendorong penyesuaian upaya personal branding. Ini tidak berarti mengubah gaya atau sikap, tetapi hanya kontennya.

Jika Anda pengajar bahasa Inggris yang membuat e-course, TikTok bisa digunakan sebagai teaser dengan konten ringan, seperti tips atau common errors. Bisa juga dengan sesuatu yang menggelitik seperti MrKeminggris ini:

Akun Keminggris di Instagram

Contoh Personal Branding

Inilah beberapa contoh personal branding yang bisa menginspirasi Anda:

1. Raditya Dika: From Blogger to Multifaceted Influencer

Raditya Dika awalnya dikenal sebagai blogger, lalu personal branding itu bergeser saat menjadi komika. Ini bukan branding baru sepenuhnya, karena setiap novelnya memang penuh humor.

Saat menjadi YouTuber, ia bahkan sempat menjadi salah satu content creator dengan follower terbanyak sebelum digantikan Ria Ricis dan Atta Halilintar.

Itulah sebabnya personal branding tidak bersifat statis, terutama dalam strategi pencapaiannya.

2. Fajar Sad Boy

Sedih, marah, polos, dan gombal bukanlah kesan positif. Namun, justru personal branding ini yang membuat Fajar Sad Boy seterkenal saat ini.

Kami paham contoh personal branding ini mungkin kurang relevan untuk branding bisnis atau profesional. Namun, Anda pasti sudah mendapatkan idenya, bukan?

Kami ingin menekankan bahwa keunikan diri, perilaku audiens, bisa membawa personal branding Anda menuju kesuksesan.

Oh ya, Fajar Sadboy sendiri menjadi viral setelah video dia menangis karena patah hati. Ekspresi emosi, diksi yang digunakan membuat banyak orang merasa nyambung dan sekaligus terhibur dengan semua kontennya.

3. Ria Ricis

Seperti Raditya Dika, Ria Ricis juga contoh personal branding kuat di dunia online. Review squishy-nya membuatnya dikenal luas dan menjadi salah satu content creator top Indonesia.

Bagaimana sih personal branding dari YouTuber ini? Lucu, otentik, dan santai. Citra diri itu tercermin jelas di berbagai konten. Baik yang bentuknya vlog, tantangan, sketsa komedi, dan konten gaya hidup.

Target audiens nya juga jelas, yaitu viewers GenZ yang ingin hiburan ringan tapi seru. Tak hanya itu, konsistensi dari Ria Ricis untuk membangun personal brand ini juga menjadi kunci suksesnya di berbagai platform di luar YouTube.

4. Jerome Polin

Bagi sebagian orang, sosok murid pandai adalah yang berkacamata, pendiam, dan serius. Namun, citra itu justru berlawanan dengan Jerome Polin. Inilah salah satu personal branding yang seakan melekat pada content creator ini.

Pembawaannya ceria dan santai. Meski beberapa konten edukasi yang disampaikan serius, tapi tetap menarik untuk disimak.

Menariknya, cara membangun personal branding yang dilakukannya juga unik. Misalnya, ia mengkombinasikan konten pendidikan dengan vlog atau review makanan seperti saat berkolaborasi dengan Sisca Kohl.

Dengan pendekatan ini, personal branding berupa making education fun rasanya dapat dicapai dengan baik.

Jadi, Personal Branding Artinya Apa Ya?

Personal branding adalah proses atau cara untuk membangun citra diri di masyarakat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Kami sudah menjelaskan apa itu personal branding di atas dan membuat Anda lebih paham apa saja tujuan personal branding dilakukan. Misalnya membangun kredibilitas, memudahkan kolaborasi, dan menguatkan peran sebagai influencer.

Tak lupa kami juga sudah membahas cara membangun personal branding, yaitu:

  • Mencari USP Anda
  • Menentukan target audiens
  • Membuat brand message
  • Membangun online presence
  • Aktif bekerja sama dengan content creator lain
  • Memonitor perkembangan brand

Semoga informasi ini bermanfaat. Simak terus artikel menarik dari blog Utas tentang content creator dan cara mengoptimalkan konten Anda. Sampai jumpa!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *