fbpx

Apa Itu Influencer? Ini Pengertian, Jenis, dan Pekerjaannya

Content creator dan influencer adalah dua istilah yang berhubungan. Anda sudah tahu tentang content creator, kan? Sekarang mari bahas apa itu influencer.

Influencer artinya orang yang bisa mempengaruhi orang lain, apapun bentuknya. Nah, saat media sosial booming, influencer menjadi menjadi salah satu pekerjaan yang menjanjikan. Wah, apa pekerjaan seorang influencer, ya?

Tenang, kami akan menjelaskan semuanya di artikel ini. Ayo, lanjut baca sampai selesai!

Apa Itu Influencer?

Influencer adalah orang yang mempengaruhi orang lain, baik dengan tujuan membangun persepsi maupun untuk melakukan tindakan tertentu. Wujudnya bisa berupa pengenalan brand baru sampai dengan promosi produk.

Arti influencer berasal dari kata di dalam bahasa Inggris yaitu influence yang artinya pengaruh.

Secara umum, pengertian influencer memang mengacu ke orang yang punya pengaruh kuat. Lingkupnya bisa terbatas, atau melibatkan masyarakat luas.

Apa itu Influencer? Ini penjelasannya menurut ahli

Namun, yang dikenal dengan apa itu influencer saat ini lebih ke bentuk promosi bisnis yang menggunakan media online. Lantas, kenapa influencer adalah sosok penting dewasa ini?

Survei menunjukkan bahwa 69% konsumen percaya pada apa yang direkomendasikan oleh influencer. Baik sekadar ucapan atau memang tindakan nyata. Misalnya, saat seorang influencer menggunakan produk dari brand tertentu.

Oh ya, sebenarnya apakah seorang influencer adalah tokoh masyarakat, artis, olahragawan, dan musisi? Sebagian besar iya. Namun, saat ini siapapun bisa jadi influencer sesuai dengan skala pengaruhnya.

Influencer tidak selalu profesional yang dibayar, kan? Tidak selalu. Namun, ketika bicara ranah profesional, influencer adalah orang yang memang punya tujuan khusus dalam menggunakan pengaruhnya sesuai dengan kesepakatan bisnis dengan brand.

Influencer di dunia bisnis? Ya. Influencer adalah bagian tak terpisahkan dari influencer marketing. Dan ini tidak hanya terjadi di luar negeri, tapi juga di Indonesia.

Data terbaru Statista menyebut kalau pasar influencer marketing di Indonesia itu diprediksi naik 11,10% dari tahun 2024 hingga 2029. Nantinya, akan mencapai volume pasar sebesar US$380,80 juta.

Setelah tahu apa itu influencer, jadi tertarik menjadi influencer? Kenali dulu apa pekerjaan influencer, yuk.

Apa Pekerjaan Influencer

Ini dia beberapa pekerjaan influencer yang utama, di ranah online atau media sosial:

1. Membuat Konten yang Menarik

Pertama, pekerjaan influencer adalah membuat konten. Itulah alasan kenapa kami di awal menyebut bahwa content creator dan influencer saling berkaitan.

Konten yang dibuat oleh influencer itulah yang digunakan untuk mempengaruhi orang lain. Formatnya bisa tulisan, podcast, video, dan lainnya. Isinya bisa rekomendasi, ataupun larangan.

Influencer adalah orang yang mengajak orang lain melakukan sesuatu

Contohnya, saat gamer top Miawaug membuat konten dengan game terbaru, ia mengajak viewernya untuk mencobanya. Saat itu, Miauwg bukan hanya content creator, tapi juga influencer.

2. Menganalisis Kinerja Konten

Apakah cukup hanya membuat konten bagus sebagai influencer? Tidak. Anda perlu memastikan konten Anda selalu menarik perhatian.

Jadi, apa pekerjaan influencer dalam konteks ini? Menganalisa konten yang banyak ditonton dan membuat konten serupa yang disukai audiens.

Tenang, semua itu bisa dilakukan otomatis dari platform yang Anda gunakan. Di YouTube, cek di YouTube Studio Dashboard, dan di TikTok, Anda bisa melihatnya di TikTok Analytics.

Apa pekerjaan influencer? Salah satunya melakukan analisis konten

3. Membangun Engagement

Tugas influencer adalah juga membangun engagement, terutama jika menggunakan platform  media sosial seperti Instagram, X, atau YouTube.

Media sosial itu tempat engagement, lho. Algoritmanya akan mempromosikan konten dengan banyak like, komentar, dan share. Jadi, postingan influencer biasanya ramai dengan interaksi.

Influence artinya orang yang memberikan pengaruh, baik dalam pandangan maupun tindakan

Oh ya, pernah lihat konten Medy Renaldy tentang action figure Lionel Messi? Karena ada komentar dari audines, Medy sampai membuat konten khusus untuk meresponsnya, lho. Ini contoh engagement seorang influencer.

4. Mengelola Personal Brand

Bicara apa itu influencer tak bisa lepas dari personal brand. Alasannya, hanya orang dengan reputasi baik yang akan diikuti. Jadi, influencer adalah tentang nilai yang mereka tawarkan.

Sebagai contoh, jika Anda seorang penulis ebook terkenal, saat Anda memberikan rekomendasi buku untuk dibaca tahun ini, apakah itu akan didengar oleh follower Anda? Tentu saja.

Namun, ingat arti influence itu juga niche-related. Maksudnya, sebagai penulis ebook, Anda mungkin akan lebih kuat sebagai influencer rekomendasi buku dibanding gaya hidup sehat.

Itulah kenapa pekerjaan influencer adalah membangun personal brand. Citra seperti apa yang ingin Anda buat? Di niche apa Anda ingin menjadi seorang ahli? Itu yang harus dipikirkan.

5. Bekerjasama dengan Brand

Apa pekerjaan influencer selanjutnya? Bekerja sama dengan brand. Ini adalah pekerjaan influencer yang paling menjanjikan karena langsung berdampak pada penghasilan.

Kerjasama ini bentuknya bisa singkat seperti dalam bentuk sponsored post. Bisa juga dalam jangka waktu panjang berupa kontrak atau brand partnership. Anda bisa menunggu brand menawarkan kerjasama atau Anda pribadi yang melakukan pitch ke brand.

Apakah itu artinya influencer adalah orang yang membuat konten khusus untuk brand? Kadang seperti itu. Namun, tak jarang juga yang hanya menampilkan produk di sela konten asli mereka.

Arti influencer adalah orang yang mengajak orang lain melakukan sesuatu yang kadang termasuk promosi produk

David Gadgetin, misalnya. Ia masih tetap dalam perannya sebagai content creator dan influencer di niche gadget. Kontennya juga masih seputar review hape. Namun, di sela review dia mengenalkan produk yang menjadi sponsor video itu.

5. Terus Update Tren dan Berinovasi

Tren di media sosial selalu berubah dan influencer harus selalu up-to-date dengan tren terbaru. Tujuannya, agar konten mereka tetap relevan.

Katakanlah, Anda adalah content creator di niche parenting. Ebook dan video Anda banyak membahas cara mengasuh anak. Selama ini, Anda menggunakan Facebook, sebagai platform utama.

Namun, jika kemudian Anda ingin menjangkau anak muda atau Gen Z, maka Anda perlu terjun ke TikTok. Alasannya di sanalah target audiens Anda berada.

Dengan tetap relevan dengan audiens dan tren penggunaan platform, peran Anda sebagai influencer akan makin besar.

Jenis Jenis Influencer

Berikut adalah beberapa jenis influencer berdasarkan jumlah follower dan jenis kontennya:

1. Mega Influencer

Mega influencer adalah jenis influencer dengan followers terbanyak, yaitu lebih dari 1 juta. Nama besar seperti Ria Ricis, Atta Halilintar, dan Fiki Naki termasuk dalam kategori ini.

Ciri mega influencer adalah reach setiap postingannya yang luar biasa, membuat kerja sama mereka dengan brand biasanya mahal. Namun, tingkat engagement mereka umumnya rendah.

2. Macro Influencer

Jika memiliki lebih dari 100 ribu follower di media sosial, Anda bisa disebut macro influencer. Penulis novel Dear Nathan, Erisca Febriani, termasuk dalam kategori ini.

Salah satu contoh macro influencer adalah Erisca Febriani

Macro influencer adalah mereka yang sudah dikenal, tetapi belum sepopuler mega influencer. Pengaruh mereka cukup kuat di niche tertentu dan kelebihan macro influencer adalah reachnya masih besar tapi engagement lumayan tinggi.

3. Micro Influencer

Micro influencer adalah influencer dengan 10 ribu hingga 100 ribu pengikut. Mereka fokus pada niche tertentu dan memiliki engagement yang tinggi.

Micro influencer adalah orang yang followernya di kisaran 10 sampai 100 ribu

Agus Mulyadi adalah influencer yang diakui sebagai blogger dan penulis andal. Namun, reach-nya belum seluas mega influencer seperti Raditya Dika. Namun, kekuatan engagement jenis influencer ini kerap jadi andalan.

4. Nano Influencer

Bagi content creator pemula, Anda bisa mempertimbangkan untuk menjadi nano influencer. Jumlah followernya di kisaran 10 ribu orang. Dengan audiens yang sedikit, nano influencer biasanya memiliki engagement yang lebih baik.

Apakah influencer adalah jenis influencer yang menarik bagi brand? Tentu, bahkan 70% dari brand bekerja sama dengan creator yang lebih kecil.

Contoh influencer nano biasanya, content creator lokal di kota tertentu, penulis di niche spesifik misalnya kesehatan anak, dan lainnya.

5. Niche Influencer

Jenis influencer ini diukur dari fokus kontennya, bukan jumlah follower. Biasanya mereka merupakan ahli di bidang tertentu dan fokus kontennya juga di topik tertentu. Contohnya, Tom Mc Ifle adalah influencer di niche bisnis, sementara Dyodoran di niche kuliner.

6. Selebgram

Selebgram adalah singkatan dari selebriti Instagram. Perannya sebagai influencer adalah mempengaruhi audiens lewat konten di platform Instagram.

Yang dulu cukup fenomenal sebagai selebgram adalah Rachel Vennya (@rachelvennya). Ia merupakan content creator yang banyak memposting foto keren di niche gaya hidup, fashion, dan parenting.

7. YouTuber

Indonesia memiliki banyak influencer di YouTube. Para YouTuber dapat mempengaruhi banyak follower mereka dari konten video yang dibuat. Deddy Corbuzier adalah salah satu yang terkenal.

YouTube juga merupakan jenis influencer paling umum di Indonesia dengan follower jutaan

Namun, jangan lupakan nama-nama seperti Frost Diamond dan Jess No Limit, ya. Mereka influencer terkenal di dunia game. Rekomendasi mereka berpengaruh bagi para gamer, baik anak-anak maupun dewasa.

8. TikToker

Di TikTok, juga ada banyak influencer, mulai dari nano hingga mega influencer. Salah satu yang terkenal adalah Willie Salim, yang saat ini memiliki lebih dari 57 juta pengikut.

Dengan meningkatnya popularitas TikTok, influencer TikTok juga makin banyak. Di platform ini, siapa dengan konten viral bisa cepat mendapatkan banyak follower. Nantinya, bisa lebih mudah menjadi influencer.

9. Blogger

Di dunia penulisan, blogger adalah salah satu content creator yang sering menjadi influencer. Di luar negeri, Seth Godin dikenal dalam content writing, sementara Rand Fishkin tetap menjadi influencer top di dunia SEO.

Di Indonesia, nama seperti Dee Lestari dan Trinity Traveler tentu tak bisa dipandang sebelah mata.

10. Brand Ambassador

Brand ambassador adalah influencer yang ditunjuk resmi oleh sebuah brand untuk menjadi representasi mereka dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, akan sesuai niche influencer itu.

Jenis influencer yang langsung ditunjuk oleh brand adalah Brand Ambassador

Berbeda dengan influencer biasa, brand ambassador biasanya memiliki kontrak eksklusif dengan satu brand. Contoh brand ambassador adalah Nora Alexandra untuk produk skincare.

11. Key Opinion Leader (KOL)

KOL adalah singkatan dari Key Opinion Leader, yaitu influencer yang memiliki reputasi baik di bidang tertentu dan menjadi rujukan orang untuk rekomendasi produk atau informasi.

Contoh KOL di niche kesehatan dan kebugaran adalah Ade Rai. Selain prestasi dan reputasinya, Ade Rai juga aktif memberikan edukasi di bidang tersebut.

Manfaat Influencer

Setelah memahami apa itu influencer dan jenis-jenisnya, kenapa sih Anda perlu menjadi influencer?

1. Menjadi Motivator Perubahan

Sebagai content creator, Anda bisa menyampaikan rekomendasi atau pandangan tentang topik atau produk. Namun, sebagai influencer, pengaruh Anda lebih besar.

Sebagai YouTuber kuliner yang peduli UMKM Indonesia, Anda tidak hanya mereview street food, tetapi juga menekankan pentingnya membeli produk untuk mendukung ekonomi UMKM.

2. Memperluas Jaringan

Sebagai influencer, Anda bisa menyampaikan pesan secara lebih aktif dibandingkan content creator biasa. Ini membantu orang memahami nilai yang Anda pegang.

Nantinya, content creator yang sejalan akan mendatangi Anda. Mereka mungkin akan mengajak Anda berkolaborasi untuk menyampaikan pesan yang sama. Dengan begitu, jaringan Anda akan semakin luas.

3. Mendapatkan Penghasilan

Anda bisa menjadi influencer tanpa dibayar, seperti halnya content creator. Namun, dengan maraknya influencer marketing, banyak brand yang siap menawarkan kerja sama untuk promosi produk yang sesuai dengan niche Anda.

Walaupun followers di media sosial masih sedikit, Anda tetap bisa jadi nano influencer. Nantinya, Anda akan mendapatkan uang dari sponsored post. Siapa tahu, bisa jadi brand ambassador untuk produk yang sesuai dengan keahlian dan reach Anda.

4. Mendapatkan Produk Eksklusif

Banyak influencer yang tidak hanya mendapatkan uang, tetapi juga produk eksklusif. Contohnya, saat Medy Rinaldi ditunjuk sebagai content creator di Indonesia untuk mereview robot Megatron.

Ini juga berlaku untuk influencer di bidang teknologi, gaming, fashion, dan kecantikan. Banyak brand yang memberi Anda produk gratis, seringkali berupa produk eksklusif untuk bahan review konten.

5. Flexibilitas Bekerja

Apabila influencer adalah profesi Anda, maka Anda bisa menjalani pekerjaan kapan saja dan di mana saja. Inilah manfaat influencer yang membuatnya jadi pekerjaan dambaan banyak orang.

Bahkan, jika Anda merupakan seorang travel blogger seperti Trinity Traveler, bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan kesempatan untuk bisa piknik gratis.

6. Koneksi Global

Dengan peran Anda sebagai influencer di salah satu niche maka Anda juga bisa berkesempatan untuk membangun koneksi di kancah global.

Manfaat influencer adalah juga untuk membangun koneksi global

Sebagai contoh Indra iTechLIfe baru-baru ini bisa bertemu dengan CEO Apple, Tim Cook secara langsung dan membuat konten eksklusif untuk Apple pada saat kunjungannya ke Indonesia.

Jadi, Influencer Adalah?

Anda jadi lebih paham apa itu influencer, kan? Gampangnya, influencer adalah orang yang bisa memberikan pengaruh berkat reputasinya yang baik menggunakan konten yang diposting di media sosial dan lainnya.

Apa pekerjaan influencer? Kami pun sudah menjelaskan bahwa influencer perlu membuat konten menarik, membangun personal brand dan bekerja sama dengan brand.

Nah, berbekal informasi di atas, Anda makin yakin untuk terjun menjadi seorang influencer? Kami doakan yang terbaik untuk keberhasilan Anda. Jika masih ada pertanyaan, silakan tinggalkan pesan di kolom komentar dan ikuti terus blog Utas, ya!

FAQ tentang Influencer

Apa bedanya influencer dan content creator?

Content creator adalah pembuat konten yang kadang bisa mempengaruhi orang. Influencer adalah orang yang mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu, apapun profesinya.

Content creator fokus pada pembuatan konten seperti video, foto, atau tulisan tanpa memikirkan dampaknya. Sementara itu, influencer adalah profesional yang mempengaruhi orang, biasanya saat memperkenalkan merek atau mempromosikan produk baru.

Apakah influencer dan selebgram itu sama?

Selebgram merupakan jenis influencer yang media utamanya adalah Instagram. Jadi, tidak semua influencer adalah selebgram. Jika Anda lebih fokus di Instagram dan punya jutaan follower di sana dengan berbagai postingan foto, Reels dan videos, Anda menjadi Selebgram.

Gimana jadi influencer?

Anda bisa mulai dengan memilih jenis influencer yang akan ditekuni. Kemudian, memilih platform utama untuk membangun reputasi. Setelah itu, Anda bisa mulai berkolaborasi dengan content creator lain atau bekerja sama dengan brand sebagai seorang profesional.

Apa keuntungan influencer?

Keuntungan influencer yang utama tentu memiliki reputasi yang baik di masyarakat. Selain itu, menjadi influencer bisa meningkatkan pendapatan dari kerjasama dengan brand secara profesional. Yang tak kalah penting, influencer umumnya memiliki follower yang loyal dan terus mengikuti setiap konten yang dibuat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *