fbpx

Conversion Rate: Pengertian, Cara hitung dan Meningkatkannya

Conversion rate adalah parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan dari suatu campaign pemasaran online. Banyak pelaku bisnis yang menggunakan ini untuk mengetahui apakah promosi yang dijalankan efektif atau tidak. 

Tingkat konversi tinggi menunjukkan campaign yang berjalan maksimal dan sebaliknya, tingkat konversi rendah berarti perusahaan perlu evaluasi lagi terhadap campaign yang diterapkan. Lantas, bagaimana cara menghitung tingkat konversi atau conversion rate? Berikut penjelasannya. 

Pengertian dan Cara Menghitung Conversion Rate 

Conversion rate mencatat persentase jumlah pengunjung situs yang menyelesaikan tindakan yang diinginkan. Maksud tindakan yang diinginkan adalah membeli produk, klik iklan, mengisi formulir, membuka email atau tindakan lain yang diinginkan perusahaan dari seorang pengunjung web. 

Tingkat konversi mengambil jumlah total pengguna yang memberikan tanggapan terhadap CTA (Call to Action). Biasanya conversion action ini adalah tindakan yang dapat menguntungkan perusahaan. 

Ketika ada pengunjung yang melakukan CTA, sistem CRM (Customer Relationship Management) akan membawa pengunjung tersebut sesuai marketing funnel. Tentunya membawa pengunjung website satu tingkat lebih dekat menjadi seorang pelanggan potensial. 

Cara menghitung conversion rate yaitu dengan mengambil jumlah pengguna yang menyelesaikan CTA, kemudian dibagi dengan total jumlah pengunjung situs dan dikalikan 100. 

Contoh: 

Anda mengirim campaign peluncuran produk baru ke 20.000 pelanggan yang sebelumnya pernah membeli produk. Dari kelompok pelanggan tersebut, ternyata ada 800 orang yang klik campaign

Conversion rate = (800/20.000) % = 0,04% 

Baca juga: Pricing Strategy: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Contoh

Cara Meningkatkan Conversion Rate 

Conversion rate rata-rata untuk berbagai jenis industri sekitar 2,35%. Bahkan sekitar 10% pelaku usaha terkemuka bisa mencapai tingkat konversi hingga 11,4%. Jika tingkat konversi Anda masih rendah, diperlukan conversion rate optimization (CRO) yang akan membantu meningkatkannya. 

1. Menggunakan Pesan Pop Up 

Beberapa dari Anda mungkin pernah menemukan pesan yang muncul (pop up) saat mengakses suatu situs web. Pesan tersebut dirancang agar pengunjung mudah melihat dan tertarik memberikan respons atau action seperti yang diinginkan pemilik web. 

Pesan pop up adalah salah satu teknik CRO yang bisa diterapkan untuk berbagai jenis bisnis. Anda dapat mengatur tampilan pop up, mulai dari bentuknya, kapan pesan harus muncul dan jangka waktu pesan pop up hilang atau dapat ditutup. 

Pastikan pesan pop up didesain dengan baik dan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung saat mengakses website Anda. Sebelum menerapkan pesan pop up, jangan lupa untuk uji coba terlebih dahulu. Apakah sudah bagus dan tepat atau perlu disesuaikan lagi. 

2. Landing Page 

Berikut, cara meningkatkan conversion rate adalah menggunakan landing page yang kreatif dan menarik. Website harus memiliki landing page yang memudahkan pengunjung dalam navigasi atau berselancar di halaman web dan menemukan apa yang mereka cari. 

Landing page yang menarik menjadi salah satu kunci penting untuk membuat pengunjung Anda melakukan tindakan yang diinginkan (conversion action). 

Jika Anda adalah salah satu pelaku usaha yang membutuhkan ini, Utas.co memiliki fitur landing page yang dapat meningkatkan conversion rate. Anda bisa menjual produk digital, produk fisik dan layanan lain melalui platform Utas. 

3. Layanan Customer Service 

Perusahaan mungkin sudah mencantumkan semua informasi secara jelas di halaman website. Namun, terkadang pelanggan lebih nyaman untuk bertanya langsung. Adanya layanan customer service akan sangat membantu pelanggan yang memiliki pertanyaan. 

Salah satu cara yang banyak dilakukan perusahaan untuk meningkatkan conversion rate adalah menyediakan akses yang mudah ke layanan customer service. Contohnya dengan menempatkan tombol chat di halaman website yang mudah dilihat pengunjung. 

4. Menggunakan CTA 

Pengertian conversion action adalah tindakan yang diinginkan oleh perusahaan untuk diselesaikan oleh pengguna atau pengunjung web. Conversion action bisa berupa klik link atau lainnya yang berujung pada pembelian produk atau layanan perusahaan. 

Cara agar lebih banyak pengguna yang melakukan conversion action pada web Anda adalah dengan menggunakan CTA atau Call To Action. CTA dapat dibuat dengan teks yang persuasif, gambar yang menarik, tombol atau bentuk lain yang membuka peluang untuk conversion rate yang lebih tinggi. 

5. Remarketing 

Tujuan optimasi conversion rate adalah meningkatkan penjualan atau keuntungan perusahaan. Optimasi tingkat konversi ini dapat dilakukan dengan remarketing. Metode ini menggunakan iklan yang ditampilkan secara langsung kepada audiens. 

Jika pengunjung web Anda tidak melakukan conversion action apapun, maka bisa dengan remarketing yaitu menampilkan iklan ke website lain yang dibuka audiens setelah itu. Metode remarketing dapat memanfaatkan Google Ads, Instagram Ads, Facebook Ads dan sejenisnya. 

Baca juga: Engagement: Pengertian, Manfaat & Cara Meningkatkan!

Mengapa CRO Penting? 

Optimasi diperlukan agar tingkat konversi web Anda dapat meningkat dengan cepat. CRO penting untuk bisnis Anda karena bisa memberikan manfaat seperti berikut. 

1. Meningkatkan Keuntungan 

Tingkat konversi yang tinggi memberikan peluang bagi perusahan untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi pula. Misalnya Anda dapat memperoleh laba Rp 25.000 dengan conversion rate 1%, jika conversion rate naik 5%, maka keuntungan perusahaan juga naik menjadi Rp 125.000. 

2. Menghasilkan Pelanggan Tetap 

Salah satu manfaat penting dari conversion rate adalah membantu perusahaan mendapatkan lebih banyak pelanggan tetap. Optimasi diperlukan agar pengunjung tertarik untuk menyelesaikan konversi seperti yang diharapkan perusahaan. 

3. Meningkatkan SEO 

Search Engine Optimization (SEO) dan CRO memiliki keterkaitan. SEO yang tepat dapat meningkatkan jumlah pengunjung sehingga peluang terjadinya konversi juga lebih besar. Begitu juga sebaliknya, CRO bisa berdampak pada SEO website Anda. 

Semakin tinggi tingkat konversi pada situs web, maka situs tersebut akan semakin dipercaya oleh pelanggan. Situs web dengan tingkat konversi tinggi biasanya akan dinilai pengguna sebagai situs web yang kredibel. Nah, website yang kredibel akan lebih diutamakan oleh search engine. 

4. Memudahkan Memahami Konsumen 

Dalam optimasi tingkat konversi web, Anda mungkin perlu mencari tahu kenapa pengunjung web tinggi tetapi hanya sedikit yang membeli produk atau layanan Anda. Apakah campaign produk yang kurang menarik atau proses checkout yang terlalu rumit untuk pelanggan. 

CRO memungkinkan Anda untuk lebih memahami perilaku konsumen, bagaimana cara pengunjung dalam berinteraksi dengan website dan apa yang menjadi harapan pelanggan dari website Anda. 

Baca juga: Unique Selling Point (USP): Pengertian, Atribut, Cara Menentukan dan Contoh

5. Mengurangi Biaya Pemasaran 

Apakah Anda pernah mendengar istilah Cost per Acquisition (CPA)? Istilah ini digunakan untuk biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam upaya menghasilkan konversi dari website. Jika perusahaan ingin untung, maka CPA tinggi harus mendapatkan conversion rate yang tinggi. 

CPA akan menjadi lebih rendah saat ada pengunjung website yang melakukan transaksi. Misalnya, Anda mengeluarkan biaya untuk campaign produk sebesar Rp 10.000.000 dan berhasil mendatangkan 50.000 pengunjung dengan 10.000 pengunjung yang membeli. Tingkat konversi berarti 50.000/10.000 % atau 20%. 

Menghitung CPA: 

CPA = Biaya Pemasaran / jumlah pelanggan terkonversi 

CPA = 10.000.000 / 10.000 = Rp 1.000 

Artinya, biaya yang harus dikeluarkan perusahaan adalah Rp 1.000 untuk 1 pelanggan. 

Bagaimana jika conversion rate ditingkatkan menjadi 40%? 

Apabila conversion rate 40%, berarti Anda mendapatkan 20.000 pelanggan yang menyelesaikan konversi. Berarti CPA untuk campaign tersebut adalah: 

CPA = 10.000.000 / 20.000 = Rp 500 

Perusahaan dapat menghemat biaya campaign menjadi Rp 500 per 1 pelanggan dari sebelumnya Rp 1000 per pelanggan. 

Itulah pembahasan mengenai conversion rate, cara menghitung dan pentingnya optimasi. Jadi, manfaat utama optimasi conversion rate adalah meningkatkan keuntungan perusahaan. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *