Pembuatan konten tidak lepas dari yang namanya content strategy. Content strategy merupakan cara terstruktur yang melibatkan perencanaan sampai kapan distribusi konten. Untuk itu, para konten creator atau digital marketing harus melakukan tahapan ini agar bisa mencapai tujuan.
Untuk Anda yang masih awam atau yang ingin berjualan lewat digital, maka harus tau apa yang dimaksud dengan strategi konten. Alasan apa yang mendasari kenapa proses ini penting dibuat? Lalu, apa bedanya dengan content plan dan content marketing?
Semua akan terjawab dalam artikel ini. Tidak hanya itu, Anda juga akan tahu cara menyusun content strategy sampai contohnya akan dijelaskan lengkap. Mau tahu apa saja? Yuk kita simak ulasannya berikut ini.
Daftar Isi
Apa Itu Content Strategy?
Sesuai namanya, content strategy adalah proses perencanaan untuk mencapai tujuan bisnis. Agar tujuan tercapai, maka digunakan alat konten agar bisnis berkembang.
Content strategy dapat juga dikatakan rencana yang dilakukan dengan mempublikasikan konten, memilih tipe konten, cara membuat, sampai cara distribusi konten. Tidak hanya itu, perencanaan ini juga dilakukan dengan mengukur keberhasilan konten.
Apakah content strategy ini hanya untuk pemasaran? Tentu saja tidak. Meskipun umumnya digunakan untuk tujuan marketing, ada juga content strategy yang memiliki tujuan lainnya seperti edukasi.
Baca juga: Content Marketing: Pengertian, Tujuan dan Contohnya
Mengapa Content Strategy Penting Dibuat?
Dengan melaksanakan content strategy, Anda bisa mendapatkan banyak manfaat. Manfaat utama untuk menentukan arah dari konten yang dibuat agar sesuai dengan apa yang dituju.
Bisa dibayangkan, bagaimana jika tidak ada strategy content, tentu Anda akan kesulitan untuk memulai konten bahkan dalam prosesnya akan mengalami rintangan. Hasil akhirnya, tidak bisa mendapatkan tujuan Anda.
Dengan adanya content strategy, berguna juga agar alur kerja menjadi lebih optimal, efektif, dan efisien. Hasil konten yang dipublikasikan nantinya akan mampu meningkatkan brand awareness untuk produk Anda.Â
Jika bisnis Anda fokus pada jual produk digital seperti e-book, kursus online, atau aset desain, strategi konten yang tepat akan membantu menarik lebih banyak audiens dan meningkatkan penjualan secara signifikan.
Perbedaan Content Strategy vs Content Plan vs Content Marketing
Banyak yang masih bingung perbedaan istilah content strategy, content plan, dan content marketing. Nah, disini, kita bahas lebih lanjut mengenai perbedaannya. Content strategy adalah rencana terstruktur dan menyeluruh untuk mengoptimalkan, mengelola konten agar sesuai dengan tujuan bisnis.
Sedangkan content marketing merupakan implementasi dari strategi tersebut. Jadi, content marketing ini meliputi produksi dan distribusi konten dan cara mempertahankan konsumen. Adapun tujuannya agar konten tersebut bisa mempertahankan loyalitas pelanggan.
Terakhir, adalah content plan. Nah, khusus content plan ini bagian dari content strategy yang dimana tentang bagaimana konten tersebut dibuat baik dalam hal topik, kata kunci, dsb.
Baca juga: Content Plan: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh
Cara Menyusun Content Strategy
Setelah Anda memahami apa yang dimaksud content strategy, perlu diketahui bagaimana penyusunannya agar sesuai dengan tujuan. Berikut adalah proses penyusunan dari strategi konten agar berhasil.
1. Tetapkan Tujuan
Langkah pertama, tetapkan tujuan Anda dalam membuat konten. Pikirkan apa visi dan misi, target marketing, sampai kebutuhan konten. Setelah itu, rapatkan juga dengan para rekan bisnis Anda untuk mendapatkan masukan terbaik tentang tema konten yang nantinya dipilih.
Perlu diketahui, tujuan konten bisa berubah seiring kebutuhan. Jadi, Anda harus memiliki fleksibilitas ide untuk mencapai perkembangan bisnis lebih optimal.
2. Pahami Audiens
Langkah berikutnya yaitu memahami audiens dengan baik. Dengan pemahaman terkait audiens, Anda bisa menyusun strategi konten terbaik yang sesuai dengan kebutuhannya. Tanpa adanya informasi audiens, maka konten yang dibuat tidak akan berjalan efektif.
Lalu, apa saja yang harus diperhatikan? Anda bisa memulainya dengan mencari tahui siapa yang akan menjadi target bisnis, golongan seperti apa, sampai hal yang mereka sukai dan banyak diminati secara umum.
Dengan begitu, Anda bisa menarik Kesimpulan tentang konten yang akan dibuat. Tentukan juga pilihan platform yang banyak diminati untuk ladang bisnis Anda. Contohnya bisa menggunakan platform Utas sebagai sarana penjualan produk atau jasa Anda.
3. Riset Pesaing
Setelah mengenal target pemasaran, lihat juga siapa pesaing Anda dalam bisnis. Dapatkan informasi tentang kelemahan, serta kelebihan pesaing. Manfaatkan juga tools yang tersedia untuk membantu dalam mengenal kompetitor dan mengembangkannya menjadi ide baru untuk mencapai tujuan bisnis.
4. Cari Kelebihan Diri
Hal utama yang tidak boleh dilewatkan dalam membuat content strategy yakni mengenali kelebihan diri. Dengan mengenal kelebihan bisnis Anda sendiri, maka sangat membantu dalam menempatkan perusahaan menjadi lebih unggul lagi.
Dengan memahami kelebihan ini juga bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi dan pembeda dari kompetitor Anda. Dengan begitu, kesuksesan bisnis menjadi lebih optimal lagi. Menarik bukan?
5. Estimasi Biaya
Penyusunan content strategy juga harus memperhatikan biaya. Tidak mungkin bisnis berjalan tanpa adanya perhitungan biaya yang baik. Oleh sebab itulah, penyusunan strategi konten ini juga harus direncanakan dengan mempertimbangkan biaya yang ada.
Buat pemasaran konten dengan biaya yang efisien agar bisa memperoleh profit besar. Hal ini menjadi tips dasar bagi para pengusaha.
6. Rencanakan Metrik Pengukuran
Dalam menyusun strategi, tentu dibutuhkan alat ukur keberhasilan. Jadi, Anda juga tidak boleh melewatkan metrik-metrik dalam mengukur keberhasilan tujuan pembuatan konten. Misalnya, untuk meningkatkan brand awareness, diperlukan metrik dalam hal traffic, shares, dan jumlah penonton.
Baca juga: Content Calendar: Tools Penting Untuk Strategi Konten
Contoh Content Strategy
Berikut ini adalah beberapa contoh content strategy yang bisa menginspirasi Anda dalam merencanakan konten. Simak diantaranya sebagai berikut:
1. Tokopedia
Aplikasi jual beli yang banyak dikenal di Indonesia salah satunya adalah Tokopedia. Platform ini memiliki content strategy dimana untuk tujuan edukasi. Konten-konten marketingnya kebanyakan berisi tutorial berbelanja di Tokopedia.
Bahkan, ada juga isi kontennya yang mengedukasi tips untuk mengoptimalkan Tokopedia baik bagi penjualan maupun pembeli. Anda bisa melihat konten ini di berbagai platform terkenal seperti YouTube maupun dalam artikel website.
Dengan konten edukatif ini membuat banyak audiens tertarik menggunakan Tokopedia karena mudah digunakan.
2. Wardah
Contoh strategy content berikutnya adalah dari brand kecantikan, Wardah. Strategi kontennya menjelaskan tutorial make up serta tips merawat kulit.
Dengan cara ini konsumen akan merasa tertarik dengan brand tersebut karena bisa melihat hasil konten dari merias wajah. Selain itu, ini juga akan meningkatkan kesadaran dalam membeli produk tersebut.
3. Gojek
Anda bisa melihat contoh lain dari aplikasi Gojek. Untuk memasarkan platform ini, pemilik menyusun strategy content dengan memberikan informasi apa saja kelebihan yang didapatkan para penggunanya.
Di konten Gojek, juga ada kisah inspiratif bagi bisnis tersebut karena bisa meningkatkan engagement dan citra perusahaan. Ada juga konten yang menunjukkan platform ini juga support kesejahteraan ekonomi di Indonesia.
Nah, itulah beberapa contoh content strategy yang bisa Anda jadikan inspirasi. Hal terpenting dalam membuat content strategy yaitu sesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan bisnis Anda. Untuk mendukung strategi terbaik, diimbangi juga dengan platform Utas yang bisa memudahkan dalam mengaudit konten, analisis audiens, kompetitor, dsb.
