Strategi marketing memang efektif untuk menarik banyak pelanggan. Namun, jika Anda masih awam dalam dunia marketing, mungkin penasaran dengan istilah CTA atau call to action. Call to Action adalah cara pemasaran untuk membuat pelanggan melakukan langkah yang diharapkan.
Mengapa call to action penting? Lalu, bagaimana teknis dari call to action dan cara membuatnya? Daripada penasaran, lebih baik kita simak pembahasan lengkapnya mengenai CTA di bawah ini.
Daftar Isi
Apa Itu Call to Action?
Berdasarkan Investopedia, call to action adalah istilah yang ada di marketing yang merupakan langkah bagi seorang marketer untuk mendapatkan apa yang diharapkan bagi pelanggannya.
Jadi, bisa dikatakan jika CTA adalah suatu bentuk tulisan atau gambar yang mendorong pengunjung tertarik melakukan aksi yang diharapkan marketer. Tujuan dari marketer ini bisa berbeda-beda, mulai dari membeli produk/jasa, sampai berlangganan website tersebut.
Umumnya, CTA berupa link yang dapat mengarahkan pengunjung website untuk ke halaman lain. Hal ini akan memudahkan pengunjung untuk mengklik link tersebut sehingga tertarik untuk melakukan aksi lanjutan berupa pembelian produk atau jasa.
Link yang dicantumkan harus jelas dan tidak boleh salah. Lalu, penempatannya juga dilakukan secara tepat. Untuk membedakannya dengan tulisan lain, Anda bisa memberikan warna yang berbeda agar mudah terlihat.
Baca juga: Apa itu Copywriting? Pengertian, Contoh dan Jenisnya
Fungsi dan Mengapa Call to Action Penting?
Setelah tahu pengertian CTA, lalu apa saja fungsi dari call to action ini? Manfaat dan fungsi call to action adalah sebagai berikut:
1. Memudahkan User atau Buyer Journey
Jika Anda di posisi sebagai pembeli/pengguna, Anda mungkin merasa kebingungan untuk mengakses website iklan tersebut.
Untuk itu, call to action adalah cara tepat untuk menyederhanakan user dan buyer untuk melakukan aksi mudah serta membuat keputusan yang cepat. Dengan demikian, penjelajahan user tersebut menjadi lebih sederhana dan cepat menuju website iklan.
2. Menurunkan Bounce Rate
Bounce rate adalah angka pengunjung yang terlalu cepat keluar dari halaman Anda. Hal ini bisa terjadi ketika pengunjung bingung harus klik tombol mana ketika ada penawaran iklan. Oleh sebab itu, untuk membuatnya lebih lama di halaman tersebut, keberadaan CTA menjadi penting.
Audiens tidak lagi kebingungan dan bisa mengikuti arahan yang jelas dari pembuat website tersebut untuk melakukan “action”.
3. Menambah Nilai Konten
Adanya call to action adalah penting dalam menambah nilai konten. Jika belum paham CTA, konten yang dibuat bisa saja tidak jelas tujuannya. Namun, berkat CTA ini bisa membantu dalam memperjelas isi konten.
Hal ini karena konten tersebut memberikan kebutuhan bagi audiens sehingga memiliki value lebih.
4. Meningkatkan Konversi
Fungsi terakhir dari call to action adalah meningkatkan konversi. Hal ini bisa dilakukan karena CTA akan membuat audiens lebih tertarik. Dengan begitu, CTA ini meyakinkan banyak pengunjung untuk mengklik link tersebut.
Alhasil, semakin banyaknya customer, prospek, atau lead yang bisa meningkatkan konversi dan penjualan Anda. Menarik bukan?
Baca juga: Marketing Funnel: Pengertian, Tahapan dan Strategi
Jenis-jenis Call to Action
Berikut adalah jenis CTA perlu Anda kenal:
1. Lead Generation
Lead adalah istilah yang menggambarkan adanya perusahan atau beberapa orang yang tertarik dengan penawaran bisnis Anda. Hal ini dibuktikan dengan adanya data yang mereka masukkan untuk mendaftar atau berlangganan. Contohnya email, nomor Hp, dsb.
Untuk membuat audiens tersebut sign up, Anda perlu meletakkan CTA di atas atau terlihat saat membuka website. Caranya dengan membuat pop-up notification bertuliskan “sign up now”.
2. Pengisian Formulir
Jika Anda sudah masuk ke landing page, user perlu mengisi formulir. Pengisian data diri ini bisa Anda atur sedemikian rupa untuk mendapatkan informasi pengunjung sesuai yang dibutuhkan. Dengan demikian, bisa diketahui apa berhasil mendapatkan lead.
Jangan lupa untuk meletakkan tombol sign up ini di tempat yang jelas, ya. Gunakan juga kata-kata menarik agar membuat user ingin mengklik tombol tersebut.
3. Tombol “Baca Selengkapnya”
Perlu Anda pahami, CTA tidak mesti untuk tujuan mendaftar untuk mendapatkan lead. Ada juga CTA yang berfungsi agar pengguna tertarik membaca artikel lainnya. Hal ini ditandai dengan tulisan “Baca Selengkapnya”.
Ini untuk membuat halaman menjadi ringkas dan terlihat beberapa konten untuk dijadikan highlight. Jadi, ketika pengunjung penasaran, tinggal klik Baca Selengkapnya, nanti diarahkan ke tampilan artikel secara penuh.
4. Penawaran Produk dan Jasa
Jenis CTA berikutnya yaitu penawaran produk dan jasa. Ini yang banyak dilakukan oleh perusahaan untuk menjual produk/jasa mereka. Jenis CTA ini bisa dituliskan dengan nama website yang dituju atau tombol “Daftarkan dirimu sekarang juga”, “Beli Sekarang”, dsb.
5. Social Sharing
Jenis call to action terakhir yaitu social sharing. Social sharing dilakukan dengan membagikan link konten dengan menggunakan media sosial. Biasanya, diikuti juga dengan kata-kata persuasif agar artikel tersebut dibagikan ke orang lain juga.
CTA ini biasanya muncul ketika ada pengunjung yang ingin menyalin kalimat di halaman artikel. Akan lebih menarik, jika social sharing ini muncul logo media sosialnya sehingga pengunjung mudah memilih ingin membagikannya lewat sosial media apa.
6. Lead Nurturing
Ini mudah Anda temukan di website yang memberikan penawaran gratis (trial) jika sign up. Jadi, orang tersebut sudah menjadi lead tetapi belum melakukan pembelian. Dengan cara ini ada kesempatan untuk pengunjung mencoba dan akhirnya berlangganan.
Baca juga: Unique Selling Point (USP): Pengertian, Atribut, Cara Menentukan dan Contoh
Contoh Call to Action
Adapun contoh CTA yang bisa dijadikan inspirasi sebagai berikut:
1. Contoh Call to Action Marketing
CTA untuk marketing juga banyak variasinya. Salah satunya bisa menggunakan email. Kata-katanya juga beragam, contohnya seperti berikut:
- “Beli Sekarang”
- “Apply Lowongan Sekarang”
- “Upgrade ke Premium”
- “Lihat Produk”
CTA marketing ini termasuk efektif untuk tingkatkan penjualan. Anda bisa mendapatkan email marketing dengan bantuan Utas. Selain email marketing, ada juga fitur afiliasi, push notif, dsb.
2. Contoh CTA untuk Landing Page
Beberapa CTA yang biasa ada di landing page, yaitu:
- “Baca Selengkapnya”
- “Daftar Gratis”
- “Learn More”
- “Visit Now”
- “Let’s Get Started”
3. Contoh Call to Action Komunitas
CTA komunitas pada intinya mengajak pengunjung untuk bergabung dengan komunitas tersebut. Anda bisa menggunakan kata-kata berikut:
- “Join Us”
- “Gabung Sekarang”
- “Daftar sekarang”
4. Contoh CTA Media Sosial
Terakhir, CTA media sosial yang biasanya Anda temukan di berbagai platform medsos. Contoh CTAnya adalah sebagai berikut:
- “Beli Sekarang”
- “Check Out Now”
- “Tambah ke Keranjang”
- “Download App Sekarang”
Tips Membuat CTA yang Efektif
Cara membuat call to action adalah menentukan penempatan yang jelas. CTA harus diletakkan yang mudah dilihat pengunjung website agar lebih menarik. Berikan juga tombol dan warna agar pengunjung tidak terlewat mengkliknya.
Untuk membuat CTA lebih efektif, Anda perlu memberikan variasi. Misalnya, ketika membuka website, di dalam halaman tersebut, ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan. Mulai dari membaca artikel, daftar email, berlangganan, sampai beli produk.
Call to action adalah salah satu cara pemasaran konten yang kreatif dan efektif. Untuk mendukung penjualan, gunakan juga Utas yang didalamnya sudah ada marketing tool. Dengan begitu, platform ini bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.
