Template adalah istilah dalam bahasa Inggris yang berarti pola atau kerangka. Di era digital, template menjadi alat yang efektif untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.
“Jadi, kalau pakai template, posting di medsos jadi lebih gampang, ya?” Tentu, itulah kenapa banyak orang menggunakannya. Menariknya, membuat template juga bisa menjadi sumber penghasilan bagi pembuatnya.
Penasaran ingin tahu lebih banyak tentang fungsi template dan semua kelebihannya? Yuk, lanjut baca!
Daftar Isi
Apa itu Template?
Template adalah pola atau kerangka dasar yang membantu Anda menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, termasuk untuk membuat sesuatu yang baru dengan lebih mudah.
Di era digital, template semakin populer dan dianggap efektif untuk berbagai tujuan, seperti pekerjaan, pendidikan, dan hiburan. Contoh template termasuk postingan Instagram, desain website, dan template Google Sheets.
Bahkan, kalau Anda menggunakan WordPress untuk membuat website, tema yang Anda pilih itu juga template. Dan faktanya, 50% website di dunia dibangun dengan template.

Menariknya, saat menggunakan template untuk menciptakan karya baru, Anda tidak perlu khawatir dianggap menjiplak.
Kok bisa begitu? Meskipun banyak orang menggunakan template yang sama, hasilnya tetap berbeda karena setiap orang menyertakan informasi unik mereka sendiri.
Selain itu, penggunaan template adalah hal yang umum dan sah. Pembuat template memang merancang desain siap pakai untuk memudahkan orang lain bekerja, kok.
Anda perlu contoh template untuk memahami penjelasan ini, bukan? Baiklah.
Misalnya, Anda perlu membuat dokumen untuk content planning. Anda bisa saja mulai dari nol, tapi lebih praktis jika menggunakan template. Apalagi kalau struktur baku di dalamnya sesuai dengan yang Anda butuhkan.

Singkatnya, template adalah dokumen preset yang menghemat waktu dan tenaga. Alih-alih mulai dari nol, lebih baik gunakan yang sudah ada, bukan?
Fungsi Template
Setelah memahami arti template dalam bahasa Indonesia, Anda mungkin penasaran tentang fungsi template. Berikut beberapa fungsinya:
1. Memudahkan Pekerjaan
Membuat karya orisinal atau dokumen berkualitas penting, tetapi terkadang fokus utama adalah informasi yang disampaikan, bukan desain, keunikan atau lainnya.
Di sinilah fungsi template menjadi penting. Template menyediakan format standar yang terstruktur, memungkinkan Anda menyusun ide dan memasukkan data dengan lebih cepat.
Template untuk laporan, presentasi, atau surat menyurat memudahkan pekerjaan, sehingga Anda dapat lebih fokus pada informasi daripada proses pembuatan dokumen.
2. Membuat Pekerjaan Lebih Efisian
Selanjutnya, fungsi template adalah meningkatkan efisiensi kerja. Bagaimana penjelasannya?
Bayangkan Anda bekerja di bidang marketing dan sering memposting berita serta promosi produk perusahaan.
Tanpa template, pekerjaan Anda menjadi lebih sulit karena setiap postingan harus dibuat dari awal, menghabiskan banyak tenaga dan menguras kreativitas.
Dengan template, Anda hanya perlu mengisi kontennya karena pola dasar sudah tersedia sebagai panduan.

3. Menjaga Konsistensi Brand
Menyiapkan kerangka dasar yang sesuai dengan panduan branding juga merupakan fungsi template. Ini membantu agar pekerjaan dan konten tetap konsisten.
Fungsi template penting bagi semua, termasuk content creator, pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, dan pebisnis yang ingin mempromosikan produk.
Faktanya, 68% perusahaan sepakat kalau konsistensi, termasuk dengan bantuan template, bisa meningkatkan pendapatan sampai 10%. Wah, ternyata penting, ya?
Oh ya, Anda bisa menggunakan template yang ada di platform seperti Canva atau template unik yang dijual di Utas dan tempat lainnya.
Baca Juga: Apa itu Brand Guideline
4. Menggenjot Output Pekerjaan
Sebagai content creator, fokus pekerjaan Anda pada kreativitas. Namun, ada hal rutin yang harus dilakukan yaitu mengatur judul, gambar, dan teks untuk mencapai hasil terbaik.
Tanpa template, Anda harus mengerjakan setiap elemen satu per satu, yang bisa menguras tenaga.
Bayangkan Anda biasanya membuat satu video sehari di TikTok, tetapi sekarang Anda perlu mengatur 14 posting dalam seminggu. Bagaimana cara melakukannya?
Dengan template, semuanya menjadi lebih mudah. Anda bisa pakai bumper video dan caption pembuka yang sama untuk semua video. Jadi, Anda tak perlu memikirkan ide baru di setiap konten.
Artinya, fungsi template adalah juga berkaitan dengan skalabilitas pembuatan konten seperti ebook atau penyelesaian pekerjaan administratif umumnya.
5. Meningkatkan Engagement
Fungsi template juga terlihat pada Anda yang mengandalkan email marketing sebagai pelaku pemasaran.
Menggunakan template adalah strategi efektif untuk menyampaikan penawaran produk dengan gaya dan alur yang disukai konsumen atau yang punya open rate bagus.
Open rate mencerminkan engagement dan peluang pembelian. Jadi, kenapa harus repot membuat format baru kalau satu format email sudah terbukti efektif menarik perhatian?
Artinya, fungsi template ini tidak boleh diabaikan, terutama kalau dapat meningkatkan engagement email itu sampai 20% dan CTA sampai 30%.
6. Mengurangi Risiko Kesalahan
Bayangkan Anda telah menyelesaikan tugas, tetapi cara yang digunakan ternyata salah atau kurang. Meski semua informasi yang Anda tulis benar, Anda tetap harus mengulangnya, bukan? Ini jelas buang-buang waktu.
Namun, dengan menggunakan template yang sudah ditentukan, Anda dapat menghindari masalah ini. Artinya, template membantu Anda mengatur pekerjaan dengan benar.
Dengan template, Anda tidak perlu khawatir tentang struktur dan format, sehingga semua informasi tak ada yang ketinggalan.
7. Memudahkan Kolaborasi
Template memudahkan kolaborasi dengan menyediakan panduan dokumen yang sama untuk semua yang terlibat.
Contohnya, saat mengadakan webinar, Anda mengundang seorang ahli untuk membahas topik tertentu. Nah, agar presentasi sesuai dengan brand Anda, pemateri perlu menggunakan desain template yang sesuai warna dan font brand Anda.
Tanpa template sebagai kerangka yang dapat digunakan ulang, pemateri harus mendesain dari awal, bukan?
Jenis Template
Berikut adalah beberapa jenis template yang sering Anda temui untuk berbagai keperluan:
1. Template Dokumen
Jenis template pertama adalah template dokumen. Dari namanya, Anda pasti tahu kalau template ini untuk membuat berbagai dokumen. Contoh templatenya yaitu laporan, surat, atau proposal.
Tujuan utamanya adalah menghemat waktu dan menjaga konsistensi format, seperti logo, informasi di header dan footer, serta ukuran dan jenis font.
Jenis template ini sering memiliki format tertentu: dokumen teks dalam format .docx, presentasi dalam .pptx, dan kontrak dalam PDF.
2. Template Bisnis
Template bisnis adalah jenis template yang umum digunakan untuk mempermudah kegiatan administrasi dan manajemen.
Contoh template bisnis meliputi invoice, daftar inventori, dan laporan keuangan. Format dan desain template ini tidak dapat diubah, hanya informasi di dalamnya yang bisa diisi.
Kalau dibuat oleh pihak luar, logo dan informasi harus disesuaikan dulu, ya. Kerangka dasar ini nantinya akan menjadi template utama yang tidak boleh diubah tanpa persetujuan.
3. Template Pemasaran
Masih dalam dunia bisnis, ada jenis template pemasaran yang biasanya digunakan untuk keperluan online.
Meskipun pelaku marketing bebas membuat konten menarik, biasanya ada format standar sebagai guideline, seperti warna, font, dan jenis aset visual.
Untuk kemudahan, tim desain grafis bisa menyiapkan aset dalam format preset yang dapat diedit menjadi konten baru. Atau, aset juga bisa dibeli dari pihak lain sebagai template.
Contoh template pemasaran meliputi postingan media sosial, banner email, dan template notifikasi.
4. Template Website
Jenis template ini sudah sering dipakai, meskipun Anda mungkin tidak menyadarinya. Kenapa bisa begitu?
Katakanlah Anda pernah membuat website yang menarik tanpa harus coding. Misalnya, saat menggunakan platform WordPress, Ghost CMS atau Wix.
Itu artinya template website Anda gunakan pada tampilannya. Biasanya meliputi bagian header, navigasi, layout utama, dan beberapa aset visual lain secara keseluruhan.
Contoh template website di antaranya tema WordPress, tema Ghost CMS, atau template HTML.

5. Template Profesional
Jenis template ini mirip dengan template dokumen. Bedanya, dirancang untuk keperluan pribadi yang bersifat profesional.
Contoh template ini termasuk resume, CV, perjanjian kerjasama, newsletter, dan formulir lain.
Tipe template ini membantu Anda menyusun dokumen dengan informasi yang runtut dengan desain siap pakai yang isinya bisa diedit sesuai kebutuhan.
6. Template Akademik
Salah satu jenis template adalah juga template akademik. Tipe ini biasa digunakan di dunia pendidikan untuk membantu penulisan karya ilmiah seperti makalah, tesis, dan disertasi.
Template akademik umumnya mencakup struktur baku, seperti pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, hasil, dan kesimpulan. Template ini juga sering dilengkapi panduan format, termasuk gaya penulisan dan tata letak.
Kelebihan dan Kekurangan Template
Setelah tahu apa arti template, maka Anda pasti sudah bisa menebak kelebihan dan kekurangannya, bukan?
Kelebihan Template
Ini dia beberapa kelebihan template yang perlu Anda tahu:
Mudah Digunakan
Salah satu kelebihan template adalah kemudahan penggunaannya. Soalnya, kerangka dasarnya sudah disiapkan sesuai kebutuhan pengguna.
Template mengurangi kebutuhan teknis dalam desain, sehingga pengguna dapat lebih fokus pada konten dan informasi. Misalnya template website atau desain banner event.
Efisien
Template membuat pekerjaan lebih efisien. Misalnya, template laporan mingguan membantu karyawan menyelesaikan laporan lebih cepat tanpa mengurusi masalah teknis.
Sebagai guru atau tenaga pengajar, adanya template laporan prestasi siswa bisa membantu rekapitulasi hasil belajar menjadi lebih cepat selesai.
Artinya, kelebihan template adalah Anda tidak perlu memulai setiap pekerjaan dari awal. Cukup gunakan desain siap pakai yang sudah ada.
Punya Standar
Bayangkan Anda atasan di sebuah perusahaan dan karyawan Anda mengirim laporan bulanan dengan format yang berbeda-beda. Apa yang terjadi?
Anda kesulitan menemukan informasi penting dari laporan dengan cepat, karyawan pun harus bekerja keras dan menghabiskan banyak waktu untuk menyusun informasi dari awal.
Kalau ada template sebagai panduan dasar yang ditetukan, Anda bisa melakukan proses scanning informasi dengan lebih mudah.
Mendorong Skalabilitas
Kualitas itu lebih penting daripada kuantitas. Namun, ketika kualitas sudah terjamin dan dijadikan ke dalam template, Anda dapat secara signifikan meningkatkan output.
Nah, template berfungsi sebagai panduan standar yang konsisten, memungkinkan Anda untuk mengulang proses dengan efisiensi yang lebih tinggi dan meminimalkan variabilitas.
Sebagai desainer grafis, Anda bisa membuat template desain yang digunakan berulang kali. Ini menjaga konsistensi karya sekaligus mempercepat proses kreatif.
Menjadi Sumber Pendapatan
Template membuka peluang bagi content creator untuk menawarkan desain siap pakai, yang menjanjikan passive income di pasar digital.
Coba Anda kunjungi platform seperti ThemeForest, Dribbble, dan Utas, di mana semakin banyak template untuk berbagai keperluan ditawarkan setiap hari.

Dengan sistem bagi hasil atau penjualan langsung, potensi keuntungan dari bisnis produk digital ini tidak boleh dianggap remeh.
Kelemahan Template
Lalu, apa saja kelemahan template yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menggunakannya?
Susah untuk Tampil Unik
Kalau Anda ingin membuat karya kreatif atau terlihat unik, sebaiknya hindari template. Meskipun hasil akhirnya bisa berbeda, tetap ada hal yang membuat karya dari template terlihat mirip.
Lagipula, jika Anda harus banyak mengedit template supaya terlihat berbeda, kenapa tidak mulai dari awal dan membuat karya dengan ide-ide Anda sendiri, kan?
Adanya Hambatan Teknis
Salah satu kelemahan template adalah Anda tidak bisa mengedit semuanya dengan bebas.
Tidak semua template memungkinkan Anda untuk mengubah semua bagiannya, karena beberapa elemen mungkin sudah dikunci oleh pembuatnya.
Misalnya, ketika Anda menggunakan tema WordPress tertentu, Anda hanya bisa memilih dari beberapa jenis font yang terbatas dan biasanya tidak bisa menambahkan font sendiri.
Kalau tetap ingin melakukannya, Anda perlu keahlian teknis.
Sering Terbatas pada Kebutuhan Spesifik
Meskipun ada template umum, setiap template biasanya dirancang untuk kebutuhan spesifik. Hal ini membuat pengguna perlu punya banyak template untuk berbagai keperluan
Ini jadi mengurangi kepraktisan penggunaan template. Selain itu, kalau ingin melakukan perubahan, pengguna juga perlu kemampuan teknis tambahan.
Sudah Tahu Arti Template Apa?
Template adalah kerangka dasar yang mempermudah pembuatan dokumen, desain, atau karya lainnya. Template banyak digunakan di bidang kreatif, administrasi, dan pendidikan.
Anda mungkin sudah memahami kelebihan dan kekurangan template dari sudut pandang pengguna. Namun, bagaimana jika Anda seorang content creator yang ingin membuat template?
Kesempatan terbuka lebar, kok. Produk digital ini semakin populer, dan banyak platform, seperti Utas yang bisa diandalkan untuk menjual produk digital seperti template karya Anda. Selamat mencoba!
