fbpx

Apa itu Up Selling? Manfaat, Tips, dan Contoh 

Di setiap perusahaan pasti membutuhkan adanya tim marketing untuk membantu pemasaran produk atau jasa yang ditawarkan. Nah, banyak metode yang dilakukan agar produk tersebut laris, salah satunya dengan upselling. Upselling adalah cara yang membuat customer lebih banyak mengeluarkan uang untuk membeli produk. 

Bagi Anda yang biasa bekerja di bidang marketing, tentu sudah sangat mengenal dengan istilah ini. Bahkan, banyak perusahaan yang menggunakan strategi ini untuk meningkatkan penjualan. 

Nyatanya memang berpengaruh, lo. Penasaran seperti apa up selling itu? Dari pada berlama-lama lagi simak penjabaran lengkapnya, yuk.

Apa Itu Up Selling? 

Upselling adalah cara penjualan dimana customer akan membeli barang dengan harga jual yang tinggi. Jadi, secara sederhana upselling adalah strategi marketing agar customer dari yang awalnya ingin membeli produk murah lalu upgrade ke produk yang premium atau lebih mahal karena penawaran. 

Oleh sebab itu, strategi ini banyak diaplikasikan karena dapat menguntungkan perusahaan. Baik pelanggan baru ataupun pelanggan tetap bisa dilakukan teknik ini agar lebih meningkatkan penjualan. Teknik ini lebih simple dibandingkan membuat seseorang menjadi pembeli. 

Manfaat Up Selling 

Beberapa manfaat upselling adalah sebagai berikut: 

1. Mempererat Hubungan Lebih Dalam dengan Customer 

Manfaat pertama dalam up selling adalah dapat meningkatkan hubungan yang lebih mendalam dengan pembeli. Mengapa demikian? Dengan melakukan up selling, customer akan mendapatkan pengalaman belanja yang berbeda. 

Jika Anda menawarkan produk premium atau memberikan pilihan variasi produk lainnya, maka pembeli akan merasa mendapatkan pelayanan yang baik. Selain itu, pembeli juga bisa mendapatkan pengetahuan lebih terkait produk apa saja yang Anda jual. 

Hubungan yang terjalin menjadi lebih akrab dan ramah. Pembeli bisa saja mendapatkan solusi dari kebingungan memilih produk dan mendapatkan pilihan terbaik baginya. Jadi, bukan tidak mungkin customer tersebut di lain waktu akan tetap menjalin hubungan dengan bisnis Anda.  

2. Upgrade Pelanggan Lebih Loyal 

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, customer yang diberikan upselling akan memberikan kesan pelayanan yang baik. Hal inilah yang membuat pelanggan biasa dapat berubah menjadi pelanggan loyal atau tetap. 

Teknik upselling adalah cara ampuh untuk membuat pelanggan jadi loyal. Namun, yang digarisbawahi hal ini berlaku jika upselling yang Anda lakukan tepat serta memberikan penawaran terbaik. Customer akan lebih percaya ke brand tersebut jika produknya lebiih bervariasi dan unggul di bandingkan tempat lain. 

Jadi, apabila sudah mendapatkan pelayanan terbaik, bukan tidak mungkin pelanggan akan kembali ke brand Anda untuk melakukan pembelian apabila dibutuhkan. 

3. Meningkatkan Pendapatan Lebih Pesat

Anda sudah paham bahwa up selling adalah teknik untuk mengubah orang tertarik untuk melakukan pembelian lebih banyak atau pindah ke produk yang lebih premium. Tentu saja, hal ini akan meningkatkan keuntungan perusahaan karena lebih banyak transaksinya. 

Produk yang dijual menjadi lebih laku sehingga teknik upselling ini bersifat lebih mudah dan efektif untuk mengoptimalkan penjualan. 

4. Meningkatkan CLV 

Manfaat terakhir adalah dapat meningkatkan CLV (Customer Lifetime Value). Nilai CLV adalah kontribusi laba bersih yang berasal dari customer dari waktu ke waktu. CLV ini memiliki beberapa tingkatan ada yang sangat menguntungkan (laba paling besar), menguntungkan, dan tidak menguntungkan. 

Jika nilai CLV tinggi itu menandakan customer dapat menghasilkan lebih banyak pendapatan untuk brand Anda. Hal ini bisa didapatkan salah satunya dengan melakukan upselling. 

Waktu yang Tepat Untuk Up Selling 

Manfaat upselling adalah besar tetapi Anda tidak boleh melakukannya secara sembarangan. Untuk melakukan upselling kepada pelanggan jika produk yang diupselling masuk akal bagi pelanggan untuk membelinya. 

Apa maksudnya? Anda dapat memberikan upselling pada produk yang memang dibutuhkan oleh pelanggan tersebut. Selain itu, pikirkan juga manfaat yang dapat ditawarkan dari produk yang Anda upselling dibandingkan pembelian sebelumnya. 

Kondisi dari pelanggan juga harus Anda lihat, jika semisal pelanggan sedang terburu-buru, maka upselling di waktu tersebut bukanlah pilihan yang tepat.  

Baca juga: Call to Action (CTA) Cara Menarik Pelanggan dan Contohnya

Cara Terbaik dalam Melakukan Upselling 

Untuk mempermudah Anda dalam melakukan upselling ada beberapa best practices yang bisa dilakukan. Adapun cara terbaik upselling adalah sebagai berikut: 

1. Tidak Serakah 

Upselling memang efektif untuk meningkatkan penjualan, tetapi tidak boleh serakah dalam praktiknya. Hindari kesan memaksa atau menawarkan harga yang terlalu mahal dari produk yang ingin dibeli pelanggan. 

2. Fokus Pada Kebutuhan Pelanggan 

Pahami bahwa tujuan dalam melakukan upselling agar membagun hubungan dengan customer dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh asal menawarkan produk tetapi perhatikan juga bagaimana kebutuhan dari pelanggan tersebut. 

Nilai tambah dari produk yang di upsell ini juga akan membantu untuk membuat customer merasa membutuhkan produk tersebut. 

3. Berikan Edukasi 

Tips lainnya yaitu memastikan bahwa customer merasa tidak terpaksa atau tidak berada dalam tekanan dalam membeli produk Anda. Anda bisa menciptakan suasana yang akrab dan mengedukasi untuk membuka obrolan dengan customer. Anda bisa memberikan perbandingan diantara kedua produk agar customer lebih paham. 

4. Ciptakan Urgensi Bagi Pelanggan 

Untuk lebih menarik perhatian customer membeli produk yang di upsell, Anda bisa menambahkan teknik marketing lainnya. Contohnya dengan memberikan diskon atau promo. Tujuannya, agar segera mengambil keputusan. 

Perbedaan Up Selling dan Cross Selling 

Up selling dan cross selling adalah istilah yang ada di dunia marketing. Namun, keduanya memiliki perbedaan. Keduanya memiliki persamaan yaitu termasuk teknik marketing yang membuat pembeli tertarik untuk membeli produk tersebut. 

Meskipun begitu, ada perbedaan yang mendasar antara kedua istilah ini. Up selling adalah teknik yang menawarkan produk atau jasa dengan harga lebih mahal agar bisa meningkatkan penjualan. Adapun yang dimaksud cross selling adalah penawaran produk lain yang memiliki keterkaitan dengan produk yang dibeli. 

Contoh cross selling ini jika ada yang membeli HP ke counter A, lalu sales menawarkan juga untuk membeli casing HP dan headset. 

Baca juga: Apa itu Cross Selling? Manfaat, Contoh, dan Strateginya

Contoh Up Selling 

Metode upselling bisa Anda temukan dalam berbagai penjualan. Salah satunya dalam penjualan digital atau menggunakan media sosial. Misalnya saja untuk penjualan webinar menggunakan platform Utas. 

Jika seseorang pernah terdaftar dan membeli webinar Anda, Anda bisa menggunakan fitur Push Notification untuk up selling mereka. Jadi, yang awalnya ingin membeli satu webinar, dari push notification ini didapatkan informasi bahwa Anda menjual produk webinar lainnya sehingga akan tertarik. 

Bisa juga dengan informasi diskon atau special promo jika pembelian paket yang akan menarik pembelian lebih banyak lagi. Contoh lainnya bisa Anda temukan pada penjualan treatment di klinik kecantikan. Misalnya, A datang ke klinik kecantikan untuk facial basic dengan harga termurah. 

Setelah sampai disana dan melakukan konsultasi, bagian frontliner menawarkan facial lain yang tahapannya lebih lengkap dan ada paket bundling dengan laser yang sesuai dengan kondisi wajah si A. Hal ini membuat A tertarik dan akhirnya upgrade ke treatment tersebut. 

Dari beberapa penjelasan di atas, sudah tahu kan pentingnya upselling untuk menaikkan pendapatan? Upselling adalah strategi marketing untuk penjualan baik penjualan online maupun offline. Jika Anda ingin memasarkan produk digital, Utas siap membantu agar strategi marketing Anda menjadi lebih efektif. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *