fbpx

Soft Selling Adalah: Arti, Manfaat, Cara, Contoh  

Jika Anda berniat berjualan yang laris, tentu hal pertama yang dipikirkan adalah teknik marketingnya. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mendapatkan pelanggan yaitu dengan soft selling. Soft selling adalah trik marketing yang jitu untuk membuat orang tertarik tanpa terlihat seperti memaksa atau agresif. 

Cara ini bahkan bisa membuat pelanggan lebih nyaman dan bisa digunakan untuk jangka panjang, lo. Penasaran seperti apa soft selling itu lalu bagaimana cara penerapannya? Dalam artikel ini juga akan ada pembahasan manfaat serta contoh soft selling juga yang bisa dipraktikkan. Yuk kita simak. 

Apa Itu Softselling 

Pembahasan pertama yaitu mengenal apa itu soft selling. Soft selling adalah cara marketing untuk melakukan promosi melalui pendekatan halus yang menarik serta tidak secara gamblang untuk menjual. Teknik promosi ini terlihat lebih halus dan tidak agresif seperti kebanyakan iklan hard selling. 

Jika iklan biasanya menyuruh audiens untuk melakukan tindakan seperti “Beli Sekarang”, “Berlangganan sekarang juga”, soft selling menggunakan cara yang tidak terlihat seperti promosi. Contohnya memberikan informasi, edukasi, menjelaskan manfaat dan keunggulan dari penawaran brand tersebut . 

Dengan demikian, soft selling adalah penawaran yang lebih halus dan efektif juga untuk membuat pelanggan merasa nyaman dan menaruh kepercayaan pada produk atau jasa Anda. 

Manfaat Soft Selling 

Setelah Anda memahami apa itu soft selling, ketahui juga manfaatnya untuk jualan Anda. Soft selling adalah cara untuk membuat pelanggan menjadi tertarik tanda disadari. Lalu, apa saja manfaat dari teknik ini? 

Manfaat soft selling adalah sebagai berikut:

1. Membangun Interaksi yang Baik dengan Pelanggan 

Soft selling adalah teknik penawaran produk atau jasa dengan cara yang lembut atau tidak ada paksaan. Cara ini membuat pelanggan akan merasa nyaman dengan penjelasan produk yang diberikan sehingga membuatnya lebih percaya. 

Dengan begitu, hubungan antara pelanggan dan pemilik bisnis menjadi lebih baik dan harmonis.  

2. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan 

Seperti yang kita ketahui bersama, penjualan yang terlalu memaksa akan membuat pelanggan kabur alih-alih tertarik dengan produk Anda. Dengan soft selling, pelanggan bisa mendapatkan edukasi yang baik dari produk yang dijual. 

Selain itu, mereka akan menemukan bahwa produk Andalah yang dicari berkat pemahaman dan informasi yang Anda berikan. Alhasil, ini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan. 

3. Cocok Untuk Penjualan Siklus Jangka Panjang 

Manfaat berikutnya dari soft selling adalah cocok digunakan untuk produk pembelian jangka panjang. Soft selling mampu membuat pelanggan tidak terburu-buru melakukan pembelian tidak seperti hard selling. 

Hal ini karena penyajian promosi soft selling adalah memberikan informasi dari manfaat produk atau jasa sehingga pelanggan dapat menetapkan keputusannya. Jika dirasa ragu, pelanggan terlebih dahulu mencari tahu dan mengumpulkan informasi sehingga pembelian yang dilakukan nantinya lebih mantap. 

4. Mengurangi Risiko Penolakan dari Customer 

Soft selling juga berguna untuk mengurangi penolakan langsung dari pelanggan. Hal ini merupakan risiko yang sering terjadi ketika Anda langsung menawarkan produk. 

Namun, adanya soft selling membuat pelanggan bisa lebih terbuka dari pemasaran yang Anda tawarkan. Kesempatan untuk mendapatkan target pasar juga lebih besar dan mudah diterima oleh calon pelanggan. 

5. Bisa Diterapkan Pada Semua Lini Bisnis 

Teknik soft selling ini bersifat fleksibel untuk semua jenis bisnis. Artinya, Anda sebagai pemilik bisnis bisa menerapkan cara jualan ini baik dari industri menengah bawah sampai industri besar. Yang perlu diperhatikan dalam praktiknya yaitu menyesuaikan pendekatan dengan target audiens agar lebih efektif. 

Bagaimana Cara Soft Selling

Berikutnya akan dijelaskan cara untuk melakukan soft selling. Ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk soft selling yaitu sebagai berikut. 

1. Lakukan Riset 

Langkah pertama membuat soft selling adalah melakukan riset customer di lingkungan. Anda perlu mengetahui apa saja hambatan serta keunggulan dari bisnis yang Anda jalankan nantinya. Penting juga untuk melihat bagaimana sudut pandang customer terhadap teknik pemasaran ini. 

Hal ini berguna untuk memahami apa produk yang Anda jual sudah cocok dengan pelanggan dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan tersebut. 

2. Buat Iklan Sifatnya Personal dan Santai

Tips kedua membuat soft selling yaitu menempatkan promosi ini dengan kesan personal. Hal ini penting karena ini akan menimbulkan rasa empati kepada pelanggan tersebut. Misalnya, buatlah iklan yang santai dengan komunikasi yang ramah dan menyenangkan. 

Dengan begitu, pelanggan merasa berinteraksi dengan Anda dan tertarik untuk melakukan pembelian. Bahasa informal tetapi sopan juga memberikan dampak positif untuk pelanggan agar terlibat dalam percakapan promosi Anda.  

3. Membangun Hubungan dengan Pelanggan 

Fungsi soft selling adalah membuat pelanggan menjadi loyal dan setia terhadap bisnis Anda. Oleh sebab itu, pemasaran yang Anda lakukan haruslah membuat pelanggan nyaman dan betah untuk melihatnya. 

Hubungan positif dengan pelanggan sangat penting untuk membuat pelanggan balik membeli produk Anda. Jika hubungan yang baik sudah terjalin, maka akan mudah membuat produk Anda lebih dihargai. Jadi, pembelian akan lebih mudah diperoleh dari promosi tersebut.

4. Jelaskan Nilai Produk 

Apa maksud dari memberikan nilai terhadap produk? Hal ini dilakukan dengan memperlihatkan kelebihan dari produk atau jasa Anda dibandingkan dengan pesaing sehingga menonjolkan keunggulannya. 

Dengan menunjukkan kelebihan ini bermanfaat juga dalam memberikan pengalaman yang baik untuk para customer. Berikan nilai produk tersebut tanpa harus mengajak pelanggan membeli produk Anda itulah cara soft selling yang tepat. 

5. Beri Waktu Pelanggan Untuk Memutuskan 

Tips terakhir untuk membuat soft selling adalah memberikan waktu kepada pelanggan untuk memutuskan pembelian. Pendekatan soft selling ini tidak bersifat memaksa sehingga pelanggan bisa mendapatkan informasi terbaik dari bisnis Anda. 

Setelah itu, informasi ini yang nantinya akan membantu membuat pelanggan memberikan keputusan membeli produk tanpa ada tekanan. Contohnya membuat iklan seperti story telling yang banyak diminati akhir-akhir ini. 

Perbedaan Soft Selling dan Hard Selling 

Setelah Anda mendapatkan informasi cara membuat soft selling, mungkin Anda belum memahami secara mendalam bagaimana perbedaannya dengan hard selling. Keduanya termasuk teknik promosi tetapi memiliki pendekatan yang jauh berbeda. 

Soft selling merupakan gaya penjualan yang mendekati pelanggan dengan cara yang lebih halus dan santai. Tujuan utama dari soft selling adalah menekankan hubungan yang baik dengan pelanggan serta menyediakan informasi terbaik mengenai brand Anda. 

Contohnya, Anda membuat konten blog berisi pentingnya belajar bahasa Inggris di era sekarang. Selanjutnya, Anda bisa menyelipkan untuk membutuhkan pengajar professional bisa dengan menggunakan jasa dari bisnis Anda. 

Hal ini berbeda dengan hard selling yang langsung to the point mempromosikan produk. Contohnya seperti “Beli sekarang juga sebelum kehabisan”. 

Dengan teknik ini cocok digunakan untuk penawaran agresif dan mendesak. Oleh sebab itu, implementasi dari soft selling ini cocok digunakan untuk membangun kepercayaan dan promosi jangka panjang. Kedua cara ini bisa dijadikan pilihan sesuai kebutuhan bisnis. 

Contoh Soft Selling 

Terakhir, pembahasan contoh soft selling yang bisa Anda jadikan sebagai inspirasi. Beberapa contoh soft selling adalah sebagai berikut. 

1. Konten di Media Sosial dan Platform Online 

Contoh pertama dari soft selling adalah testimoni yang ada di media sosial atau platform online. Cara ini dinilai lebih efektif dibandingkan dengan program penjualan hard selling. Anda bisa membuat postingan berupa cerita inspirasi sampai keunggulan produk dari sisi pengguna yang menggunakan produk atau jasa Anda. 

Adanya testimoni ini memberikan dukungan terhadap bisnis Anda untuk menonjolkan keberhasilan yang nyata dari pelanggan yang sudah pernah menggunakan produk Anda. Pendekatan yang dilakukan ini mengutamakan bukti sehingga menjadi taktik untuk menarik pelanggan. 

Anda juga bisa menerapkan konsep ini pada platform penjualan online terpercaya seperti Utas untuk mendongkrak jualan Anda. Platform ini menyediakan dashboard yang friendly untuk penjelasan produk digital Anda yang menarik dan user friendly. 

Tersedia juga integrasi dengan WhatsApp serta Instagram untuk menyebarkan konten testimoni untuk iklan dengan lebih cepat;. 

2. Blog 

Contoh konten soft selling kedua yaitu berasal dari blog. Di dalam blog tersebut, Anda bisa membuat konten informatif dan edukatif untuk brand Anda. Contohnya dengan memberikan panduan, tips, dan edukasi lain yang berkaitan dengan brand Anda. 

Dari informasi tersebut pelanggan bisa membangun loyalitas terhadap produk Anda dan merasa mendapatkan manfaat yang nyata. Dengan contoh konten soft selling ini, secara perlahan pembaca akan percaya terhadap produk Anda. 

3. Memberi Sample 

Contoh soft selling berikutnya yang termasuk paling efektif yaitu dengan memberikan sampel. Contohnya, Anda memberi sampel beberapa produk makanan untuk dicicipi oleh calon pelanggan. Dengan sampel ini membuat pelanggan tersebut tertarik dan mulai bertanya terkait produk Anda. 

Selanjutnya, mereka bisa melakukan penilaian sendiri sampai memutuskan apakah ingin membeli produk tersebut atau tidak. Namun, pemberian sampel ini bisa menambah pengaruh terhadap keputusan pelanggan karena Anda secara transparan menunjukkan nilai dari brand tanpa perlu melakukan paksaan. 

Selain itu, pelanggan bisa merasakan pengalaman sendiri terhadap produk Anda sehingga bisa melakukan pembelian. 

4. Cart di E-Commerce 

Contoh konten soft selling berikutnya adalah memasukkan barang di cart belanja dalam sebuah platform penjualan online. Selanjutnya, pelanggan tersebut belum melakukan pembelian dalam kurun waktu yang lama. 

Selanjutnya, admin dari toko online tersebut melakukan follow up dengan bertanya apa Anda mengalami kendala dalam proses check out atau butuh saran dalam melakukan pembelian. Dengan begitu, pelanggan akan mengingat produk tersebut tanpa perlu menyebutkan nama produk Anda atau menyuruh untuk melakukan pembelian. 

5. Iklan Terselubung 

Iklan terselubung ini juga banyak diminati bagi pemilik bisnis saat ini karena bisa menarik penjualan yang lebih banyak tanpa perlu terang-terangan melakukan penjualan. Anda bisa bekerja sama dengan konten creator atau pembuat podcast untuk menaruh produk Anda dalam penayangan video tersebut. 

Contohnya seperti pada podcast Deddy Corbuzier yang pada setiap kontennya tersedia beberapa produk yang ditaruh di mejanya pada sepanjang video. Taktik seperti ini termasuk dalam contoh soft selling karena pemilik konten tersebut tidak perlu menyebutkan produk atau informasi dari produk tersebut. 

Namun, hal ini sudah termasuk memperkenalkannya kepada para penonton sehingga ini akan menarik minat penonton untuk membelinya. 

Soft selling adalah salah satu teknik sukses untuk menjual produk atau jasa untuk pelanggan tanpa adanya tekanan dan bersifat solutif. Dengan cara cerdas ini, pelanggan merasa nyaman menerima informasi terkait produk Anda serta bisa membangun hubungan jangka panjang. 

Jika Anda ingin menjual produk digital dengan keuntungan besar, bisa menggunakan platform Utas yang mendukung promosi soft selling Anda menjadi lebih baik. Semoga bermanfaat. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *