fbpx

Landing Page vs Homepage: Anda Perlu yang Mana, ya?

Bingung nih harus pakai landing page atau homepage, ya?

Itu pertanyaan yang sering muncul dari Anda yang ingin terjun ke ranah online. Apalagi sebagai content creator yang punya produk digital dan berniat menjualnya.

Jawaban singkatnya, landing page lebih penting buat menggenjot penjualan. Tapi, pelajari perbedaan landing page dan homepage secara lengkap di artikel ini, yuk.

Kami juga akan spill rahasia landing page Anda bisa meraup banyak cuan. Penasaran?

Apa itu Homepage

Homepage adalah halaman depan sebuah website, fungsinya sebagai pintu masuk bagi pengunjung untuk menjelajahi halaman website lainnya.

Anda bisa membayangkan homepage seperti pintu masuk sebuah mall. Dari sanalah, pengunjung memulai jalan-jalan ke berbagai toko di mall itu.

Kalau di website, Anda bisa “jalan-jalan” pakai menu navigasi yang ada di homepage. Jadi, bisa mudah untuk mengakses halaman About Me, blog, atau halaman produk.

Oh ya, tampilan homepage bisa bervariasi tergantung jenis website, lho. Kalau Anda seorang content creator, maka contoh homepage bisa seperti ini:

Tampilan homepage adalah seperti ditunjukkan gambar ini

Saat klik di bagian homepage, Anda akan diarahkan ke halaman utama informasi itu. Inilah yang membedakan homepage dan landing page.

Apa itu Landing Page

Sebuah landing page adalah halaman website yang dirancang untuk tujuan tertentu. Misalnya, promosi atau penjualan. Landing page bisa berdiri sendiri atau menjadi bagian dari website utama.

Landing page adalah halaman yang dibuat agar orang yang datang ke sana, baik dari mesin pencari, media sosial, email atau lainnya bisa didorong melakukan aksi sesuai harapan.

Biasanya, landing page akan punya tombol Call to Action, seperti “Beli Sekarang” atau “Download” atau lainnya. Kalau pakai konteks Ali Abdaal tadi, contoh landing page seperti ini:

Contoh landing page content creator

Eits, tapi landing page tidak harus berupa satu fokus kampanye seperti di atas.

Soalnya, ada juga landing page yang bentuknya multi-link landing page atau lebih dikenal dengan link-in bio.

Jadi, landing page itu akan menampilkan berbagai konten atau produk sekaligus. Bisa berupa gambar produk atau sekadar tombol ke berbagai link yang mengarahkan ke media sosial atau halaman produk. 

Yang menarik, meskipun Anda mungkin baru mendengarnya, link-in-bio bukan hal baru.

Banyak content creator atau influencer yang menggunakan link-in-bio demi mendukung mereka meningkatkan visibilitas atau bahkan menggenjot penjualan produk.

Dengan semua link penting bisa diakses di satu tempat, saat ingin menambah konten atau produk terbaru juga simple.

Inilah yang menjadikannya pilihan dibanding membuat website dengan homepage.

Perbedaan Homepage dan Landing Page

Dengan informasi di atas, Anda bisa menebak perbedaan homepage dan landing page, kan?

1. Tujuan

Homepage punya banyak tujuan, mulai dari membangun brand awareness, memperkenalkan halaman penting di website, dan menawarkan produk yang dijual.

Sementara itu, landing page biasanya hanya terkait dengan konversi. Bisa untuk penjualan eBook atau pendaftaran webinar, meminta pengunjung ke website tertentu dan lainnya.

2. Navigasi

Homepage dikenal dengan adanya menu navigasi, baik di header atau footer. Tujuannya, untuk membantu pengunjung menjelajahi website.

Sementara itu, landing page seringkali tanpa menu navigasi agar pengunjung fokus. Kalaupun diperlukan, navigasi yang ada biasanya minimalis.

3. Audiens

Homepage ditujukan untuk semua pengunjung. Baik itu pengunjung baru yang pertama kali mengenal brand Anda, sampai pelanggan yang ingin membeli produk Anda lagi.

Sebaliknya, landing page ditujukan untuk audiens tertentu. Halaman ini dirancang untuk orang-orang yang melihat promosi dan penawaran Anda.

Misalnya, seseorang melihat iklan Anda di Facebook tentang kursus online, lalu datang ke landing page untuk mendaftar.

4. Sumber Trafik

Homepage menarik pengunjung dari berbagai sumber, seperti website lain, mesin pencari seperti Google, media sosial, atau email yang mengarahkan ke homepage Anda.

Landing page biasanya dibuat untuk menarik pengunjung dari iklan berbayar, email, atau promosi di media sosial. Misalnya, iklan Instagram untuk kursus baru Anda harus langsung mengarah ke halaman khusus, bukan ke halaman utama Anda.

5. Fokus Konten

Karena audiensnya beragam, konten di homepage bervariasi. Biasanya termasuk informasi tentang perusahaan, produk, layanan, testimoni, dan ringkasan artikel blog.

Landing page pastinya lebih fokus menjelaskan produk yang dijual. Kadang ada gambaran singkat tentang pemiliknya untuk membangun personal branding secara sederhana.

6. Call-to-Action (CTA)

Homepage sering punya banyak Call to Action (CTA) untuk mendukung berbagai tujuan.

Contohnya, untuk mengarahkan pengunjung ke produk, ada tombol “Belanja Sekarang,” dan untuk mengajak ke halaman edukasi, ada CTA “Baca Blog”.

Landing page biasanya fokus pada satu CTA yang jelas, seperti “Gabung Sekarang” untuk jenis produk digital berupa pelatihan atau webinar.

7. Conversion Rate

Conversion rate homepage biasanya lebih rendah daripada landing page karena fokusnya bukan hanya pada CTA, tetapi juga berbagai informasi di dalamnya.

Landing page dirancang agar pengunjung fokus pada CTA, sehingga punya conversion rate lebih tinggi dibanding homepage.

8. Desain

Homepage biasanya menunjukkan tata letak, warna, dan font yang sesuai dengan brand bisnis Anda.

Sementara itu, landing page mungkin mempertahankan beberapa elemen dari branding itu, tetapi sering kali punya tema branding sesuai dengan produk.

Kalau produk ebook terbaru Anda itu kuning dan brand Anda itu biru, landing page akan menggunakan warna kuning untuk mencocokkan dengan produk yang ditawarkan.

Perbedaan homepage dan landing page

Kapan Anda Membutuhkan Landing Page?

Perbedaan antara homepage dan landing page sudah jelas, jadi kapan Anda perlu menggunakan salah satunya?

Gunakan Homepage kalau:

  • Anda ingin membangun brand awareness dan mengenalkan bisnis Anda secara umum.
  • Anda punya banyak produk atau layanan yang beragam sehingga memberi kebebasan pengunjung untuk menjelajahi website.
  • Membangun pintu utama untuk berbagai informasi lain yang Anda miliki seperti blog, portofolio, atau informasi kontak.

Gunakan Landing Page kalau:

  • Anda ingin menjual produk digital, atau menjalankan kampanye produk tertentu
  • Anda hanya ingin menampilkan informasi singkat seputar produk, tanpa informasi umum tentang bisnis secara lebih detail.
  • Anda aktif di berbagai media sosial tapi hanya bisa menaruh satu tautan di bio Anda.
  • Anda punya beberapa produk dan ingin menampilkan beberapa penawaran di satu laman dengan praktis.
  • Anda perlu solusi cepat dan tidak mudah untuk mencapai tujuan Anda tanpa skill teknis.

Singkatnya, kalau Anda menjual produk digital atau menjalankan promosi, landing page adalah pilihan terbaik. Soalnya, landing page dirancang untuk tujuan konversi tanpa terlalu banyak detail informasi.

Mengenal Landing Page Utas

Utas adalah layanan yang bisa membantu Anda membuat landing page yang efektif. Plus tak perlu repot dengan hal teknis seperti saat membuat homepage di website.

Apa saja keunggulannya?

1. Link Bio Interaktif untuk CTA yang Powerful

Apa yang Anda pikirkan saat melihat landing page ini?

Landing page minimalis yang dibuat dengan utas sebagai link-in-bio

Informasinya singkat, jelas, dan padat. Lalu, ada logo dan informasi singkat tentang brand untuk membangun kepercayaan pengunjung.

Selain itu, Anda juga akan melihat beberapa CTA yang memudahkan Anda menuju halaman yang diinginkan, sesuai deskripsi yang ada. Tinggal klik dan sampai di halaman produk yang diinginkan

Dengan begitu, bisa ditebak kalau potensi conversion ratenya tinggi. Padahal landing page ini bisa dibuat hanya dengan beberapa waktu saja.

2. Profile Page yang Lengkap dan Serbaguna

Tapi kan hanya CTA tidak cukup untuk membuat landing page yang menarik?

Semua tergantung pada kebutuhan Anda, kok. Kalau Anda ingin membuat landing page itu sebagai halaman profil yang lengkap, Anda bisa membuatnya dengan tampilan seperti ini:

Landing page juga bisa dibuat sebaga profil lengkap dengan Utas sepertri CCWedding ini

Fitur landing page Utas memungkinkan Anda menampilkan informasi kontak, mengedit profil, dan menambahkan fitur seperti formulir booking atau konsultasi.

Ini seperti membuat laman utama untuk kontak yang profesional dan fleksibel tapi dengan langkah yang mudah.

3. Portfolio Page untuk Meningkatkan Kredibilitas

Saya content creator dengan banyak produk digital. Bisa saya pamerkan juga di landing page itu?

Kalau pakai Utas, bisa!

Anda tinggal tampilkan profil, karya, dan produk Anda dengan cara yang menarik dan intuitif. Jadikanlah sebuah etalase digital yang memperkuat personal branding Anda

Tak hanya logo dan deskripsi produk, Anda juga bisa menampilkan data tentang konsumen dan jumlah transaksi. Informasi ini membuat konsumen lebih percaya untuk bertransaksi.

Contoh landing page dengan berbagai produk

Tips Membangun Landing Page yang Baik

Inilah beberapa tips membangun landing page yang baik:

1. Tampilkan Profil Yang Jelas

Tampilkan profil Anda dengan jelas. Gunakan logo profesional, nama yang mudah dibaca, dan deskripsi singkat tentang keahlian Anda.

Sebagai penulis ebook di digital marketing, deskripsinya bisa: “Penulis E-Book Best Seller tentang Digital Marketing.”

2. Langsung Tunjukkan CTA

Tempatkan tombol CTA yang jelas dan menarik setelah informasi utama.

Buat tombol CTA Anda mencolok dan mudah dibaca. Hindari menampilkan terlalu banyak CTA yang tidak perlu, agar pengunjung tidak bingung dengan tujuan landing page Anda.

3. Atur Kategori dengan Prioritas

Kalau Anda punya beberapa link untuk CTA, atur berdasarkan prioritas. Fokus pada link yang ingin mendapatkan klik terbanyak.

Kalau tujuan Anda memberikan informasi, letakkan menu umum di atas untuk banyak pilihan.

Kalau tujuan Anda meningkatkan penjualan, tempatkan link untuk membeli produk atau memesan layanan di atas.

4. Gunakan Visual Yang Menarik

Pakai desain minimalis memang keunggulan landing page yang fokus meningkatkan konversi. Namun, tampilan visual yang menarik juga penting.

Nah, menambahkan ikon atau aset  visual mencolok bisa menyeimbangkan desain yang minimalis tadi.

Contoh CCWeddingInvitation menunjukkan hal ini dengan baik. Informasi pemesanan, daftar harga, dan paket spesial disusun dalam desain menarik, menghindari kesan monoton.

5. Tambahkan Social Proof

Berapa banyak pelanggan yang puas? Atau, berapa buku yang terjual? Informasi ini penting untuk landing page Anda, tetapi jangan terlalu detail seperti di homepage.

Pastikan informasi mudah dibaca untuk menunjukkan kredibilitas Anda sebagai content creator dan mendukung conversion produk digital yang ditawarkan.

6. Optimasi untuk Pengguna Mobile

Anda tidak berpikir pengunjung hanya datang dari pengguna laptop, kan? Banyak calon pembeli Anda mungkin mengaksesnya dari ponsel.

Itu sebabnya penting untuk memastikan desain Anda menarik dan mobile-friendly. Jika Anda menggunakan Utas, Anda tak perlu khawatir dengan desain ramah mobile ini.

Sudah Tahu Kan Beda Landing Page dan Home Page?

Homepage adalah halaman utama website yang memberikan informasi umum dan membantu menemukan halaman lain.

Landing page, di sisi lain, dibuat untuk tujuan khusus seperti menampilkan produk atau mendaftar webinar.

Kalau Anda seorang content creator yang ingin menjual produk digital, landing page adalah pilihan tepat untuk fokus pada penjualan.

Dan jangan lupa, membuat landing page kini lebih mudah dan optimal untuk mendapatkan cuan berkat platform seperti Utas. Tertarik mencobanya?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *