Tahukah Anda jika hubungan baik dengan customer berpengaruh terhadap perkembangan bisnis? Ya, tentu saja korelasi ini sangat kuat. Anda bisa menemukan banyak perusahaan menerapkan customer relationship untuk selalu memenuhi kebutuhan pelanggan.
Customer relationship adalah dan contohnya ini nanti akan dijelaskan lebih mendalam dalam artikel kali ini. Dari strategi ini, Anda bisa mengetahui makna penerapannya untuk bisnis. Selain itu, akan dibahas juga jenis serta tips melakukannya. Penasaran? Yuk kita simak berikut ini.
Daftar Isi
Pengertian
Pembahasan pertama, yaitu pengertian customer relationship. Customer relationship adalah teknik marketing yang berguna untuk membuat pelanggan setia terhadap brand Anda dibuktikan dengan pembelian berulang.
Adanya strategi marketing ini membuat pelanggan atau konsumen tersebut menjadi lebih loyal dan tidak memilih produk pesaing. Dalam melakukan pengelolaan pelanggan ini diperlukan nama-namanya agar dapat dikelola untuk pemasaran.
Anda bisa menjalankan komunikasi yang baik agar tetap terhubung dengan pelanggan sehingga jumlah pelanggan akan kian meningkat. Itulah dasar dari konsep customer relation yang perlu Anda ketahui. Oleh sebab itu, sarana untuk mempererat hubungan dengan pelanggan juga perlu disediakan.
Salah satunya adalah Utas yaitu platform penjualan produk yang memiliki fitur untuk berinteraksi dengan pelanggan serta menghubunginya. Dengan begitu, Anda tidak perlu repot dalam mengiklankan produk karena dapat terhubung dengan media sosial pelanggan.
Jenis Customer Relation
Hubungan pelanggan adalah cara terbaik untuk mendapatkan keuntungan dalam bisnis. Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan strategi pemasaran ini, penting mengetahui jenis customer relation. Ada 5 jenisnya, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Dedicated Personal Assistance
Jenis pertama hubungan pelanggan yaitu dedicated personal assistance. Ciri khas dari jenis ini adalah membangun hubungan pelanggan dengan cara memilih satu orang sebagai perwakilan dari jenis konsumen tersebut.
Cara ini sering ditemui pada strategi account management. Hal ini memungkinkan perusahaan dapat membangun ikatan yang kuat dengan setiap klien atau pelanggannya. Menarik bukan?
2. Co-creation
Jenis berikutnya yaitu co-creation dimana pelanggan akan diikutsertakan dalam menghasilkan nilai terhadap produk atau jasa.
Contohnya adalah platform Youtube dimana menyediakan wadah bagi pelanggannya untuk menyajikan konten, dsb.
3. Self-service
Jenis ketiga ini yaitu self-service ini sedikit unik dengan jenis lainnya karena tidak banyak mengikutsertakan banyak pelanggan untuk terhubung. Jenis self service dilakukan dengan teknik satu arah saja.
Anda mudah menemukan jenis ini pada e-commerce. Toko online tersebut biasanya melakukan pemasaran dengan mengirim iklan ke pengguna atau pengikutnya saja.
4. Automated services
Berikutnya adalah automated service dimana perusahaan memberikan pelayanan secara otomatis. Cara otomatis ini sudah banyak digunakan oleh perusahan seiring dengan kemajuan zaman. Kelebihan dari automated services yaitu tidak banyak menyediakan sumber daya manusia sehingga lebih efisien.
Namun, penting diketahui cara ini bisa membuat konsumen kurang puas dengan hubungan yang dibangun karena dijawab oleh sistem dengan jawaban yang sama.
5. Collective
Terakhir adalah collective yaitu tipe interaksi kolektif dari pebisnis dengan para pelanggan. Contohnya adalah melakukan pemasaran menggunakan berbagai media sosial, yaitu lewat koran, konten media sosial, sampai televisi.
Dari berbagai jenis media sosial yang dipilih untuk iklan ini, perusahaan bisa membentuk komunitas pelanggan sehingga keterikatan menjadi lebih baik.
Perbedaan Customer Relation dan Customer Service
Customer relationship dan customer service nyatanya memiliki perbedaan. Hal ini bisa Anda lihat pada fungsi, tujuan, dan ruang lingkupnya. Mari simak perbedaannya berikut.
1. Fungsi
Fokus perbedaan pertama yaitu terletak di fungsinya. Untuk urusan customer service memiliki fungsi reaktif. Misalnya, ketika ada keluhan pelanggan, customer service akan mencari solusinya setelah ada laporan.
Sedangkan customer relationship lebih proaktif dan tidak menunggu ada keluhan. Perusahaan akan berusaha terhubung dengan pelanggan dalam jangka panjang.
2. Tujuan
Tujuan umum yang dimiliki kedua jenis strategi ini sama-sama bisa meningkatkan pengalaman pengguna. Meski begitu, tetap ada perbedaan tujuan spesifik. Khusus hubungan pelanggan, tujuannya adalah membangun hubungan sesering mungkin.
Sedangkan tujuan customer service tujuannya yaitu menjawab semua pertanyaan dan keluhan pelanggan serta memberikan saran terbaik agar terjalin hubungan.
3. Ruang Lingkup
Perbedaan terakhir yaitu berdasarkan ruang lingkupnya. Customer service memiliki ruang lingkup yang lebih kecil dibandingkan customer relation. Adapun pekerjaan dari CS ini terbatas menjawab pertanyaan dari customer sehingga tidak membangun komunikasi jangka panjang.
Adapun untuk customer relation ini lebih kompleks karena harus membangun ikatan serta memperluas jaringan agar mempertahankan citra merek dan brand awareness.
Tips Membangun Customer Relation
Untuk membangun customer relationship, berikut tips yang bisa pemilik bisnis lakukan:
1. Tingkatkan Komunikasi dengan Pelanggan
Langkah penting dalam membangun customer relationship yaitu meningkatkan komunikasi. Dengan komunikasi yang lancar dengan pelanggan akan memberikan kesan baik bagi perusahaan. Selain itu, pengalaman pelanggan menjadi lebih menyenangkan.
Dengan demikian, keterlibatan pelanggan terhadap produk atau jasa Anda semakin loyal. Komunikasi yang baik bisa memperluas networking dengan lebih banyak calon pelanggan.
2. Minta Timbal Balik Kepada Customer
Pembeli produk atau jasa lebih tertarik pada brand yang bisa memberikan feedback bagi mereka. Perusahaan perlu meluangkan waktunya untuk melayani pelanggan dari kritik dan pertanyaan. Dengan respon yang baik, tentu ini akan menimbulkan peningkatan penjualan produk atau layanan.
Untuk mengembangkan interaksi baik, perusahaan juga perlu meminta feedback berupa penilaian dan kolom komentar.
3. Atasi Keluhan Pelanggan
Complain dari pelanggan akan memperburuk citra bisnis. Hal itu ada benarnya sehingga Anda perlu mengatasi keluhan tersebut untuk memberikan feedback positif.
Dengan memberikan solusi terbaik kepada keluhan pelanggan, ini akan membuat pengalaman pelanggan menjadi lebih menyenangkan.
4. Berikan Reward Untuk Pelanggan Setia
Penting untuk selalu memberikan reward pada pelanggan yang sudah loyal terhadap bisnis. Hal ini difungsikan agar pelanggan tersebut melakukan repeat order.
Adanya hadiah atau reward ini akan membangun ikatan yang kuat serta loyalitas pelanggan. Pelanggan juga merasa diuntungkan dengan membeli produk atau layanan Anda.
5. Ketahui Kebutuhan Pelanggan
Memahami kebutuhan pelanggan adalah hal yang utama. Dengan memahami customer, Anda bisa memasarkan produk secara maksimal sehingga marketing berjalan efektif. Cara yang dilakukan seperti riset pasar, wawancara dengan pelanggan, sampai kuisioner.
Fungsi Customer Relationship
Dari penjelasan di atas, Anda bisa memetakan beberapa fungsi dari customer relation diantaranya adalah sebagai berikut:
- Memahami kebutuhan pelanggan sehingga omset meningkat.Â
- Peluang untuk pengembangan produk baru yang laris dipasaran.Â
- Meningkatkan kepuasan pelanggan.Â
- Melakukan pemasaran dengan fleksibilitas yang besar.Â
Itulah beberapa penjelasan penting mengenai customer relationship yang bisa membangun bisnis serta citra perusahaan. Untuk melaksanakannya, pemilik bisnis bisa menggunakan pencatatan dan pengumpulan data pelanggan agar mendalami keuntungan dan kelemahan bisnis.
Nah, di era digital kini, customer relationship bisa dibangun lebih mudah dengan memanfaatkan platform penjualan seperti Utas. Anda bisa memanfaatkan fitur komunikasi dengan pelanggan di dalamnya agar relasi semakin kuat.
