fbpx

Brand Guideline: Pengertian, Manfaat, Komponen, Contoh 

Setiap perusahaan atau bisnis tentu membutuhkan pedoman dalam menjalankan bisnisnya. Pedoman ini dilakukan agar brand yang dimiliki tetap konsisten dan bisa berkembang. Salah satu caranya dengan membuat brand guideline. Tahukah Anda apa itu brand guideline. 

Jika pelaku bisnis menerapkan brand guideline tentu akan bermanfaat dan membuat bisnisnya menjadi lebih baik. Mau tahu komponen apa saja, cara membuat, dan contohnya? Yuk simak ulasan berikut. 

Pengertian 

Sebelum membahas lebih jauh brand guideline, mari kita bahas pengertiannya terlebih dahulu. Berdasarkan HubSpot, brand guideline adalah pedoman dalam mengatur desain, tampilan, hingga komposisi dari brand tertentu. 

Pasalnya, tampilan brand sangat penting dalam menarik pelanggan. Oleh sebab itu, dari petunjuk inilah yang membantu desainer, marketer, dan berbagai divisi terkait dalam brand agar konsisten dalam mengikuti standar perusahaan. 

Sederhananya, brand guide style adalah standar untuk menjelaskan bagaimana brand direpresentasikan ke seluruh masyarakat. Dengan pedoman ini dapat menjaga identitas merek menjadi lebih baik lagi. Hal ini juga berguna untuk menghindari kerancuan dengan brand lainnya. 

Manfaat Brand Guideline

Setelah Anda mulai paham pengertiannya, brand guideline memiliki manfaat untuk bisnis. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: 

1. Menetapkan Standar

Manfaat brand guideline yang pertama adalah dapat menetapkan standar. Standar ini bisa dibilang SOP (Standard Operating Procedure) untuk setiap karyawan agar menghasilkan produk yang sesuai aturan perusahaan. Setiap perusahaan memiliki standar berbeda-beda dalam membuat produk sampai pemasarannya. 

Dengan membuat guideline ini, standar dalam memposting atau membuat produk lebih terjamin. Iklan menjadi lebih menarik dari font, warna, dsb. 

2. Lebih Mudah Diingat 

Untuk meningkatkan brand awareness akan semakin efektif jika disertai dengan brand guideline. Contohnya dalam membuat logo, harus memperhatikan desain grafis yang sesuai dengan guidelinenya. Selain itu, pembuatan tagline juga dinilai dapat meningkatkan brand awareness. 

Nah, dalam pengaplikasian tagline ini juga harus disertai brand style guide seperti memperhatikan tone of voice dari brand tersebut. Tujuannya agar mudah diingat. 

Jadi, brand style guide adalah pedoman untuk mengatur tampilan dari brand perusahaan agar lebih menarik dan mudah diingat oleh pelanggan. 

Komponen 

Berikut ini adalah beberapa komponen dalam brand guideline: 

  • Color Palette: palet warna yang terdiri dari primary dan secondary. Jenis ini memiliki kegunaan yang berbeda. Untuk primary brand colors biasa digunakan dalam membuat logo. Untuk secondary merupakan palet warna untuk brosur, website, atau exhibition stand. 
  • Typography: komponen berupa ukuran dan jenis font. Biasanya diletakkan di bagian judul, heading, dan paragraph. 
  • Desain Logo: komponen penting untuk logo brand perlu memperhatikan warna, latar belakang logo, batas ukuran, sampai model dari logo tersebut. 
  • Gambar: komponen untuk memperlihatkan citra brand. Contohnya berupa foto, ikon, dan watermark. 
  • Brand tone: komponen yang berfungsi agar identitas brand dapat dipahami oleh customer. Nilai dari brand juga bisa dimengerti pelanggan. Brand tone diperlukan untuk perangkaian kata. 
  • Brand stationery: komponen ini adalah fitur yang menyajikan kesan baik bagi konsumen ketika pertama kali melihat brand. Contohnya dalam bentuk kartu nama atau blangko. 
  • Social media style: elemen social media style didalamnya terbagi lagi menjadi komponen desain, brand tone, dan strategi konten untuk platform di berbagai media sosial. Tujuan elemen ini penting agar merek terjaga konsistensinya dan dapat mencapai target audiens. 

Cara Membuat Brand Guideline 

Adapun cara membuat brand guideline ini harus memperhatikan langkah berikut: 

1. Kumpulkan Ide 

Hal pertama yang dilakukan dalam membuat brand guideline adalah mengumpulkan ide sebanyak mungkin. Anda harus mengadakan pertemuan dengan tim dan mendiskusikan perihal logo, font, dan berbagai elemen tampilan brand. 

Semua itu harus diperhatikan sesuai dengan image brand dan target pasar. Cari tahu kelebihan dan kekurangan dari desain agar mendapatkan inspirasi lebih baik lagi. 

2. Tentukan Elemen Penting dalam Brand Guideline 

Setelah mendapatkan inspirasi, tentukan elemen penting dalam brand guideline. Elemen tersebut terdiri dari enam jenis, yaitu logo, palet warna, brand story, brand voice, typography dan font serta gambar. Semua elemen ini harus diperhatikan dan ditentukan secara mendetail. 

Untuk menentukan setiap elemennya, Anda bisa bekerja sama dengan divisi yang profesional di bidang tersebut. Contoh untuk logo, bisa berdiskusi dengan tim desain, dsb. 

Anda bisa memaksimalkan platform penjualan Utas untuk mendapatkan data pelanggan dan membuat team agar bisa koordinasi lebih mudah lagi. 

3. Buat Pedoman Pada Setiap Produk 

Untuk membuat brand style guide terbaik, Anda perlu membuat pedoman pada setiap produk yang ada di brand perusahaan. Misalnya, Anda menjual produk digital. Untuk membuatnya lebih menarik, Anda perlu mengatur tampilan website sampai tata letak gambarnya.

Setiap produk harus dibuat pedomannya masing-masing agar brand bisa tetap konsisten dan menampilkan pemasarannya lebih baik lagi. 

4. Buat Outline dari Brand Guideline 

Langkah terakhir yaitu membuat outline. Fungsi dalam membuat outline ini agar karyawan lebih mudah memahaminya. Contohnya dalam brand story, Anda bisa membuat outline dengan menuliskan visi misi dan nilai dari produk Anda. 

Contoh lainnya dari pembuatan logo brand harus memperhatikan filosofi dari logo tersebut dan makna dibaliknya. 

Seberapa Penting Brand Guideline Untuk Bisnis? 

Dari penjelasan di atas, Anda dapat mengetahui seberapa penting guideline ini untuk bisnis. Adanya brand guidelines dapat membantu Anda dalam mengidentifikasi merek. Hal ini juga membantu untuk identifikasi brand agar tetap seragam. 

Dengan begitu, brand guidelines dapat melindungi merek Anda dari pemahaman yang salah atau tidak sesuai standar. Dengan cara ini, Anda bisa lebih mudah memilih ide yang tepat dan relevan dengan bisnis yang sudah dikembangkan. 

Namun, perlu diingat dalam membuat brand guideline tidak boleh berhenti sampai disitu saja. Anda perlu melakukan pengembangan dan pembaharuan. Pasalnya, pertumbuhan perusahaan, permintaan, dan produk bisa saja berubah sesuai dengan kondisi di lapangan. 

Contoh Brand Guideline 

Berikut ini adalah contoh guideline untuk brand yang bisa dijadikan sebagai sumber inspirasi: 

1. TikTok

Logo ini menonjolkan semangat anak muda yang cocok dengan target pasarnya. Terlihat pada brand ini dari logonya seperti ada semangat, kreativitas, dan ekspresi tak terbatas. 

2. Netflix

Dari contoh guideline Netflix, Anda bisa memahami bahwa perusahaan tersebut sangat memperhatikan brand guidelinenya terhadap logo. Aturan yang diterapkan cukup simple yaitu pada warna merah klasik, huruf kapitalnya yang menjadi ciri khas, ukuran font, sampai spasi. 

3. Carrefour

Brand Carrefour ini terkenal dengan pemilihan tampilan brandnya yang terkesan hidup. Palet warna yang luas ini menambah kesan hidup. Brand ini membuat brand guideline yang fokusnya ke sikap terbuka, hangat, dan akrab dengan lingkungan. Kesan ini yang membuat pelanggan tertarik. 

4. Spotify 

Aplikasi music ini punya contoh guideline yang mudah diingat. Adapun warnanya didominasi hijau. Palet warna yang diberikan cukup unik dengan tiga kode. Panduan brand ini tertuju pada variasi logonya. 

Itulah beberapa komponen penting dalam brand guideline sampai cara membuatnya. Dari petunjuk di atas, Anda dapat menerapkannya dalam bisnis untuk mencapai tujuan. 

Untuk mendukung pembuatan brand guideline, gunakan platform seperti Utas. Disana, Anda bisa menemukan berbagai macam fitur seperti data prospek, google analytics, data penjualan, dsb untuk strategi pedoman brand selanjutnya.  

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *