Marketing funnel merupakan bagian penting dari suatu proses marketing atau pemasaran. Mempelajari bagaimana pengerucutan (funnelling) terjadi adalah keharusan bagi marketer yang ingin meningkatkan penjualan perusahaan.
Perlu diketahui bahwa sebuah keputusan membeli produk atau layanan tidak terjadi begitu saja. Nah, Anda bisa melihat dari funnel ini bagaimana perjalanan pelanggan mulai dari ketertarikan hingga akhirnya memutuskan untuk membeli.
Daftar Isi
Apa Itu Marketing Funnel?
Marketing funnel adalah sebuah siklus atau proses yang dilalui konsumen dari awal mengenal produk hingga akhirnya membeli produk tersebut. Misalnya, Anda melihat iklan tas wanita, tentu Anda tidak langsung membelinya, kan?
Biasanya dari iklan tersebut, seseorang yang tertarik akan melihat gambar dan deskripsi produk, kemudian memasukkan ke keranjang. Jika sudah yakin, barulah konsumen membeli dan membayar tas. Semua proses tersebut adalah tahapan-tahapan (stage) yang ada di dalam sebuah funnel.
Istilah funnel sendiri merujuk pada bentuk corong yang mengerucut semakin kecil. Dalam proses pemasaran, biasanya jumlah orang yang melihat iklan banyak tetapi orang yang membeli jumlahnya akan lebih sedikit.
Baca juga: Conversion Rate: Pengertian, Cara hitung dan Meningkatkannya
Tahap-tahap Marketing Funnel
Mungkin keputusan pembelian yang dilakukan setiap konsumen berbeda-beda, ada yang cepat-cepat ke transaksi dan ada pula yang melalui proses lebih panjang. Funnel pemasaran memang tidak ada yang bersifat universal karena bisa saja pelanggan melalui tiga, empat, lima langkah atau lebih.
Namun, untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya, berikut diuraikan tahapan-tahapan funnel pemasaran yang disebut stage dan ciri khas dari masing-masing stage.
1. Awareness (Kesadaran)
Awareness adalah tahap konsumen mengetahui nama, nilai, gaya dan pesan dari suatu produk atau layanan. Stage ini masih sebatas pada pengetahuan konsumen bahwa ada produk Anda tetapi belum menggunakannya.
Pemilik brand tentu perlu strategi untuk meningkatkan brand awareness agar orang-orang mengetahui produk tersebut. Utas.co menyediakan platform bagi Anda dan pelaku usaha yang ingin produknya dikenal lebih luas.
Anda bisa memanfaatkan platform Utas sebagai saluran penjualan online untuk produk digital, produk fisik dan jasa.
2. Interest
Interest adalah tahap konsumen tertarik dengan produk yang ditemukan di iklan televisi, Facebook, Instagram, YouTube, Google dan lainnya. Jumlahnya lebih sedikit dari audiens yang ada di tahap sebelumnya dan kebocoran ini sangat wajar.
Beberapa orang mungkin melihat iklan Anda tetapi tidak tertarik sehingga tidak masuk ke stage ini. Dalam marketing funnel, konsumen yang sudah memiliki ketertarikan biasanya ditandai dengan melakukan pencarian.
Misalnya konsumen mencari produk Anda di Google atau di internet. Artinya, konsumen sudah mengetahui lebih banyak tentang produk Anda daripada sebelumnya.
3. Consideration
Setelah mengetahui lebih banyak, konsumen bisa lanjut ke tahap berikutnya yakni consideration atau pertimbangan. Konsumen yang tertarik dengan produk Anda tidak selalu langsung membeli, tetapi akan melakukan beberapa pertimbangan terlebih dahulu.
Konsumen biasanya akan mempertimbangkan beberapa hal seperti harga dan nilai produk. Membandingkan produk Anda dengan produk serupa, apakah produk Anda memiliki keunggulan atau tidak.
Dalam tahap ini, konsumen mungkin akan menimbang-nimbang produk Anda dengan alternatif lain sebanyak mungkin. Alasannya tentu saja untuk menemukan produk terbaik yang mereka cari atau butuhkan.
4. Conversion
Tahap selanjutnya adalah conversion atau purchase yang mana konsumen memutuskan untuk membeli produk. Pada tahap marketing funnel ini bisa dikatakan bahwa strategi pemasaran Anda sudah berhasil.
Marketing yang diterapkan sukses menghasilkan konversi atau penjualan. Keputusan konsumen sudah bulat untuk membeli dan langsung mengarah ke transaksi.
5. Loyalty
Lebih sukses dari conversion, jika Anda berhasil membawa konsumen menjadi pelanggan loyal. Konsumen yang loyal ini berarti mau melakukan pembelian kembali (retention). Pengalaman pembelian yang lancar dan produk yang berkualitas dapat mendorong loyalitas konsumen Anda.
Tidak sedikit konsumen yang membeli produk sekali dan memutuskan untuk beralih ke brand lain. Hal tersebut dapat terjadi karena merasa kurang puas dengan produk atau layanan yang didapatkan.
6. Advocacy
Funnel pemasaran dapat berlanjut pada stage yang lebih tinggi yakni advocacy. Tahap ini konsumen merasa bukan hanya merasa puas, tetapi merasa senang dengan produk Anda sehingga merekomendasikan ke orang lain.
Konsumen memberikan testimonial atau advocacy karena menilai produk Anda memang layak untuk mendapatkannya. Kesuksesan marketing funnel hingga ke tahap ini dapat memberikan peluang lebih besar bagi produk Anda untuk dikenal bahkan digunakan oleh banyak orang.
Baca juga: Call to Action (CTA) Cara Menarik Pelanggan dan Contohnya
Mengapa Marketing Funnel Penting?
Fungsi utama dari funneling adalah membantu marketer dalam mengukur kualitas dari strategi pemasaran yang dijalankan. Parameter ini bisa jadi bahan evaluasi untuk memperbaiki dan meningkatkan strategi pemasaran di masa depan. Berikut sejumlah manfaat penting dari funnel pemasaran.
- Membantu menemukan strategi pemasaran paling ampuh dalam menjangkau konsumen potensial
- Mengetahui cara dan waktu terbaik dalam menjalin engagement dengan konsumen potensial
- Membantu perusahaan mengetahui strategi pemasaran yang paling efektif menghasilkan konversi
- Membantu perusahaan dalam efisiensi budget untuk menjalankan suatu strategi pemasaran
- Membantu marketer dalam menyusun rencana pemasaran yang praktis untuk berbagai tahap funnel
Baca juga: Content Strategy: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh
Strategi Memaksimalkan Pemasaran
Apa yang Anda dapatkan pada setiap tahapan marketing funnel akan mengerucut atau jumlahnya semakin sedikit. Namun, Anda dapat menerapkan strategi untuk memaksimalkan jumlah yang bisa didapatkan pada setiap stage.
1. Awareness
Banyak pelaku usaha yang memasarkan produknya ke media sosial karena sangat efektif untuk meningkatkan brand awareness. Iklan di Google, membuat video di YouTube, mempromosikan di podcast dan masih banyak lagi.
Strategi untuk mendorong awareness sebarnya tidak sebatas pada pemasaran digital. Anda juga bisa mempromosikan produk atau layanan langsung secara offline. Misalnya dengan menawarkan produk dari mulut ke mulut.
2. Interest
Ingin marketing funnel mendapatkan konsumen lebih banyak pada stage ini? Anda perlu melakukan riset pasar untuk memahami bagaimana kebiasaan konsumen pada tahap interest. Hal tersebut akan membantu agar konsumen tidak hanya tertarik tetapi bisa lanjut ke tahap berikutnya.
3. Consideration
Sudah cukup bagus jika bisa menjaring konsumen hingga ke tahap ini. Marketer biasanya perlu strategi agar konsumen tertarik untuk mempertimbangkan sebuah produk. Anda bisa memberikan deskripsi yang informatif dan mungkin menambahkan cerita di balik produk Anda yang dapat menambah nilai jual.
4. Conversion
Konsumen yang membeli produk Anda juga perlu treatment yang tepat agar mendapatkan kesan yang baik selama berbelanja. Anda bisa memberikan rekomendasi produk lain yang mungkin dibutuhkan konsumen berdasarkan pembelian yang dilakukan.
Bisa juga dengan mengingatkan jika produk yang dijual tinggal sedikit atau perlu segera di-check out. Strategi ini dapat menciptakan kesan bahwa brand dekat dengan konsumen.
5. Loyalty
Bagi pelanggan yang setia, Anda perlu memberikan penawaran seperti diskon atau potongan harga. Buat konsumen merasa ada keterikatan dengan brand seperti memberikan penawaran lewat media sosial dan email.
6. Advocacy
Brand sebaiknya terbuka untuk menerima saran dari pelanggan. Tujuannya agar proses funnel pemasaran Anda bisa berjalan lebih baik ke depannya. Terima saran dari mereka agar para konsumen merasa didengar dan dihargai.
Itulah pengertian marketing funnel, fungsi, tahapan dan strategi untuk memaksimalkan setiap stage pemasaran.
