Istilah cross selling termasuk salah satu teknik marketing yang banyak dilakukan selain upselling. Meski namanya cukup asing, tapi teknik ini cukup populer di kehidupan sehari-hari lo. Cross selling adalah teknik dimana penjual menawarkan produk tambahan atau sampingan dari produk yang dibeli.
Bagi Anda sebagai pemilik bisnis tentu harus paham istilah ini lebih dalam guna meningkatkan penjualan. Lalu, apa saja sih manfaat dari strategi ini? Apa bedanya dengan upselling? Sampai bagaimana penerapannya yang baik dan benar? Mari kita simak!
Daftar Isi
Apa Itu Strategi Cross Selling?
Untuk mengetahui suatu istilah, tentu yang pertama kali dibahas adalah pengertiannya. Pengertian Cross Selling adalah strategi marketing dimana sales akan memberikan penawaran kepada pembeli terhadap produk lain atau sampingan dari produk yang sebelumnya dibeli.
Jadi, teknik cross selling dilakukan untuk mengajak pembeli menambah pembelian dan produk tersebut berkaitan dengan produk yang sudah dibelinya (utama).
Lebih gampangnya, akan kami berikan ilustrasi. Misal, si A ingin membeli makanan kucing di petshop. Lalu, oleh kasir ditawarkan juga produk vitamin kucing atau mainan kucing.
Dari ilustrasi ini, bisa dipahami bahwa cross selling adalah tindakan yang dilakukan agar mendorong customer membeli produk tambahan yang masih berkaitan dengan produk yang sudah dibelinya. Namun, perlu diketahui teknik ini tidak selalu diaplikasikan untuk bisnis konvensional.
Seringnya, Anda bisa menemukannya di e-commerce atau platform penjualan. Umumnya, cross selling ini ditandai dengan munculnya tulisan seperti “Lihat produk lainnya” atau “produk terkait”.
Hal ini akan memicu customer untuk melihat produk yang relevan sehingga akan menambah keranjang belanja. Anda juga bisa melakukan cross selling menggunakan platform penjualan produk digital populer seperti Utas.
Manfaat Strategi Cross Selling
Anda kini sudah paham tentang pengertian cross selling. Lalu, apa saja manfaatnya? Untuk lebih jelasnya, manfaat cross selling adalah sebagai berikut:
- Meningkatkan pendapatan. Hal ini jelas terjadi jika cross selling yang dilakukan berhasil. Pasalnya, customer akan membeli produk lebih dari satu sehingga tentu akan menguntungkan bagi pemilik bisnis.
- Meningkatkan kepuasan pelanggan. Manfaat lainnya dari cross selling adalah membuat customer merasa puas karena bisa mendapatkan produk tambahan yang memang diperlukan.
- Membangun loyalitas konsumen karena bisa melakukan transaksi lebih banyak lagi untuk brand Anda. Selain itu, engagement juga semakin meningkat karena dapat memberikan kemudahan dalam berbelanja.
- Membantu dalam pemasaran atau promosi produk secara lebih luas. Apalagi jika penjualan Anda dilakukan secara online.
- Menurunkan angka selling cost saat menjual produk.
- Meningkatkan referral produk.
Perbedaan Cross Selling dan Upselling
Setelah diketahui manfaat dari cross selling, masih banyak yang rancu tentang perbedaan cross selling dan upselling. Agar tidak salah paham, maka akan dijelaskan lengkap terkait dengan kedua metode marketing ini.
Perbedaan utama dari cross selling dan upselling yaitu dari fokus penawarannya. Cross selling adalah teknik penjualan silang yaitu adanya produk tambahan untuk melengkapi produk sebelumnya.
Sedangkan upselling adalah pembelian dengan menjual prospek atau penjualan yang lebih ditingkatkan dari produk awalnya. Jadi, untuk strategi upselling ini lebih mengarah untuk membujuk customer membeli produk serupa tetapi dengan spesifikasi lebih tinggi dibandingkan niat pembelian awalnya.
Baca juga: Apa itu Up selling? Manfaat, Tips, dan Contoh
Apa Tujuan Utama Cross Selling?
Selain memahami manfaat dari cross selling, Anda harus tahu tujuan utamanya. Cross selling memiliki tujuan utama untuk memaksimalkan nilai dari interaksi dengan customer. Penawaran produk tambahan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pada setiap transaksinya, tetapi juga menjalin hubungan.
Adanya cross selling mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan solusi secara lebih luas. Hal ini akan meningkatkan loyalitas dan efisiensi operasional dalam melakukan pemasaran.
Contoh Cross Selling dalam Penjualan Online
Berikut ini adalah beberapa contoh cross selling produk terkenal yang bisa menginspirasi Anda:
1. Eiger
Di akun media sosial Eiger, Anda dapat melihat beberapa postingan marketing yang menarik dan menerapkan strategi cross selling. Di satu foto, Anda bisa melihat ada berbagai produk sekaligus dan terlihat matching dari koleksi Eiger.
Anda bisa melihat dalam satu foto tersebut ada tas besar, tas selempang, baju, dan berbagai produk lainnya. Hal ini termasuk pada cross selling karena ada berbagai jenis produk tambahan lain yang ditawarkan selain produk utamanya yaitu tas.
2. IKEA
IKEA adalah produk furniture terkenal yang menerapkan cross selling untuk strategi marketing. Dibandingkan hanya menawarkan produk satuan, IKEA menawarkan produk lengkapnya dalam satu interior rumah.
Hal ini kemudian dipublikasikan ke media sosialnya agar menarik minat customer membeli satu paket interior agar tidak bingun mencari inspirasi desain interior rumah.
Baca juga: Call to Action (CTA) Cara Menarik Pelanggan dan Contohnya
Cara Menerapkan Strategi Cross Selling yang Efektif
Berikut ini implementasi cross selling yang bisa Anda coba agar berjalan efektif:
1. Berikan Diskon Untuk Pembelian Banyak
Anda bisa memulai strategi cross selling dengan memberikan promo ke customer. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, adanya promo atau diskon akan membuat customer cepat mengambil keputusan. Hal inilah yang akan memicu pelanggan tertarik dan tergoda untuk membelinya.
Contohnya pada toko online yang menawarkan gratis ongkir untuk pembelian produk di atas Rp50.000. Jadi, ini akan membuat customer tertarik untuk mendapatkan jasa kurir gratis dan membeli produk pelengkapnya.
2. Profil Pelanggan Akurat
Cara menawarkan keranjang belanja yang paling tepat kepada pelanggan adalah dengan melihat kesesuaian profil pelanggan.
Jika ingin berbisnis online, penting memastikan data pelanggan yang akurat. Profil dari customer ini membantu untuk melakukan strategi cross selling. Misalnya, dari riwayat pembelian pelanggan tersebut, Anda bisa memberikan saran terbaik untuk produk tambahan yang dibutuhkan.
3. Pertimbangkan Penetapan Harga Produk
Penetapan harga menjadi salah satu pertimbangan yang tidak boleh disepelekan. Perlu diingat, cross selling adalah teknik yang memberikan penawaran agar pembeli membeli produk pelengkap. Oleh sebab itu, Anda harus memberikan harga terbaik dan sesuai dengan produk tambahan tersebut.
Jangan sampai produk tambahannya lebih mahal dibandingkan produk utama yang dibeli oleh pelanggan karena cross selling tidak akan terjadi.
Baca juga: CRM Adalah: Pengertian, Fungsi dan Contoh Penggunaannya
4. Manfaatkan UGC
UGC atau User Generated Content adalah faktor penting untuk cross selling. UGC dapat dimanfaatkan oleh perusahaan agar membangun kepercayaan. Sederhananya, UGC ini dapat berupa ulasan atau review pelanggan terhadap produk Anda.
Oleh sebab itu, cara menawarkan keranjang belanja yang paling tepat kepada pelanggan adalah dengan memanfaatkan UGC.
Dengan review tersebut, tentu sangat membantu dalam meningkatkan kepercayaan pelanggan baru. Anda bisa menambahkan link review seperti “Apa kata orang tentang produk ini” agar peluang cross selling meningkat.
5. Rekomendasikan Produk Tambahan Secara Tepat
Tips terakhir cross selling adalah memberikan penawaran rekomendasi pribadi. Tips ini efektif untuk penjualan konvensional atau tatap muka langsung. Anda bisa langsung berkomunikasi dengan customer menggunakan Bahasa yang sopan tetapi menarik.
Dalam artikel ini sudah dijelaskan lengkap tentang apa itu cross selling. Cross selling adalah strategi untuk meraih keuntungan lebih banyak karena mendorong customer untuk beli produk tambahan. Ingin tahu platform yang tepat untuk meningkatkan penjualan online? Jika iya, Anda bisa gunakan Utas untuk raih keberhasilan dan mendukung cross selling Anda.
