Preset adalah produk digital yang punya peran penting dalam banyak proses kreatif. Preset kerap digunakan oleh profesional maupun orang awam.
Apa itu preset? Bisa dikatakan preset itu sebuah template yang membantu mengatur sebuah software dengan cepat. Bisa untuk software foto, video atau audio.
Penasaran apa arti preset dan manfaatnya? Di artikel ini, kami akan menjelaskan semuanya, termasuk cara membuat preset dan dapat uang dari itu. Sudah siap?
Daftar Isi
Apa itu Preset?
Preset adalah sekumpulan pengaturan yang dikonfigurasi khusus untuk digunakan di sebuah software. Umumnya untuk tujuan editing, baik itu edit foto, video, atau audio.
Kalau pakai preset, Anda tak perlu lagi mengatur semua setting di software itu dari awal untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Oh ya, preset bisa Anda gunakan berulang kali di berbagai project yang Anda gunakan, lho.
Menariknya, dengan preset yang ada, Anda hanya perlu satu klik untuk bisa mengubah sebuah draft menjadi karya yang bagus. Sebab, di dalam preset biasanya mencakup banyak pengaturan yang sudah tersimpan.
Itu artinya preset adalah salah satu tool yang bisa meningkatkan produktivitas. Anda jadi bisa menghemat waktu saat melakukan pekerjaan. Di saat sama, Anda jadi bisa menjaga hasilnya selalu konsisten.
Yang tak kalah penting, preset adalah salah satu produk digital yang bisa Anda buat untuk mendapatkan uang.

Sumber: thepresetroom
Anda tak salah dengar. Anda hanya perlu menciptakan sebuah pengaturan unik yang bisa membantu orang lain melakukan pekerjaan mereka.
Anda bisa membuat foto preset untuk aplikasi seperti Adobe Lightroom. Bisa juga membuat video preset untuk aplikasi seperti Final Cut Pro. Bahkan, Anda bisa jualan audio preset untuk aplikasi seperti Adobe Audition.
Baca Juga:
- Apa itu Ebook?
- Apa itu Font?
Kelebihan Menggunakan Preset
Apa manfaat preset sehingga makin banyak orang mencari produk digital ini?
1. Bisa Menghemat Waktu
Dengan sekali klik, Anda bisa menambahkan efek, gaya, dan transisi yang keren tanpa ribet. Soalnya, di beberapa software, hal itu harus dilakukan dengan menggeser slider atau mengisi angka dalam prosentase.

Sumber: adobe.com
Kalau pakai preset, pengerjaan project bisa jadi lebih cepat. Ini penting terutama untuk Anda yang kerja dengan deadline.
Tidak mau kan kehilangan klien hanya karena lama di proses edit yang sebenarnya bisa dibantu dengan preset?
2. Hasil Karya Konsisten
Kalau ada banyak pengaturan yang perlu ditentukan, bagaimana Anda memastikan semuanya diterapkan dengan konsisten di setiap project?
Biasanya, Anda akan mencatatnya secara manual. Tapi, kalau sudah pakai preset, Anda tidak perlu repot-repot lagi.
Jadi, preset adalah ibarat template yang sudah jadi standar dari karya sebelumnya dan coba digunakan ulang untuk hasil karya yang baru.
Misalnya, saat Anda mengedit foto pernikahan, Anda sudah tahu berapa brightness, contrast, dan saturasi agar hasilnya sesuai dengan harapan klien.
3. Bisa Menerapkan Gaya Para Profesional
Manfaat preset terutama akan dirasakan oleh pemula. Sebab, perlu waktu untuk punya pengaturan terbaik untuk sebuah karya, bukan?
Nah, preset memberikan akses ke cara berpikir kreatif dari para profesional berpengalaman.
Itu artinya, Anda bisa dengan instan meniru gaya edit mereka dari sebuah preset. Dengan begitu, Anda tidak harus punya keterampilan tinggi dulu untuk bisa punya karya berkualitas.
Sebagai contoh, Anda bisa membuat foto makanan terlihat seperti iklan produk hanya dengan menggunakan preset yang dirancang khusus untuk food photography.
4. Menjadi Sumber Inspirasi
Preset adalah salah satu sumber inspirasi dari banyak orang untuk membuat karya yang lebih unik.
Mirip dengan manfaat sebelumnya, preset dari profesional bisa Anda gunakan bukan hanya untuk langsung menghasilkan karya, tapi mempelajari pendekatan editing yang mereka gunakan.
Ibaratnya preset adalah sarana untuk learning by doing. Anda jadi paham kenapa foto wedding pakai saturasi dan kontras yang lebih tinggi. Sementara foto makanan cenderung lebih lembut dan natural.
5. Lebih Hemat untuk Dapat Hasil Terbaik
Menggunakan preset foto ternyata bisa membantu Anda menghemat uang saat mengerjakan proyek, lho!
Katakanlah, Anda punya koleksi foto produk yang ingin dijadikan aset iklan yang menarik. Biasanya Anda akan perlu jasa edit foto, bukan? Dan biaya untuk layanan itu bisa cukup mahal.
Nah, di sinilah preset adalah solusi yang menarik. Dengan preset, Anda hanya perlu membayar sekali, tetapi bisa menggunakannya berkali-kali sesuai kebutuhan.
Menariknya, harga preset foto atau lainnya cukup bervariasi. Ada yang terjangkau, mulai dari sekitar Rp.100.000, sampai yang lebih premium di kisaran Rp1 juta.
6. Tak Pernah Kehabisan Ide Kustomisasi
Setiap orang punya batasan dalam kemampuan teknisnya. Tak heran, banyak yang cenderung pakai pendekatan editing yang itu-itu saja.
Nah, bagaimana kalau sebuah proyek membutuhkan gaya berbeda? Di sinilah keunggulan preset terlihat dibandingkan dengan proses manual.
Bayangkan, ada banyak produk preset yang dibuat orang dari seluruh dunia untuk memenuhi berbagai gaya dan kebutuhan. Anda bisa memanfaatkan ini.
Anda mau menggunakan preset itu langsung? Boleh. Atau, ingin menjadikannya inspirasi awal untuk mengembangkan ide? Bisa juga.
7. Mendapatkan Uang dari Penjualannya
Manfaat preset tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga pembuatnya. Mereka bisa mendapatkan uang dari menjual preset yang dibuat untuk kebutuhan tertentu.
Preset adalah produk digital yang saat ini sangat dicari. Selain itu, preset bisa dijual satuan atau dalam paket.
Jadi, daripada hanya membuat preset untuk project pribadi, menjualnya kepada orang lain bisa menjadi cara untuk mendapatkan uang yang bisa dicoba.
Anda bisa menjualnya di website sendiri seperti yang dilakukan Kelsey. Atau, Anda juga bisa menggunakan platform seperti Graphic River atau Utas.

Sumber: presetsbykelly
Anda akan dapat kemudahan untuk menampilkan karya, menerima pembayaran, dan punya komunitas konsumen tanpa harus ribet mengelola website itu sendiri.
8. Membangun Personal Branding
Preset adalah produk yang terkait dengan pembuatnya. Jadi, kalau Anda dikenal sebagai ahli membuat preset, keahlian utama Anda akan lebih dihargai, bukan?
Misalnya, kalau semua preset foto Anda untuk foto makanan, pernikahan, atau foto hitam putih terlihat menarik, berarti Anda memang ahli dalam pengeditan foto.
Apalagi kalau Anda kemudian aktif mempromosikan karya dan preset yang Anda buat, termasuk membagikan preset gratis. Ini akan memperkuat personal branding Anda sebagai profesional.
Bisa-bisa, Anda tidak hanya akan mendapatkan banyak klien yang menggunakan jasa Anda, tetapi juga membuat penjualan preset Anda meningkat.
Contoh Penggunaan Preset
Preset adalah produk yang menyempurnakan alur kerja kreatif Anda. Nah, inilah beberapa contoh penggunaan preset:
Foto Preset
Sebuah preset foto sering digunakan untuk jenis foto di bawah ini:
1. Food Photography
Anda baru saja memotret salad sayuran dengan ayam panggang. Bagaimana cara membuatnya terlihat lebih menggugah selera sebelum diunggah ke media sosial?

Sumber: adobe.com
Preset foto biasanya mencakup pengaturan pencahayaan antara 0,3 hingga 0,7 stop untuk menunjukkan tekstur. Kontras juga dinaikkan antara 5 hingga 15 agar komponen salad lebih menonjol.
Terakhir, saturasi ditingkatkan antara 10 hingga 20 untuk membuat warna tomat, selada, dan jagung lebih hidup.
2. Foto Hitam Putih
Beda foto makanan, beda juga foto hitam putih. Preset foto ini biasanya fokus pada kontras untuk menciptakan tone dan depth yang lebih artistik.

Sumber: fixthephoto
Selain itu, clarity akan ditambahkan untuk menyempurnakan tekstur dan detail, penting untuk potret wajah agar menangkap garis halus dan kerutan.
3. Wedding Photography
Bagaimana dengan foto pernikahan? Preset foto ini biasanya menggunakan tone romantis dan warna hangat.
Kontras yang digunakan bersifat lembut, menghindari bayangan untuk menjaga detail halus pakaian, bunga, dan dekorasi.

Sumber: aftershoot.com
Selain itu, ada gradasi warna halus dengan sedikit desaturasi untuk meningkatkan kesan romantis.
Preset Video
Contoh penggunaan preset juga akan ditemukan pada sebuah karya video:
1. Cinematic
Untuk video dengan gaya sinematik, preset akan mencakup kontras, color grading, dan lainnya.
Biasanya, kontras akan dikurangi untuk menciptakan gambar yang lebih lembut, lebih rendah dari aslinya. Preset cinematic juga biasanya meningkatkan bayangan untuk mempertahankan detail di area gelap.

Sumber: JorisHermans
Selain itu, gradasi warna akan dimanipulasi dengan nuansa oranye untuk menciptakan kontras antara warna sejuk dan hangat.
2. Vintage
Bayangkan Anda mengedit video musik bertema retro seperti lagu-lagu Naif.
Nah, preset vintage biasanya memakai tone hangat yang meniru warna film lama, serta grain untuk menciptakan kesan bertekstur dan jadul.

Sumber: MuhammadIqbal
Lalu akan ada sedikit desaturasi untuk mereplikasi warna yang pudar ala film lama.
3. Landscape
Bagaimana dengan contoh penggunaan preset video untuk konten pemandangan?
Preset biasanya membuat warna lebih vivid, sehingga semua warna muncul dengan sempurna. Kontras dan ketajaman juga sedikit ditingkatkan untuk menambah detail video pemandangan.
Cara Menggunakan Preset
Nah, setelah tahu berbagai contoh penggunaan preset, bagaimana cara menggunakan preset?
Menggunakan Foto Preset di Adobe Lightroom
Preset adalah template yang siap pakai dan cara menggunakannya di Adobe Lightroom adalah sebagai berikut:
- Impor Foto — Pilih foto yang ingin Anda edit di modul Develop.
- Buka Panel Preset — Di sisi kanan, Anda akan menemukan menu Presets. Jika tidak terlihat, klik ikon dua lingkaran.
- Impor Preset — Anda akan melihat tab Recommended, Premium, dan Yours. Klik tiga titik dan pilih Import Presets untuk menambahkannya ke Yours.
- Pilih File Preset — Anda akan masuk ke folder presets. Pilih xmp yang akan Anda gunakan. Bisa juga memilih folder tempat semua file preset itu berada.
- Terapkan Preset — Klik pada preset yang diinginkan untuk menerapkan pengaturannya pada foto Anda.
- Kustomisasi — Sesuaikan Light, Color, dan pengaturan lainnya jika perlu untuk menyempurnakan hasil dari preset itu.

Sumber: YouTube Taxi
Menggunakan Preset Video di Adobe Premiere Pro
Lalu, bagaimana cara menggunakan preset untuk video menggunakan aplikasi Adobe Premiere Pro?
- Import Video — Buat project baru di Adobe Premiere Pro dan mulai impor file video yang ingin Anda edit.
- Buka Effect Panel — Dari menu Edit, pilih tab Effects.
- Import Preset — Di sisi kiri, klik kanan pada folder Preset, lalu pilih Import Preset.
- Cari File Preset — Anda akan diarahkan ke folder untuk memilih preset. Pastikan file PRFPSET sudah ada di folder Anda. Klik OK untuk mengimpor presets.
- Terapkan Preset — File preset akan muncul di dalam folder Preset. Drag and drop pada bagian video yang ingin Anda tambahkan preset tersebut.
- Kustomisasi — Sama seperti preset foto, Anda bisa lakukan kustomisasi di bagian Effects Controls.

Sumber: YouTube storezar
Cara Membuat Preset
Lalu, bagaimana kalau Anda ingin membuat file preset Anda sendiri sesuai dengan kebutuhan? Berikut langkahnya:
Membuat Foto Preset di Adobe Lightroom
Inilah langkah untuk membuat preset Anda sendiri di Adobe Lightroom:
- Edit Foto — Mulailah dengan mengedit foto sesuai kebutuhan Anda.
- Buka Panel Preset — Di panel preset, klik tiga titik dan pilih Create Preset.
- Berikan Nama Preset — Anda akan diminta untuk memberi nama preset di jendela pop-up Create Preset.
- Tentukan Pengaturan — Pilih beberapa pengaturan, seperti basic adjustments atau tone curve, untuk preset Anda.
- Simpan Preset — Klik Save untuk menyimpan preset foto yang telah Anda buat.
Membuat Preset di Adobe Premiere Pro
Langkah membuat preset di Adobe Premiere Pro adalah sebagai berikut: - Edit Video — Lakukan edit video Anda dengan efek yang diinginkan di bagian Effect Controls.
- Pilih Efek — Pilih efek yang ingin Anda simpan sebagai preset. Misalnya, di bagian Transform ada pengaturan posisi, rotasi, dan kemiringan. Klik kanan, pilih Save Preset.
- Berikan Nama Preset — Sebuah dialog box akan muncul untuk memberikan nama preset. Isikan Name, Type, dan Description dengan penjelasan:
- Scale akan menyesuaikan ukuran klip.
- Anchor to In Point akan ikut waktu preset dengan awal klip.
- Anchor to Out Point akan ikut waktu preset dengan akhir klip.
- Simpan Preset — Klik OK untuk menyimpan preset Anda.
Cara Menghasilkan Uang dari Preset
Membuat preset adalah langkah mudah, bukan? Lalu, bagaimana cara menjual preset video untuk Adobe Premiere Pro sebagai contoh?

- Export Presets — Setelah Anda membuat preset, itu akan tersimpan di panel Effects, di bawah folder Preset. Klik kanan dan pilih Export Preset. Beri nama dan simpan sebagai file .prfpset.
- Buat Preset Packs — Jangan jual preset satuan. Buatlah paket preset sesuai kebutuhan pengguna, seperti paket color grading, paket transisi, dan lainnya.
- Buat Materi Promosi — Jelaskan manfaat pakai preset Anda. Anda bisa membuat video atau tutorial before-after sesuai jenis produk.
- Pilih Platform untuk Jualan — Di Indonesia, Utas bisa menjadi platform untuk menjual preset. Anda bisa mendaftar secara gratis untuk menjual produk digital.
- Jual Produk Baru — Setelah terdaftar, masuk ke bagian New Product untuk menjual produk baru. Isi informasi produk secara lengkap, termasuk harga, dan unggah file preset tersebut.
- Promosikan Produk Digital Anda — Setelah halaman produk siap, Anda hanya perlu mempromosikannya di media sosial dengan link yang sudah Anda miliki.
- Upgrade — Jika jumlah produk yang ingin Anda jual semakin banyak, lakukan upgrade untuk mendapatkan fitur premium dan meningkatkan penjualan.

Sudah Tahu Apa itu Preset?
Preset adalah konfigurasi khusus untuk sebuah software yang memudahkan Anda untuk membuat karya dengan cepat.
Dengan preset, Anda bisa menghemat waktu, menjaga konsistensi karya, dan bahkan menjual preset itu sebagai sumber penghasilan.
Kami telah menjelaskan cara membuat preset dan panduan untuk menjualnya sebagai produk digital. Dan Utas bisa menjadi salah satu platform yang Anda pilih.
Semoga informasi ini bermanfaat. Jangan lupa untuk tetap mengikuti berita seputar content creator dan cara monetisasi produk digital di blog Utas. Sampai jumpa!
