fbpx

Apa itu Font? Ini Fungsi, Jenis, Contoh Font & Tips Memilih!

Di artikel produk digital, kami menjelaskan kalau font adalah salah satu produk kreatif digital yang bisa dijual.

Tapi apa yang dimaksud font sebenarnya? Singkatnya, font adalah kumpulan karakter dengan gaya visual yang sama. Di dalamnya ada huruf, angka, simbol, dan tanda baca.

Nah, apa saja jenis font dan contohnya? Artikel ini akan membahasnya secara singkat, jadi simak sampai selesai, ya.

Apa itu Font?

Font adalah karya digital yang terdiri dari huruf, angka, dan simbol yang dirancang oleh seorang font designer dengan pendekatan desain tertentu untuk mencapai tujuannya.

Jadi, font artinya memang bukan hanya huruf, tapi keseluruhan karakter yang punya ciri tertentu sesuai dengan desain yang dipilih pembuatnya.

Yang dimaksud apa itu font mencakup gaya dan ukuran karakter teks yang mencakup berbagai atribut seperti ketebalan, lebar, dan kemiringan.

Dan sebuah font bukanlah satu potongan desain terpisah, tapi sebuah kesatuan lengkap.

Maka, ketika Anda mencari font Sans Serif dengan nama font Roboto, website penyedia font seperti DaFont akan memberikan daftar lengkap seperti ini:

Font adalah kumpulan karakter yang kadang ditampilkan seperti font Roboto ini

Oh ya, arti font biasanya terkait dua aspek utama, yaitu estetika dan fungsi. Secara estetika, font adalah karya yang mencerminkan keindahan visual yang bisa mempengaruhi persepsi pembaca saat melihat informasi.

Sedangkan secara fungsi, font adalah media komunikasi yang punya fokus pada peningkatan keterbacaan teks agar informasi bisa diterima dengan baik.

Saat ini, font adalah seni tipografi yang akan Anda lihat di layar digital, seperti di website atau aplikasi. Namun, font juga akan ditemui dalam desain material cetak, seperti reklame atau printables.

Pun begitu, pengertian font saat ini lebih pada sebuah produk digital. Jadi, bentuknya file, dan berbeda dengan konsep font yang dipahatkan di mesin cetak zaman dulu.

Artinya, fungsi font modern bisa dikatakan bukan soal penggunaannya saja, tapi juga tentang bagaimana membuat dan mendistribusikannya sebagai produk digital.

Font vs Typeface vs Glyph

Saat membahas font, penting untuk memahami istilah typeface dan glyph.

Meskipun perbedaannya kurang dikenal di Indonesia, pemahaman ini penting bagi Anda yang ingin mendalami desain font.

Glyph adalah tampilan visual dari setiap karakter dalam sebuah font. Jadi, huruf A besar dan huruf A kecil itu adalah glyph yang berbeda dan harus dibuat masing-masing.

Kalau Typeface sering diartikan sebagai nama font. Contohnya, Arial, Lato dan lainnya. Jadi, merupakan keseluruhan set dari glyph yang sudah dibuat oleh desainer font.

Contoh font yang kerap digunakan untuk teks umum adalah Lato

Sedangkan font adalah versi spesifik dari typeface. Jadi, bicara apa itu font akan otomatis mencakup ukuran dan gaya. Arial tebal 12pt dan Verdana miring 10pt itu dua font beda.

Biasanya sebuah desain yang terkait dengan branding akan terkait dengan penggunaan font yang lebih spesifik dan unik.

Jenis-Jenis Font

Setelah tahu apa itu font, mari pelajari berbagai jenis font dan contohnya untuk mendapat sedikit gambaran tentang produk digital ini:

1. Serif

Jenis font yang pertama adalah Serif. Font ini punya ciri khas berupa kait atau guratan kecil di ujung setiap hurufnya. Beberapa orang menyebutnya font dengan ekor.

Contoh font Serif yang populer antara lain Times New Roman, Georgia, Garamond, dan Playfair Display.

Kesan dari semua jenis font Serif adalah klasik, formal, dan mudah dibaca, terutama untuk teks yang panjang seperti di buku, koran, atau majalah.

Jenis font Serif sering digunakan untuk bahan bacaan umum dalam bentuk buku cetak

Bagi yang sudah mengerjakan skripsi tentu tak asing dengan font Times New Roman yang masih sering digunakan untuk dokumen resmi dan karya tulis akademis.

Meskipun kerap digunakan pada konten digital, biasanya jenis font ini ditemui pada berbagai produk cetak.

2. Sans-serif

Jenis font berikutnya adalah Sans Serif. Font ini tidak memiliki kait di ujung huruf, sehingga memberikan kesan yang lebih modern, bersih, dan minimalis.

Contoh font Sans Serif yang populer antara lain Arial, Helvetica, dan Calibri.

Font Sans Serif sering dianggap mudah dibaca, terutama di layar digital seperti komputer, tablet, dan smartphone. Karena itu, font ini banyak digunakan untuk teks di website atau aplikasi.

Jenis font sans serif seperti San Francisco kerap jadi pilihan untuk UX mereka

Sebagai contoh, Android menggunakan font Roboto, Apple memilih font San Francisco untuk UI mereka. Plus, Calibri sudah menjadi font default di Microsoft Office sejak versi 2007.

3. Script

Selanjutnya, ada jenis font yang meniru tulisan tangan yang dikenal dengan Script font. Jenis font ini punya estetika tinggi layaknya goresan pena kaligrafi.

Contoh Script font yang populer antara lain Alex Brush dan Caveat. Anda akan sering melihatnya pada undangan pernikahan atau sertifikat.

Ada banyak jenis font. yang tujuannya juga untuk estetika seperti Script

Ada juga yang lebih santai untuk berbagai buku anak atau komik, seperti Sofi, dan Handlee.

Tak jarang Anda akan melihat jenis font Script digunakan pada logo kafe atau produk wanita.

Oh ya, jenis font ini sifatnya dekoratif dan banyak lekukan jadi akan kurang cocok untuk teks panjang.

4. Display

Font Display dirancang untuk digunakan dalam ukuran besar, seperti judul, poster, logo, dan headline.

Contoh font Display yang populer adalah Bebas Neue, yang terlihat modern dan gagah, serta Playfair Display, yang lebih artistik dan klasik.

Contoh font seperti Bebas Neue sering jadi andalan untuk display

Font jenis ini memang menekankan pada keindahan dan daya tarik visual. Biasanya font ini sering punya detail rumit dan ornamen mencolok. Tak heran, font Display kadang disalahpahami sebagai font Script.

Namun, font Display biasanya tidak punya banyak goresan melengkung seperti font Script. Dan yang paling mencolok adalah font display hampir tak pernah digunakan pada bagian teks panjang.

5. Monospace

Kalau Anda lihat jenis font ini, pasti langsung kepikiran sebuah font yang komputer banget. Anda tidak salah. Soalnya, font monospace memang dibuat khusus untuk mesin ketik dan komputer.

Setiap karakternya akan punya lebar yang sama. Ini berbeda dengan jenis font lain yang karena alasan estetika dan desain setiap karakter punya lebar bervariasi.

Contoh font seperti Bebas Neue sering jadi andalan untuk display

Inilah yang jadi alasan kenapa jenis font ini ideal untuk kode pemrograman. Setiap baris bisa sejajar sempurna jadi programmer bisa memahami struktur kode dengan mudah.

Apakah bisa digunakan selain untuk coding? Bisa saja. Jenis font ini bisa jadi pilihan untuk sebuah teks yang ingin memberikan kesan retro atau futuristik ala film Star Trek.

Fungsi Font

Kenapa font adalah salah satu produk digital yang banyak dicari sebagai hasil karya kreatif?

1. Membangun Hirarki Desain

Fungsi font adalah menciptakan struktur dalam desain. Dengan pengaturan teks yang rapi, informasi menjadi lebih mudah dipahami.

Itulah kenapa Anda sering melihat berbagai jenis font untuk judul, teks utama, dan footer, kan? Misalnya, font Serif ada di bagian judul, sementara font Sans-Serif jadi teks utama.

Perbedaan jenis font ini membantu mengatur informasi dengan cara yang secara visual lebih jelas.

2. Menggambarkan Emosi dan Suasana

Setiap jenis font membawa emosi dan suasana tersendiri. Fungsi font ini mungkin Anda rasakan, meski belum sepenuhnya Anda sadari.

Bayangkan jika Anda menerima surat lamaran kerja yang ditulis dengan font Comic Sans. Kesan profesionalnya akan hilang, karena font itu lebih cocok untuk komik anak-anak.

Fungsi font adalah untuk menggambarkan emosi seperti digunakan pada komik

Sumber: Pickatale

Sebaliknya, undangan pernikahan yang dicetak dengan font Arial akan terasa kaku dan kurang romantis, kan? Anda mungkin menggunakan font bergaya tulisan tangan seperti Zapfino atau Alex Brush.

3. Menunjukkan Personalitas Brand

Coba lihat berbagai font dari brand terkenal seperti Google atau Facebook. Mereka punya tampilan yang dinamis dengan font yang bersih dan modern.

Google pakai Product Sans, sebuah font sans-serif yang kesannya ramah dan inovatif. Sementara Facebook pakai font Klavika yang lebih ceria dan pas dengan kesan kebersamaan.

Nama font yang digunakan Google adalah Product Sans

Intinya, fungsi font juga untuk menunjukkan kepribadian atau emosi yang ingin dipersepsikan setiap kali dipakai dan biasanya dimasukkan ke dalam template resmi.

Kalau Anda tak percaya, coba tuliskan Google pakai font Facebook, dan sebaliknya. Pasti kesannya jadi berbeda.

4. Meningkatkan Kemudahan Membaca

Pernahkah Anda membayangkan kalau semua teks di ponsel Anda menggunakan font Times New Roman atau American Typewriter?

Selain terlihat kuno, membaca teks dengan contoh font tadi juga kurang nyaman. Itu artinya, fungsi font juga terkait kemudahan membaca.

Font serif lebih cocok untuk media cetak seperti buku dan majalah. Detail font bisa dicetak dengan tajam dan jelas di atas kertas dan justru menambah keindahan dan keterbacaan.

Fungsi font juga untuk meningkatkan kemudahan membaca sesuai platformnya

Sumber: Unsplash

Sementara untuk tampilan digital, font sans serif lebih sering digunakan karena tanpa pernik sehingga mudah dibaca di layar.

5. Meningkatkan Aksesibilitas

Fungsi font lainnya berkaitan dengan aksesibilitas. Apa maksudnya? Font yang tepat dapat membantu semua orang membaca dan memahami informasi dengan lebih baik.

Kebutuhan ini sangat penting bagi mereka yang memiliki gangguan penglihatan. Misalnya, orang yang mulai rabun seiring bertambahnya usia mungkin memerlukan font yang lebih besar dan jarak yang cukup.

Sementara itu, penderita disleksia bisa mendapatkan manfaat dari font seperti Open Dyslexic, yang dirancang khusus dengan bagian bawah huruf yang lebih berat. Ini membantu pembaca membedakan huruf-huruf yang mirip, seperti ‘b’ dan ‘d’.

6. Menunjukkan Bahasa

Kalau Anda mengunjungi halaman utama Google Font, Anda akan menemukan pilihan untuk melihat font berdasarkan bahasa. Soalnya, setiap bahasa punya aksaranya sendiri.

Misalnya, untuk bahasa Indonesia, Anda akan melihat rekomendasi font latin biasa seperti Noto Sans, Poppins, atau Open Sans.

Sementara itu, untuk bahasa Jepang yang menggunakan aksara Kanji, Anda akan menemukan font seperti M PLUS 1p, Zen Antique, atau Kosugi Maru.

Font-font ini dirancang khusus untuk menangani kompleksitas dan variasi goresan dalam aksara Jepang.

Oh ya, selain itu, ada juga font untuk aksara Latin yang memiliki glyph untuk aksen seperti é, è, à, dan ç, sementara yang lain tidak.

7. Menambahkan Unsur Seni

Font bukan hanya soal fungsi tapi juga soal estetika. Tak heran font sering digunakan untuk menambah unsur seni dalam informasi yang disampaikan.

Font display, misalnya, banyak digunakan pada poster, iklan, dan judul artikel. Font ini dirancang untuk mencuri perhatian sehingga biasanya mencolok dan unik.

Contoh font dengan fungsi ini antara lain Bebas Neue dan Lobster yang sering dipakai dalam desain grafis untuk menciptakan suasana yang dinamis.

Selain itu, font display juga penting dalam branding. Ini bukan hanya soal keterbacaan, tetapi juga tentang keunikan.

Jenis font dan contohnya kerap ditemukan pada kampanye promosi yang digunakan oleh berbagai brand seperti Coca-Cola

Sumber: Campaign

Misalnya, Coca-Cola yang pakai font script yang ikonik, sementara Disney memilih font script yang unik di berbagai contoh iklan produk mereka.

Tips Memilih Font yang Tepat

Nah, kalau Anda sudah tahu apa itu font dan berbagai jenis font yang ada, bagaimana cara memilih font yang tepat? Inilah beberapa tipsnya:

  • Kenali Tujuan Penggunaannya — Pertama, tentukan apakah Anda ingin mendesain logo, membuat website, atau mencetak brosur. Setiap konteks memerlukan jenis font yang berbeda.
  • Pahami Siapa Audiens Anda — Pilih font yang sesuai dengan mereka. Jika sebagian besar pembaca adalah anak-anak, gunakan font yang ceria seperti script. Untuk bacaan umum, font sans serif adalah pilihan paling pas.
  • Tentukan Mood Informasi — Setiap font punya nuansa emosional yang mempengaruhi suasana pembaca. Tentukan ini di awal. Apakah ingin menggunakan jenis font Sans yang netral, font Serif untuk kesan nostalgia, atau font Script yang lebih ceria?
  • Pikirkan Keterbacaan — Pilih font yang mudah dibaca agar informasi penting tidak terlewat. Font yang menarik, seperti Alex Brush, kadang bisa menyulitkan pembaca. Apalagi kalau dipakai di brosur yang seringnya harus dibaca cepat.
  • Pilih Kombinasi yang Tepat — Kalau pakai satu jenis font akan membosankan. Tapi kalau kombinasi font tidak cocok, bisa jadi masalah baru. Itulah kenapa banyak desainer sudah merekomendasikan kombinasi seperti Playfair Display untuk judul dan Helvetica untuk teks.
  • Jangan Keroyokan — Idealnya dua sampai tiga font sudah cukup pada sebuah informasi atau desain. Kalau kombinasi font terlalu banyak, fokus dari pembaca bisa hilang dan tujuan informasi jadi tidak tercapai.
  • Pahami Aspek Teknis — Meskipun tips ini cukup teknis bagi sebagian orang, tapi ini penting. Misalnya tinggi huruf kecil dibanding huruf besar, perbedaan huruf tebal dan tipis, dan jarak antar font secara keseluruhan.
  • Lakukan Percobaan — Kalau Anda bingung, coba beberapa font yang Anda suka. Kombinasikan desain dan cetak sampel atau uji di berbagai perangkat untuk melihat bagaimana tampilannya.

Jadi, Font Adalah?

Font adalah sekumpulan karakter yang dibuat oleh seorang desainer font sebagai sebuah karya digital. Font artinya bukan hanya huruf, tetapi juga angka, tanda baca, simbol, dan semua atribut yang menyertainya.

Fungsi font ada banyak, mulai dari membangun hirarki desain sampai menambah estetika. Bahkan, penggunaan font lebih dari sekadar menyampaikan informasi. Font juga bagian dari proses kreatif yang digunakan secara digital maupun untuk media cetak.

Tingginya kebutuhan font untuk branding dan industri, membuat font kini menjadi sumber penghasilan. Banyak orang mulai terjun ke bisnis produk digital ini dan meraih cuan besar.

Nah, semoga informasi ini bermanfaat, dan jangan lupa untuk terus mengikuti berbagai informasi menarik di blog Utas lainnya. Salam!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *