Pergerakan produk harus selalu dipantau untuk perkembangan bisnis. Pemilik bisnis bisa melakukan identifikasi ini menggunakan konsep product life cycle.
Product life cycle atau disebut dengan siklus hidup produk adalah komponen penting dalam mengetahui perjalanan produk dari proses kemunculannya sampai akhir. Dengan konsep dapat membantu pertumbuhan bisnis.
Lalu seperti apa sih product life cycle itu? Apa saja tahapannya? Dan bagaimana cara mengetahui keberhasilannya? Mari kita simak penjelasan berikut.
Daftar Isi
Apa Itu Product Life Cycle?
Istilah ini mungkin terdengar awam di telinga. Oleh sebab itu, sebelum membahas lebih detail, ketahui dulu apa itu product Life Cycle. Dikutip dari Investopedia, product life cycle adalah suatu tahapan yang dimulai dari launching produk tersebut sampai ke penarikan kembali.
Berdasarkan konsep ini, Anda bisa memanfaatkannya dalam memahami cara meningkatkan marketing, menurunkan harga, dan membuat jangkauan pasar yang luas. Dari konsep ini pula, Anda juga bisa melakukan peninjauan ulang terkait kemasan produk.
Product life cycle biasanya digunakan oleh product manager untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menggantikan produk lama ke produk baru dan menggesernya dari pasar.
Perlu diketahui setiap produk ini ada masanya keluar dari pasar. Hal tersebut bisa disebabkan banyak alasannya mulai dari persaingan atau adanya produk yang lebih memenuhi kebutuhan konsumen. Oleh sebab itu, konsep ini sangat berguna dalam memikirkan bisnis jangka panjang.
Tahapan Product Life Cycle?
Setelah membaca pengertiannya, apa Anda sudah paham maksud dari life cycle? Jika sudah paham, saatnya beralih ke tahapan konsep ini yang terbagi menjadi empat. Tahapannya dimulai dari introduction, pertumbuhan (growth), pematangan (maturity), dan penurunan (decline).
Setiap tahapan product life cycle ini akan dibahas pada penjelasan berikut.
1. Introduction
Tahapan ini adalah tahap paling berat yang dijalankan perusahaan. Pasalnya, perusahaan tersebut diwajibkan untuk meningkatkan brand awareness bagi pelanggan. Artinya, perusahaan harus memikirkan bagaimana caranya agar pelanggan tertarik pada produk Anda.
Oleh sebab itu, dibutuhkan adanya periklanan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran pelanggan ini. Tahap ini disebut introduction atau perkenalanan dimana pelanggan mengetahui produk Anda. Dari tahap inilah diketahui apakah produk tersebut dapat diterima masyarakat.
Untuk itu, tidak heran jika tahap ini termasuk tahap paling rumit bagi perusahaan karena merencanakan agar produk tersebut dapat populer dan sukses.
2. Growth
Tahapan product life cycle berikutnya adalah growth atau pertumbuhan. Dalam tahap ini dicirikan dengan pelanggan yang sudah memberikan kepercayaan terhadap produk Anda. Hal ini dibuktikan dengan adanya pembelian.
Dari tahap ini telah diketahui bahwa introduction perusahaan berjalan lancar karena membuat pelanggan dapat melakukan pembelian. Hal ini tentu menguntungkan karena perusahaan atau pemilik bisnis bisa mendapatkan keuntungan.
Adanya pertumbuhan ini membuat perusahaan berusaha melakukan promosi produk lebih baik lagi agar bisa meningkatkan pembelian. Namun, perlu diperhatikan juga kompetitor produk yang bisa mengubah keuntungan perusahaan.
Untuk pertumbuhan ini, marketing harus lebih digencarkan lagi agar bisa meningkatkan popularitas produk tersebut.
Anda bisa menggunakan platform Utas dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis karena bisa memasarkan produk secara global serta dapat mengetahui traffic penjualan dengan mudah.
3. Maturity
Ciri dari tahapan product life cycle ini adalah adanya tingkat penjualan yang tinggi. Dalam tahap maturity atau pematangan pemilik bisnis mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Di tahap maturity ini Anda sebagai pemilik bisnis harus pintar mengelola pangsa pasar untuk mempertahankan keunggulan.
Seperti kata pepatah, lebih sulit mempertahankan dibandingkan memulai. Oleh sebab itu, dalam tahap maturity ini perlu adanya inovasi bagi pemilik bisnis terhadap produk. Tujuannya agar produk ini dapat lebih unggul dibandingkan pesaing.
Diperlukan adanya kebijakan yang baik dalam mengatur perkembangan produk serta pengeluaran perusahaan. Untuk tahap ini bisa dirasakan dalam jangka panjang, tetapi juga bisa dalam waktu yang singkat. Hal ini sesuai dengan produk dan kebijakan perusahaan.
4. Decline
Tahapan product life cycle yang terakhir adalah decline. Sesuai dengan namanya, di tahap ini terjadi penurunan produk. Penting diketahui bahwa penurunan ini pasti terjadi cepat atau lambat meskipun Anda sudah memaksimalkan tahap maturity.
Ciri yang diketahui dalam proses decline yaitu penjualan semakin menurun dari waktu ke waktu. Selain itu, perilaku pelanggan juga berubah dan berkurang minatnya. Permintaan produk yang semakin menurun ini bisa disebabkan oleh berbagai alasan.
Contohnya seperti tingkat kejenuhan pelanggan atau beralihnya ke produk lain. Alhasil, produk Anda semakin ditarik di pasaran. Untuk mengakalinya, Anda bsia beralih ke metode produksi yang menjual produk lebih murah agar tetap mendapatkan keuntungan.
Faktor yang Dapat Mempengaruhi Product Life Cycle
Tahapan product life cycle diatas dapat dijadikan sebagai penilaian dalam pencapaian produk. Namun, dalam melakukan tiap tahapnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Perkembangan Teknologi
Faktor pertama yang mempengaruhi product life cycle adalah teknologi. Perkembangan teknologi ini berdasarkan hasil temuan ilmuwan dan ahli yang bersifat disruptif.
Adanya penemuan teknologi tiap zamannya berubah dan relevan dengan kebutuhan manusia. Hasil dari teknologi ini dapat memberikan dampak positif jika Anda manfaatkan dengan baik dalam meningkatkan bisnis.
Berlaku sebaliknya dapat memberikan dampak merugikan apabila tidak memanfaatkannya dengan baik.
2. Pergeseran Nilai
Faktor berikutnya yang mempengaruhi proses produk secara signifikan adalah pergeseran nilai. Maksudnya disini adalah perubahan dari pandangan masyarakat untuk memaksakan persyaratan tertentu dalam setiap produk. Hal ini bisa terjadi karena tren yang berkembang di masyarakat.
Contohnya produk ramah lingkungan saat ini lebih banyak digencarkan dan disukai masyarakat karena semakin banyaknya masyarakat yang sadar pentingnya menjaga lingkungan.
3. Perubahan Tren
Salah satu yang mempengaruhi product life cycle lainnya adalah perubahan tren. Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa tren bisa ikut mengubah nilai masyarakat. Saat ini ada berbagai mode dan tren yang menarik pelanggan lebih tinggi.
Istilah modern sekarang yaitu “FOMO” yang membuat masyarakat ikut membeli produk karena sedang populer dan adanya perkembangan teknologi. Anda juga harus kreatif dan mengikuti perubahan tren ini agar tidak tertinggal di pasaran.
4. Stabilitas Ekonomi
Faktor lainnya yaitu stabilitas ekonomi. Hal ini penting dan mempengaruhi tindakan masyarakat dalam melakukan pembelian.
Bayangkan jika stabilitas ekonomi di suatu negara menurun tentu perilaku konsumtif masyarakat juga ikut menurun. Jika terjadi demikian, Anda bisa memikirkan untuk pertimbangan harga produk.
5. Munculnya Pesaing
Faktor terakhir yang mempengaruhi product life cycle adalah adanya pesaing atau kompetitor. Anda harus memikirkan faktor eksternal ini untuk mempertahankan bisnis.
Ada banyak pesaing dengan produk yang serupa sehingga membuat Anda harus berinovasi agar tidak kalah.
Keuntungan dari Manajemen Product Life Cycle
Ketika menerapkan product life cycle atau siklus hidup produk, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang menjanjikan untuk perusahaan. Namun, hal tersebut harus didukung dengan adanya manajemen yang baik dari perusahaan.
Ada banyak manfaat jika Anda melakukannya dengan baik. Adapun manfaat manajemen siklus hidup produk ini adalah sebagai berikut:
- Bisa menetapkan keputusan dari informasi yang didapatkan pada setiap tahapan product life cycle.
- Meningkatkan ROI saat peluncuran produk
- Meningkatkan keuntungan perusahaan dan pendapatan.
- Bisa menyampaikan pemasaran dengan baik serta bisa terhubung dengan audiens.
- Mengembangkan dan mempertahankan daya tarik produk. Reputasi brand juga ikut meningkat sehingga loyalitas pelanggan juga ikut meningkat.
Untuk itu, jika tidak dikelola dengan baik maka ada kerugian yang akan pemilik bisnis peroleh, diantaranya adalah sebagai berikut:
- Kegagalan produk bisa terjadi
- Mengurangi umur simpan
- Stok produk bisa menumpuk
- Di awal launching produk sudah mendapatkan penurunan pasar.
Cara Mengukur Keberhasilan Product Life Cycle
Setelah Anda memahami berbagai keuntungan dan risikonya jika tidak menjalankan product life cycle, kini saatnya mengetahui bagaimana cara mengukur keberhasilannya?
Dengan mengukur keberhasilan konsep ini, Anda sebagai pemilik bisnis dapat mengetahui keefektifan product life cycle untuk bisnis. Anda juga bisa memaksimalkan keuntungan yang didapatkan untuk kesuksesan perusahaan. Cara mengukurnya adalah sebagai berikut:
1. Lead Time
Lead time adalah waktu yang dibutuhkan antara pelanggan untuk melakukan pemesanan dan pembelian. Hal ini bisa membantu pemilik bisnis dalam menganalisis strategi marketing yang cocok.
Selain itu, ini bisa berguna dalam mengukur sejauh mana Anda bisa memenuhi permintaan pelanggan.
2. Limbah Produk
Pengukuran keberhasilan dari product life cycle juga dilihat dari banyaknya limbah produk. Selain limbah produk, dilihat juga tenaga kerja atau material dari setiap produk. Dengan perhitungan ini, didapatkan gambaran efisiensi dari rantai pasokan.
3. Pengembalian dan Klaim
Cara mengukur keberhasilan berikutnya adalah melihat pengembalian dan klaim garansi produk. Volume keluhan pelanggan sampai pengembalian produk ini termasuk data untuk melihat kepuasan pelanggan.
Jika banyak pengembalian produk tentu mengisyaratkan bahwa pelanggan kurang puas dengan produk atau terjadi kerusakan produk. Hal inilah yang perlu dibenahi.
4. Bahan Baku dan Inventaris Berlebih
Penting juga memperhatikan kapan bahan baku atau suku cadang yang dipesan berlebihan. Dengan adanya identifikasi tersebut bisa membantu pemilik bisnis untuk menemukan tempat yang tepat dalam menghemat biaya berdasarkan permintaan pelanggan secara aktual.
Selain itu, pengelolaan terkait stok produk juga lebih bijak. Pemilik bisnis bisa melihat stok bahan baku produk ini untuk mengevaluasi bisnis dan melakukan pemasaran lebih baik lagi.
Tantangan Menggunakan Product Life Cycle
Dalam menjalankan product life cycle, tidak sesederhana itu. Konsep ini bersifat kompleks sehingga sangat diperhatikan lebih baik lagi agar bisnis menjadi lancar. Produk yang dikembangkan ini bisa bertahan dengan waktu yang tidak tentu.
Ada yang bertahan dalam waktu singkat seperti beberapa bulan atau tahun lalu mengalami pergeseran. Ada juga yang mampu bertahan sampai beberapa tahun atau abad. Hal ini memberikan tantangan yang nyata bagi perusahaan.
Perlu dipahami bahwa tingkat penjualan belum tentu menunjukkan pertumbuhan. Jika penjualan meningkat itu tidak selalu menunjukkan pertumbuhan begitu juga sebaliknya. Itulah yang menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan product life cycle.
Maturity dan decline bisa saja sulit untuk diidentifikasi sehingga Anda harus berhati-hati dalam menetapkan keputusan.
Itulah penjelasan lengkap tentang product life cycle yang harus pemilik bisnis ketahui. Konsep ini sangat dibutuhkan untuk mengevaluasi produk dan pemasaran agar hasilnya positif.
Untuk mengembangkan produk dan mendapatkan keuntungan, Anda bisa memanfaatkan Utas untuk perkembangan produk. Disana, tersedia banyak fitur manajemen penjualan dan pemasaran yang disiapkan untuk Anda.
