fbpx

Apa Itu Content Pillar? Simak Arti, Jenis, dan Cara Membuatnya 

Apa Anda bekerja dalam bidang konten? Jika iya, maka perencanaan content pillar harus dikuasai dengan baik. Bahkan, jika Anda sudah membuat content plan, tidak lengkap jika belum menentukan pilar konten ini. 

Fungsi utama dari adanya pilar content pillar untuk menjadi pedoman dalam membuat konten dan branding Anda. Penasaran, bagaimana cara membuatnya? Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini. 

Pengertian 

Apa itu content pillar? Content pillar merupakan pembahasan utama atau topik yang dijadikan sebagai landasan dari keseluruhan konten. Tujuannya untuk mendukung strategi konten di media sosial yang bisa meningkatkan bisnis maupun perusahaan tertentu. 

Lebih gampangnya, pillar sendiri adalah penopang. Jadi, konten pillar berguna untuk menopang keseluruhan rencana konten Anda. Hal ini bisa Anda ibaratkan rumah yang membutuhkan pondasi, bukan? 

Lalu, berapa topik yang dibuat dalam menentukan pilar konten ini? Biasanya, topik yang diangkat yaitu sekitar 3-5 tema besar. Tema ini yang akan dijadikan pedoman untuk menciptakan konten-konten lainnya. 

Dengan merujuk pada konten pilar ini, maka konten yang dibuat menjadi relevan dan memiliki topik serupa. Kekonsistenan ini yang bisa mencapai target audiens yang tepat. Banyak para social media marketing menggunakan cara ini dalam membuat konten. 

Hal ini tidak hanya berlaku pada konten tulisan, tetapi juga bisa gambar dan video. 

Baca juga: Content Strategy: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh

Jenis-jenis Content Pillar 

Supaya Anda lebih paham, berikut adalah beberapa contoh content pillar yang terbagi menjadi 4 jenis, diantaranya adalah sebagai berikut. 

1. Promotional 

Jenis konten ini ditujukan untuk promosi. Jadi, tujuan dari jenis pilar konten ini untuk membuat audiens tertarik sehingga membeli produk atau layanan. Jika Anda ingin membuat jenis ini, maka perlu membuat konten secara kreatif dan unik agar mendapatkan perhatian. 

Contoh content pillar ini bisa diliat dari iklan konten seperti produk skincare yang menjelaskan tentang kandungan, manfaat, bahkan sampai ada testimoni dari pengguna skincare tersebut. 

2. Entertainment 

Berikutnya, jenis entertainment atau hiburan. Konten ini dibuat berdasarkan hal yang disukai audiens yang bersifat inspiratif bahkan lucu. Contohnya, Anda bisa membuat konten meme yang lagi viral, cerita lucu, kuis, sampai dengan giveaway untuk menarik minat audiens. 

Konten entertainment ini mengharuskan Anda untuk membuat konten menarik dan kreatif guna membuat ikon dari brand Anda sendiri. 

3. Educational 

Jenis berikutnya yaitu konten yang bersifat edukasi. Jadi, konten ini bertujuan untuk mengedukasi audiens yang diharapkan nantinya audiens tersebut tertarik dan membeli produk yang ditawarkan. 

Contohnya, Anda bisa melihat pada konten edukasi utas.co. Disana, dijelaskan manfaat dari platform Utas untuk content creator menjual produk/layanan, fitur yang ditawarkan, sampai tips dalam menyelesaikan masalah audiens. 

4.. Conversational 

Terakhir, ada conversational yang digunakan untuk menganalisis penjelajahan customer. Hal ini dilakukan dengan membuat konten yang berkaitan/terhubung pada siklus pembelian layanan/produk Anda. 

Contoh content pillar yang berlandaskan dari customer journey inilah yang dapat meningkatkan kesempatan pembelian atau transaksi jual beli. 

Baca juga: Content Plan: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh

Manfaat Content Pillar 

Adapun manfaat yang lebih rinci dari content pillar adalah sebagai berikut: 

  • Membantu dalam membuat konten yang terstruktur. Meski sudah ada content planning, Anda masih membutuhkan pilar konten ini agar tidak kehabisan ide.
  • Sesuai dengan kebutuhan penonton. Alasannya karena konten yang dibuat nantinya berdasarkan brand dan target marketnya. 
  • SEO menjadi lebih optimal. Content pillar ini membantu membuat website lebih rapi baik itu hierarki dan navigasi. 
  • Meningkatkan CTA karena dari pilar yang sudah ditentukan sehingga lebih menarik. 
  • Meningkatkan branding. Hal ini karena pilar ini menjaga agar konten yang dibuat memiliki topik besar yang dijadikan pedoman sehingga identitas brand menjadi lebih kuat. 

Cara Membuat Content Pillar 

Dalam membuat content pillar, setidaknya Anda harus melakukan langkah-langkah berikut ini: 

1. Riset Pasar

Langkah pertama membuat pilar konten ini yaitu melakukan riset pasar. Anda bisa melakukannya melalui berbagai metode, baik itu survei langsung maupun memanfaatkan tool analisis untuk marketing media sosial.

Tool analisis ini ada yang gratis sehingga mudah Anda temukan di berbagai platform termasuk utas.co. 

2. Riset Tren yang Berkembang 

Hal yang menjadi mimpi buruk para content creator salah satunya kontennya tidak diminati karena ketinggalan zaman. Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan riset terhadap perkembangan industri digital. 

Perusahaan harus memperhatikannya untuk dijadikan sebagai senjata untuk mempertahankan penjualan produknya. 

Baca juga: Content Calendar: Tools Penting Untuk Strategi Konten

3. Cek Kompetitor 

Setelah menentukan target marketing dan mengikuti tren, jangan lupa melakukan riset kompetitor. Dengan melihat pesaing Anda, bisa dicari pembeda antara konten Anda dengan kompetitor sebelumnya agar terlihat lebih menarik dan unik.  

Melihat kompetitor juga penting untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan pesaing kita agar dapat menentukan content pillar terbaik. 

4. Audit Media Sosial 

Audit media sosial adalah aktivitas untuk melakukan evaluasi akun media sosial. Dengan mengevaluasinya, Anda dapat melihat apakah performa akun sudah baik atau perlu diperbaiki. 

Audit ini juga berfungsi untuk tahu apa yang pengikut Anda sukai agar bisa menentukan konten kedepannya. 

5. Penyusunan Content Pillar 

Tahap terakhir yaitu mulailah menyusun content pillar Anda. Berdasarkan Content Marketing Institute, jenis konten ini dalam penyusunan ini dibagi menjadi 3, yaitu: 

  • Head term: tema paling umum, misalnya makanan Indonesia. 
  • Core topic: topik yang lebih rinci dan menjelaskan topik umum. Contoh: ciri khas makanan Indonesia
  • Subtopic: Kumpulan topik yang akan dijadikan konten dalam media sosial. Contoh makanan Indonesia pedas, cara membuat soto lamongan, dsb. 

Itulah berbagai pembahasan terkait dengan content pillar. Nah, sebenarnya, tidak ada aturan pakem untuk membuat content pillar. Hal terpenting yaitu pilar yang dibuat ini sesuai dengan brand dan kebutuhan target marketing Anda. 

Jika tertarik untuk menjual produk atau layanan melalui konten, segera cek utas.co sekarang juga. Disana, Anda bisa menemukan fitur yang memudahkan user dalam menganalisis dan membuat konten. Selamat mencoba. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *